Jika Cristiano Ronaldo Bergabung, Bagaimana Nasib Gonzalo Higuain?

Tak akan ada asap kalau tidak ada api. Dalam bursa transfer musim panas 2018 ini, peribahasa tersebut mewujud dalam saga transfer yang melibatkan tiga klub raksasa: Juventus, Real Madrid, dan Chelsea. Gonzalo Higuain tak akan disangkutpautkan dengan Chelsea apabila Cristiano Ronaldo tidak santer diberitakan bakal hengkang ke Juventus dari Real Madrid.
Berita kepindahan Higuain ini sebenarnya hasil dari deduksi sederhana. Karena harus membayar biaya transfer 100 juta euro, Juventus diperkirakan bakal melepas sejumlah pemainnya. Sebenarnya, sebelum rumor Ronaldo tadi muncul, Juventus sudah dikabarkan bakal melego sejumlah nama, di antaranya Stefano Sturaro, Rolando Mandragora, Andrea Favilli, serta Marko Pjaca. Dari sana diperkirakan dana segar senilai 60 s/d 80 juta euro bisa didapatkan.
Namun, Higuain menawarkan opsi berbeda. Sebagai pemain bintang, harga satu pemain ini saja diperkirakan bisa sampai angka 60 juta euro. Setidaknya, demikianlah kabar yang muncul dari berbagai media di Inggris dan Italia sana. Apabila Higuain dilepas, hipotesisnya adalah Juventus bisa membeli pemain lain, khususnya untuk lini tengah, setelah mendatangkan Ronaldo.
Kebetulan pula, di Chelsea nanti, Higuain kemungkinan besar bakal kembali dilatih oleh Maurizio Sarri. Meskipun kepindahan Sarri ke Chelsea juga masih tanda tanya, indikasi ke arah sana makin kuat seiring berjalannya waktu. Di bawah Sarri, Higuain menjalani musim terbaiknya sebagai penyerang dengan mengemas 36 gol dalam semusim, memecahkan rekor Gunnar Nordahl (35 gol) yang saat itu, pada 2016, berusia 66 tahun.
Selain itu, Chelsea juga belum memiliki penyerang andal yang bisa mereka jadikan tumpuan untuk mencetak gol pekan demi pekan. Alvaro Morata yang didatangkan dengan banderol 65,5 juta euro dari Real Madrid nyatanya lebih kerap bergelut dengan inkonsistensi. Sepanjang musim 2017/18 lalu, Morata hanya mampu mencetak 11 gol dari 31 penampilan di Premier League.
Situasinya kira-kira begitu. Akan tetapi, itu semua belum bisa dipastikan. Dalam proses transfer seperti ini, ada terlalu banyak keping bergerak yang dalam sekejap bisa saja menghancurkan segala harap. Namun, mari kita berandai-andai saja. Jika Ronaldo jadi bergabung, apakah sebaiknya Higuain dipertahankan atau dijual?
Mari kita buka hitung-hitungan ini dengan menyebut usia sebagai pembanding. Ronaldo saat ini telah berusia 33 tahun, sementara Higuain pada Desember nanti akan berumur 31. Kedua pemain ini, dari segi usia, sudah termasuk tua untuk ukuran pesepak bola.
Kendati begitu, Ronaldo yang lebih tua kurang lebih dua setengah tahun dari Higuain itu nyatanya masih mampu tampil lebih baik. Ukurannya jelas. Sebagai penyerang, jumlah gol adalah patokan utama. Musim lalu, Higuain 'hanya' mampu mencetak 23 gol dari 49 penampilan bersama Juventus di semua ajang. Sementara, Ronaldo sukses membukukan 41 gol dari 40 penampilan di La Liga dan Liga Champions.
Catatan yang dimiliki Higuain itu tidak sepenuhnya bisa dikatakan buruk. Akan tetapi, dibandingkan dengan rekor milik Ronaldo, catatan Higuain tadi tentu tidak ada apa-apanya. Higuain butuh lebih dari dua pertandingan untuk mencetak satu gol. Sementara, Ronaldo tak butuh satu pertandingan penuh untuk menghasilkan sebiji gol. Dari sini saja, Ronaldo sudah unggul atas Higuain.
Namun, ada sebuah catatan penting yang harus dijadikan pertimbangan. Untuk menghasilkan gol sebanyak itu, Ronaldo butuh 6,45 tembakan di tiap laga. Sedangkan, Higuain membutuhkan 2,65 tembakan per laga.

Artinya, Ronaldo melesakkan 41 gol itu setelah melepas kira-kira 258 upaya. Higuain, sementara itu, menghasilkan 23 gol via 130 tembakan. Rasio konversi Ronaldo yang 'hanya' 15,89 persen itu rupanya masih kalah dari rasio milik Higuain yang mencapai 17,69 persen. Lewat data ini bisa diambil kesimpulan sementara bahwa Higuain sejatinya lebih efektif dibandingkan Ronaldo.
Menyebut Higuain lebih efektif itu sama sekali tidak salah. Namun, hal itu juga tidak lantas membuat dirinya lebih baik dari Ronaldo. Sebab, dengan melepaskan 258 tembakan itu Ronaldo berarti sudah lebih baik dalam urusan mengupayakan keberuntungan. Ronaldo menciptakan jauh lebih banyak usaha dengan persentase efektivitas yang tak jauh berbeda. Oleh karenanya, ihwal efektivitas tadi tidak benar-benar bisa digunakan untuk mengukur kualitas Ronaldo dan Higuain.
Adapun, tingginya jumlah upaya yang dibuat Ronaldo itu bisa terjadi karena kapten Tim Nasional (Timnas) Portugal itu memang memiliki senjata yang lebih banyak ketimbang Higuain. Sebagai perbandingan, dalam dua musim terakhir Higuain hanya bisa mencetak tiga gol lewat kepala. Sedangkan, Ronaldo bisa menghasilkan 15 gol. Ronaldo memang kalah dari segi gol lewat tembakan kaki kiri (10 gol) dari Higuain (12), tetapi perbedaannya tidak jauh.
Nah, dari segi statistik, sudah terlihat jelas sekali bahwa Ronaldo adalah pemain yang lebih baik. Usia yang lebih tua tak menjadi halangan bagi dirinya untuk tetap tampil di level permainan tertinggi. Jika berhasil mendatangkan Ronaldo, Juventus akan mendapatkan penyerang yang jauh lebih mematikan ketimbang Higuain.
Lalu, sebenarnya apa yang jadi masalah Higuain di Juventus? Masalahnya, ketika datang pada 2016 lalu, dia dibeli dengan harga 90 juta euro. Dengan uang sebesar itu, Juventus memecahkan rekor transfer mereka sendiri, sekaligus rekor Serie A. Apakah Higuain bisa dikatakan berhasil di Juventus?

Well, di musim pertamanya, Higuain masih bisa menunjukkan ketajaman yang cukup bisa dibanggakan. Ada 29 gol yang sukses dilesakkannya di Serie A dan Liga Champions. Jumlah gol sekian diraih Higuain dalam 40 pertandingan. Meskipun belum setajam saat di Napoli, ada indikasi bahwa seiring berjalannya waktu keran gol Higuain bakal semakin terbuka lebar.
Kenyataannya, pada musim kedua Higuain justru melempem. Bahkan, dia sempat dicadangkan oleh Massimiliano Allegri dalam beberapa laga karenanya. Untuk menjelaskan ini, Allegri pernah menyebut bahwa menurunnya Higuain ada kaitannya dengan dicoretnya dia dari Timnas Argentina. Pencoretan itu membuat mentalnya turun dan alhasil, penampilannya di lapangan untuk Juventus jadi angin-anginan.
Penjelasan kedua adalah performa menawan Paulo Dybala di awal-awal musim 2017/18. Di saat Higuain sedang angin-anginan, Dybala justru mencuat. Alih-alih terpacu, Higuain justru makin terpuruk melihat ini. Start lambat Higuain di awal musim lalu membuat catatan gol totalnya pun jadi menurun.
Kemudian, penjelasan yang lain adalah cara bermain Juventus sendiri. Ketika di Napoli, Higuain berada di tim yang senantiasa berusaha menguasai bola. Dengan demikian, suplai bola yang dia dapatkan pun tidak pernah habis. Penyerang seperti Higuain ini memang sangat membutuhkan suplai bola dari lini kedua. Dia bukan Ronaldo yang piawai memecah kebuntuan lewat aksi individual.
Di Juventus, Higuain tak selalu bisa mendapatkan itu. Dalam beberapa kesempatan, yang jadi masalah adalah buruknya penampilan para pemain tengah Juventus. Di kesempatan lainnya, pendekatan pragmatis Allegri membuat suplai bola kepada penyerang jadi terkebiri.

Kendati demikian, Higuain adalah pemain yang tahu persis kapan saat yang tepat untuk mencetak gol. Secara kuantitas, jumlah gol Higuain memang tidak spektakuler, tetapi impak dari gol-gol Higuain itu amat sangat besar. Golnya ke gawang Napoli, Inter, dan Tottenham Hotspur adalah bukti bahwa Higuain adalah sosok big game player di Juventus.
Maka, apabila Juventus melepas Higuain, mereka akan kehilangan sosok pahlawan. Faktor inilah yang seharusnya membuat Juventus tidak akan melepas Higuain begitu saja, meskipun sudah mendatangkan Ronaldo sekalipun.
Hmm, oke. Kalau situasinya begini, apakah Ronaldo dan Higuain bisa bermain bersama? Tentu saja, bisa. Ketika di Real Madrid dulu, dua pemain ini memang sudah bisa berlaga bersama di lapangan.
Nah, yang jadi masalah, apabila Ronaldo dan Higuain dimainkan bersama, Dybala dan Douglas Costa mau dikemanakan? Ini adalah faktor yang membuat kepindahan Higuain ke Chelsea bisa jadi amat sangat memungkinkan. Dybala adalah pemain bernomor punggung sepuluh di Juventus dan itu artinya, dia berada di jalan yang tepat untuk jadi legenda klub. Sedangkan, Douglas Costa baru saja dipermanenkan dari Bayern Muenchen.
Dengan Mario Mandzukic yang sepertinya tidak akan bisa mendatangkan uang banyak, opsi terbaik Juventus memang melego Higuain secepatnya. Toh, ketika ada kemungkinan untuk merekrut Mauro Icardi, mereka juga dikabarkan siap untuk melepas Higuain demi kompatriotnya yang lebih muda itu. Berat, memang, melepas Higuain. Namun, demi Ronaldo (dan gelar Liga Champions yang diidam-idamkan itu), rasanya tak ada pilihan lain.
