Kumparan Logo

JDT Kecewa dengan FAM usai Pemain Kena Sanksi FIFA: Berharap Bisa Segera Selesai

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pemain Malaysia berpose sebelum kick-off laga Kualifikasi Piala Asia Grup F kontra Vietnam di Stadion Nasional Bukit Jalil di Kuala Lumpur pada 10 Juni 2025. Foto: Mohd Rasfan/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Para pemain Malaysia berpose sebelum kick-off laga Kualifikasi Piala Asia Grup F kontra Vietnam di Stadion Nasional Bukit Jalil di Kuala Lumpur pada 10 Juni 2025. Foto: Mohd Rasfan/AFP

Johor Daru Ta’zim (JDT) kecewa dengan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait sanksi yang menimpa tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Akibat hukuman itu, tiga pemain JDT tidak bisa dimainkan. Tiga pemain JDT yang turut mendapatkan hukuman adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Ketua Eksekutif JDT, Luis Garcia, mengaku kecewa dengan FAM. Sebab, karena kesalahan teknis dalam pengiriman dokumen dari FAM ke FIFA membuat pemain mendapatkan hukuman.

“Kami berharap hal ini dapat diselesaikan segera dan para pemain yang terlibat dapat kembali main untuk JDT dalam waktu dekat,” ucap Garcia dikutip Bharian.

FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada FAM usai terbukti melakukan pemalsuan terhadap 7 pemain naturalisasinya. FAM dituntut membayar denda besar hingga para pemain yang dimaksud mendapat hukuman larangan bermain.

Pemain Malaysia, Hector Hevel (#13), rayakan gol bersama rekan satu timnya saat Kualifikasi Piala Asia kontra Nepal di Stadion Sultan Ibrahim di Johor Bahru pada 25 Maret 2025. Foto: Mohd Rasfan/AFP

Adapun 7 pemain naturalisasi Malaysia yang disanksi adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM usai terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA, yakni perihal mengenai pemalsuan. FAM terbukti salah usai melakukan rekayasa dokumen terhadap 7 pemain naturalisasi tersebut.