Kumparan Logo

Juventus vs Fiorentina: Menimbang Potensi Ancaman 'La Viola'

kumparanBOLAverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Maurizio Sarri dan Cristiano Ronaldo di sebuah sesi latihan Juventus. Foto: AFP/Marco Bertorello
zoom-in-whitePerbesar
Maurizio Sarri dan Cristiano Ronaldo di sebuah sesi latihan Juventus. Foto: AFP/Marco Bertorello

Serie A pekan ke-22 jadi pertandingan yang tak mudah buat Juventus. Mereka bakal ditantang Fiorentina pada Sabtu (2/2/2020) di Allianz Stadium.

Ada dua alasan mengapa Juventus bisa saja gagal meraih poin penuh. Pertama, mereka baru saja keok dari Napoli pekan lalu. Bukannya gimana-gimana, mereka tampil begitu buruk pada laga yang dihelat di San Paolo itu. Maurizio Sarri pun sampai mengakuinya.

Juventus kalah soal penguasaan bola. Bahkan, kuantitas tembakan saja nyaris setengah dari jumlah Partenopei. Padahal, Sarri menurunkan komposisi terbaiknya.

Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain, dan Paulo Dybala di sektor terdepan. Disusul Miralem Pjanic yang jadi jenderal lini sentral. Lalu Leonardo Bonucci dan Matthijs de Ligt pada departemen pertahanan.

Laga Fiorentina vs Juventus. Foto: Vincenzo PINTO / AFP

Alasan kedua, karena Fiorentina sedang dalam performa yang bagus. Mereka tak terkalahkan dalam empat laga terakhir Serie A --termasuk kemenangan atas 2-0 Napoli di giornata 20. Eksistensi Giuseppe Iachini di kursi pelatih terbukti sukses mendongkrak performa Fiorentina.

Sebenarnya, sih, tak banyak perubahan yang dilakukan eks pelatih Sassuolo itu sejak menggantikan posisi Vincenzo Montella. Bedanya, Iachini lebih intens memanfaatkan serangan dari sisi sayap. Skema demikian membuat tugas wing-back mereka menjadi lebih ringkas dari sebelumnya.

Mantan pelatih Sassuolo yang kini jadi juru taktik Fiorentina, Giuseppe Iachini. Foto: TIZIANA FABI / AFP

Dari segi pertahanan misalnya, Fiorentina sekarang berhasil membukukan tiga nirbobol beruntun di Serie A. Lalu dari aspek serangan, mereka menjadi lebih tajam karena terkonsentrasi ke sisi sayap.

Memang, Franck Ribery memang masih absen gara-gara cedera. Akan tetapi, masih ada Dusan Vlahovic dan Patrick Cutrone yang bisa jadi tandem Federico Chiesa di garda terdepan.

Lalu ada Dalbert dan Pol Lirola di sektor wing-back. Nama yang disebut belakangan sedang dalam performa menanjak usai mengemas satu gol dan assist di empat laga terakhir.

Aksi Patrick Cutrone pada laga melawan Napoli. Foto: Twitter @acffiorentina

Potensi Fiorentina ini patut diwaspadai oleh Juventus. Pasalnya, Bianconeri cenderung lemah dalam mengantisipasi serangan sayap lawan.

Selain kerapatan antarlini, sisi tepi yang kerap bolong jadi problem laten Miralem Pjanic cs. Sepasang full-back mereka relatif intens dalam melakukan overlap.

Proses gol Napoli ke gawang mereka bisa menjadi acuan. Bagaimana Juan Cuadrado terlambat dalam menutup aksi Eljif Elmas yang kemudian berbuah gol Lorenzo Insigne.

Laga Juventus vs Napoli. Foto: REUTERS/Alberto Lingria

Betul bahwa Fiorentina tak akan diperkuat Martin Caceres dan Nikola Milenkovic yang terkena suspensi. Namun, harus diketahui juga bahwa Juventus bakal tampil tanpa pemain penting mereka yang bertugas menjaga pertahanan: Pjanic, Danilo, Mattia De Sciglio, dan Giorgio Chiellini.