Kumparan Logo

Kane Pimpin Tottenham Raih Kemenangan atas Olympiacos

kumparanBOLAverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Harry Kane berselebrasi usai menjebol gawang Olympiacos. Foto: AFP/Glyn Kirk
zoom-in-whitePerbesar
Harry Kane berselebrasi usai menjebol gawang Olympiacos. Foto: AFP/Glyn Kirk

Tottenham Hotspur berhasil lolos ke babak 16 besar Liga Champions usai menundukkan Olympiacos Piraeus dengan skor 4-2 dalam pertandingan di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (27/11/2019) dini hari WIB.

Dalam laga ini Tottenham tertinggal dua gol lebih dulu melalui Youssef El Arabi (6) dan Ruben Semedo (19). Namun, mereka kemudian sukses membalikkan keadaan melalui Dele Alli (45+1), Harry Kane (50', 77'), dan Serge Aurier (73').

Tambahan tiga angka dari partai ini mengukuhkan Tottenham di urutan kedua Grup B. Mereka punya 10 angka, tertinggal lima angka dari Bayern Muenchen yang ada di puncak klasemen.

***

Pakem 4-2-3-1 dipilih Jose Mourinho untuk menghadapi Olympiacos. Harry Kane menjadi ujung tombak dengan disokong Dele Alli, Son Heung-min, dan Lucas Moura.

Di susunan pemain ini ada dua nama yang tidak sesuai prediksi media. Yakni, Serge Aurier dan Lucas di sayap kanan. Awalnya, yang diperkirakan bakal turun adalah Juan Foyth dan Giovani Lo Celso tetapi Mourinho rupanya menginginkan timnya bermain lebih cepat dan lugas.

X post embed

X post embed

Dengan komposisi yang ada, Tottenham memulai pertandingan dengan agresif. Akan tetapi, sebuah kesalahan di menit keenam membuat gawang Paulo Gazzaniga bobol.

Adalah Danny Rose yang jadi biang keladi. Umpan tanggung yang dia lepaskan berhasil dipotong striker Olympiacos, Youssef El Arabi. El Arabi kemudian melakukan gerakan memotong ke dalam dan melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu diselamatkan Gazzaniga.

Gol tersebut membuat para pemain Tottenham langsung tersengat. Mereka menguasai bola dan berupaya keras mengurung pertahanan Olympiacos. Namun, apa yang mereka lakukan itu tidak berbuah hasil.

Justru, pada menit ke-18 Olympiacos mampu menggandakan keunggulan. Memanfaatkan miskomunikasi dalam sebuah situasi sepak pojok, Ruben Semedo sukses mencocor bola ke gawang tuan rumah.

Youssef El Arabi (kanan) merayakan gol ke gawang Tottenham. Foto: Reuters/Andrew Couldridge

Melihat ini, Mourinho tak tinggal diam. Dia pun memutuskan menarik keluar Eric Dier untuk menggantikannya dengan Christian Eriksen. Praktis, formasi Tottenham berubah menjadi 4-3-3.

Peruntungan Tottenham, dengan adanya perubahan itu, perlahan mulai membaik. Mereka memang tetap belum bisa mengungguli Olympiacos dalam urusan menciptakan peluang, tetapi setidaknya bisa mencetak gol.

Gol itu sendiri dicetak Dele Alli pada pengujung babak pertama. Memanfaatkan umpan silang Aurier plus kesalahan Yassine Meriah, pemain internasional Inggris itu sukses membobol gawang Jose Sa.

Tottenham masih tertinggal tetapi setidaknya punya harapan. Dengan kondisi itulah mereka masuk ruang ganti.

Usai rehat, Tottenham tak buang banyak waktu untuk mencetak gol penyama kedudukan. Empat menit laga berjalan, mereka sukses membobol gawang Jose Sa untuk kali kedua lewat kaki Kane.

Pemain-pemain Tottenham merayakan gol Serge Aurier ke gawang Olympiacos. Foto: Reuters/Andrew Couldridge

Gol ini sendiri diawali kecerdikan Aurier melakukan lemparan ke dalam cepat kepada Lucas. Oleh Lucas, bola kemudian digiring ke kotak penalti dan diberikan kepada Kane. Gol pun kemudian tercipta.

Di sinilah Tottenham yang 'seharusnya' muncul. Mereka bermain dengan kepercayaan diri tinggi dan bisa menciptakan cukup banyak peluang. Sampai akhirnya, gol ketiga mereka hadir di menit ke-73.

Kali ini giliran Aurier yang mencatatkan nama di papan skor. Pemain asal Pantai Gading itu berdiri bebas untuk menyambut umpan silang dari sisi kiri dengan sebuah sepakan keras. Tottenham berbalik unggul.

Tuan rumah pun tak puas hanya dengan tiga gol. Empat menit setelah gol Aurier, Kane kembali mencetak gol. Kali ini, eks pemain Leicester City itu sukses memanfaatkan umpan dari Eriksen.

Di sisa waktu yang ada, Olympiacos tampak lebih fokus menggalang pertahanan. Hasilnya, Tottenham pun kesulitan untuk menciptakan peluang tambahan. Namun, itu bukan masalah karena keunggulan 4-2 sudah dikantongi dan ini bertahan hingga laga usai.