kumparan
31 Oktober 2019 18:33

Jersi Adidas x Palace dan Ambisi Juventus Mendobrak Pasar Streetwear

Ronaldo (P)
Cristiano Ronaldo merayakan gol dengan mengenakan jersi baru Juventus. Foto: Reuters/Massimo Pinca
Semua bermula pada 2017. Itu adalah tahun ketika Juventus berhenti menjadi klub sepak bola dan bersalin wajah menjadi jenama fesyen. Logo baru yang super simpel mereka luncurkan, lini streetwear pun menyusul tak lama kemudian.
ADVERTISEMENT
Juventus sebelumnya identik dengan label klub tradisional. Mereka dimiliki oleh Keluarga Agnelli yang tak ubahnya keluarga kerajaan di Italia sana. Tak sedikit yang mengatakan bahwa Juventus merupakan klub paling konservatif, di mana nilai dan tradisi selalu dinomorsatukan.
Well, itu dulu. Sejak 2017, Juventus mengalami transformasi. Presiden Juventus, Andrea Agnelli, sadar bahwa arena permainannya kini tak lagi terbatas dari Lombardia sampai Campania, tetapi seluruh dunia. Sepak bola sudah menjadi industri berskala global dan Agnelli ingin Juventus jadi pemimpin di sana.
Meluncurkan logo baru adalah terobosan besar pertama mereka. Kemudian, upaya membesarkan jenama klub dilanjutkan dengan rekrutmen Cristiano Ronaldo. Lalu, pada musim ini, terobosan muncul dalam desain jersi yang sama sekali tak pernah terlihat sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Sejak 1903, Juventus selalu bermain dalam balutan seragam garis hitam-putih vertikal. Awalnya, pola dan warna ini dipilih setelah melihat seragam milik klub Inggris, Notts County. Atas fakta sejarah ini pulalah Notts County jadi klub yang diundang dalam inagurasi Juventus Stadium pada 2011.
Seratus enam belas tahun lamanya Juventus identik dengan garis hitam-putih vertikal dan itu semua terhenti tahun ini. Jelang musim 2019/20 Juventus meluncurkan jersi baru. Meski masih berwarna hitam dan putih, jersi ini tidak lagi bermotif garis-garis.
Warna hitam dan putih dibagi jadi dua bagian besar dengan dipisahkan garis berwarna merah jambu. Warna merah jambu itu sendiri merupakan warna jersi kandang pertama Juventus yang sebelum ini juga sudah pernah dibangkitkan kembali lewat kostum tandang.
ADVERTISEMENT
Kini, semuanya digabung menjadi satu oleh Juventus dalam sebuah kesatuan yang begitu jauh dari kata ortodoks. Jersi terbaru ini adalah sebuah upaya dari Juventus untuk mendobrak masuk ke kultur populer, di mana kostum sepak bola telah menjadi bagian tak terpisahkan dari streetwear.
Kepada The Athletic, Direktur Desain Adidas, Inigo Turner, menjelaskan pertimbangan-pertimbangan di balik penggunaan desain jersi tersebut. Menurutnya, Juventus sendirilah yang berniat membuat perubahan radikal dan ide itu disambut antusias oleh Adidas yang merupakan penyuplai apparel.
Juventus (Cover)
Para pemain Juventus jelang berhadapan dengan Inter. Foto: AFP/Marco Bertorello
"Juventus melihat diri mereka sebagai pemain global, bukan sekadar klub Italia, dan mereka ingin menjadi aktor utama di industri ini. Karena keinginan ini datang dari klub, kami pun bisa bekerja dengan leluasa," jelas Turner.
ADVERTISEMENT
"Kami sadar sepenuhnya bagaimana sepak bola sudah jadi bagian penting dari streetwear. Sepak bola ini sudah menjadi seperti skateboarding. Jersi sepak bola pun sudah menjadi fesyen. Bagi kami sendiri, ini adalah fashion statement, bukan kostum olahraga lagi," tambahnya.
Ambisi Juventus untuk menjadi pemain di dunia streetwear tidak berhenti sampai di sana. Pada pertandingan menghadapi Genoa, Kamis (31/10/2019), ambisi tersebut diwujudkan dengan lebih konkret lagi lewat 'soft launching' jersi keempat yang merupakan hasil kolaborasi Adidas dengan Palace.
Palace adalah toko skateboard dan jenama fesyen jalanan terkemuka asal London. Sejumlah rapper tenar macam Travis Scott, A$AP Rocky, sampai Jay Z sudah pernah mengenakan produk mereka di publik. Kebetulan, para penggemar artis-artis itulah yang kini jadi target market Juventus.
ADVERTISEMENT
Menariknya, jersi bikinan Adidas x Palace ini justru bermotif garis-garis seperti jersi Juventus sebelum-sebelumnya. Hanya, memang, warna hitamnya tak terlalu tegas. Warna jersi yang 'pucat' itu membuat aksen hijau dan oranye 'stabilo' khas Palace jadi begitu menonjol.
Juventus (C)
Jersi keempat Juventus, hasil kolaborasi Adidas dan Palace. Foto: Reuters/Massimo Pinca
"Ini adalah fusi yang hebat antara sepak bola dan fesyen untuk memperluas cakrawala kami," kaya Direktur Pendapatan Juventus, Giorgio Ricci, dikutip dari laman resmi klub.
"Kami ingin mengejutkan semua orang, bermain dengan kaus hasil kolaborasi bersama ikon skateboard global. Kami berterima kasih pada partner kami, Adidas, yang telah mewujudkan ini," sambungnya.
Jersi ini sendiri pada akhirnya membawa keberuntungan bagi Juventus secara harfiah. Pada laga melawan Genoa itu, Juventus butuh penalti di menit ke-96 untuk meraih kemenangan. Takhta capolista pun sukses mereka rebut kembali dari tangan Internazionale.
ADVERTISEMENT
Well, bagaimana? Tertarik mendapatkan jersi baru Juventus ini? Rumornya, jersi ini bisa dibeli mulai 4 November nanti. Soal harga, well, kita tunggu saja. Sebagai gambaran, harga jersi reguler Juventus ada di kisaran Rp1,4 juta. Jersi kolaborasi Adidas dengan Palace ini seharusnya bakal lebih mahal lagi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan