kumparan
24 September 2019 0:13

Jadi Asisten Pelatih, kok, Ismed Bermain Penuh Lawan Barito Putera?

Pemain Persija, Ismed Sofyan
Pemain Persija, Ismed Sofyan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Manajemen Persija mengambil putusan penting akhir pekan lalu. Tidak cuma mendepak Julio Banuelos dari kursi pelatih, Persija juga mengangkat Sudirman sebagai pelatih interim. Yang menarik, Sudirman didampingi asisten yang tidak biasa: Ismed Sofyan.
ADVERTISEMENT
Ismed yang berusia 40 tahun itu memang masih berstatus sebagai pemain. Namun, ia sudah memiliki Lisensi Kepelatihan C AFC. Manajemen menilai lisensi itu sebagai nilai plus Ismed, tentunya selain keberadaannya yang sangat lekat dengan Persija.
Ismed tidak duduk di bench pelatih saat Persija bertanding melawan Barito Putera pada Senin (23/9/2019). Ismed tetap turun gelanggang, menjalankan tugasnya sebagai bek sayap sejak awal pertandingan.
Keputusan untuk tetap menurunkan Ismed adalah perkara penting. Bagi Sudirman, kepemimpinan Ismed di lapangan amat dibutuhkan untuk mendongkrak performa Persija.
"Kami butuh pemain berpengalaman. Di tubuh Barito Putera ada sosok pemain senior macam Samsul Arif. Saya paham betul jika Samsul berduel dengan Ismed, pasti ada rasa segan karena kita sepakat bahwa Ismed adalah pemain yang lama main di sepak bola nasional," kata Sudirman.
ADVERTISEMENT
"Selain itu, Ismed adalah pemain yang punya kemauan keras untuk bisa bermain. Dia selalu bilang: Aku mainkan, Bang. Aku mainkan, Bang."
"Itu poin dari dia. Dan dia itu adalah pemain yang memang mau Persija ini berada di tempat yang seharusnya. Alhamdulillah dia bisa menunjukkan itu di pertandingan ini," jelasnya.
Persija Jakarta vs Bhayangkara FC, Liga 1 2019
Pemain Persija Jakarta Ismed Sofyan saat pertandingan Liga 1 2019 Persija Jakarta melawan Bhayangkara FC, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (10/8). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pertandingan ini juga mengobati kerinduan Ismed untuk turun gelanggang. Ismed jarang tampil dalam beberapa pertandingan belakangan.
Ismed bahkan pernah ditepikan Banuelos tanpa alasan pasti. Oleh karenanya, Ismed langsung unjuk gigi begitu mendapat kesempatan.
Meski demikian, Sudirman menegaskan bahwa ia tidak memberikan perlakuan khusus kepada Ismed. Baginya, semua pemain sama dan memang harus diperlakukan sebagai pemain.
"Kalau dia posisi sebagai pemain, ya, kami perlakukan dia seperti pemain. Kalau dia salah, ya, kami marahi," kata Sudirman.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan