Kane Dilepas Arsenal karena Tembam

Ada beberapa hal tidak rasional yang cukup untuk menjelaskan sebuah peristiwa. Salah satunya adalah alasan yang diberikan oleh Arsenal saat melepas Harry Kane.
Pelan tapi pasti, Tottenham Hotspur mulai menancapkan pengaruhnya di Premier League. Selalu mengakhiri kompetisi di papan atas seakan menjadi bukti bahwa Spurs sudah tak lagi bisa dianggap remeh.
Di balik konsistensi Spurs tersebut, ada peran Kane yang begitu besar. 23 gol dari 26 pertandingan membuatnya berkontribusi 44% atas total gol yang telah dicetak oleh Spurs ke gawang lawan musim ini.
Jumlah tersebut rasanya tak mengejutkan jika melihat penampilan Kane dalam empat musim terakhir. Kane tak hanya rutin mendapatkan tempat di tim utama, tapi juga rutin mencetak gol ke gawang lawan.
Catatan apik Kane tak hanya terukir di level klub. Di level internasional, ia menjadi pemain yang rutin bermain untuk Tim Nasional Inggris. Hingga 2018, ia telah membukukan 12 gol dari 23 pertandingan di level tersebut.
Apa yang didapatkan oleh Kane saat ini mungkin tak akan terjadi jika ia tak menjalani masa lalu yang penuh rintangan. Tim lokal bernama Ridgeway Rovers menjadi awal mula karier sepak bola pemain 24 tahun ini.
Penampilan apik di Rovers membuatnya dipanggil untuk ikut seleksi di tim junior Arsenal. Nahas, impiannya untuk bergabung The Gunners tak terwujud. Ia dilepas setelah selama satu musim mengikuti program trial.
Kegagalan mengikuti seleksi di Arsenal tidak membuatnya patah arang. Dari sana, ia pergi ke satu kesebelasan ke kesebelasan lain untuk menimba ilmu sekaligus mewujudkan mimpinya menjadi pesepak bola.
Apa yang dialami oleh Kane di Arsenal masih terekam di kepala Direktur Akademi Arsenal, Liam Brady. Brady ternyata masih ingat apa alasan di balik dikeluarkannya Kane dari akademi sepak bola yang ia pimpin.
“Saat itu, dia tampak begitu tembam. Ia juga tak memiliki bentuk tubuh yang atletis,” kata Brady seperti dikutip dari Corriere della Sera. “Namun, semua yang kami pikirkan saat itu ternyata berhasil ia ubah.”
“Ia punya determinasi. Dengan itu, ia membentuk dirinya untuk menjadi karakter yang punya kekuatan. Dia pantas menerima apa yang ia dapatkan saat ini,” pungkas Brady.
