Kumparan Logo

Karena Neymar Tak Bisa Mengangkat Brasil Sendirian

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Neymar di laga vs Kosta Rika. (Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins)
zoom-in-whitePerbesar
Neymar di laga vs Kosta Rika. (Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins)

Tak seperti para pemain lain, Neymar Junior merayakan kemenangan Brasil atas Kosta Rika dengan tangis haru. Sesaat setelah wasit Bjorn Kuipers dari Belanda meniup peluit panjang, Neymar memilih untuk berjongkok di lapangan sembari membiarkan air mata menetes deras di pipinya.

Pelatih Brasil, Tite, memahami betul apa yang dialami Neymar tersebut. Menurut pria berusia 57 tahun ini, tangis Neymar itu adalah buah dari tekanan mahaberat yang dipikul sang megabintang di pundaknya.

"Ada kebahagiaan, kepuasan, dan kebanggaan yang luar biasa dengan mewakili Tim Nasional Brasil. Neymar memiliki tanggung jawab, kebahagiaan, tekanan, sekaligus keberanian untuk menunjukkan itu. Kami semua menunjukkannya dengan cara berbeda," kata Tite dalam konferensi pers pascalaga seperti dilansir Reuters.

Pada pertandingan melawan Kosta Rika tersebut, Neymar memang menjadi pusat serangan Brasil. Kerapkali, ketika Brasil menyerang, bola diarahkan ke kakinya. Catatan statistik bisa menjadi bukti bagaimana Brasil begitu tergantung pada Neymar.

Total, Neymar membukukan 5 tembakan, 3 dribel berhasil, dan 3 umpan kunci sepanjang pertandingan. Dari sana, Neymar akhirnya sukses melesakkan satu gol yang membuat raihan golnya saat ini (56) melewati raihan gol milik Romario (55).

Tite memang puas dengan apa yang dilakukan Neymar. Namun, dirinya juga meminta agar pemain-pemain Brasil lainnya berbuat lebih untuk membantu sosok berusia 26 tahun tersebut.

"Dia baru saja kembali dari cedera selama tiga setengah bulan dan dia bermain penuh. Pada akhirnya, dia hanya manusia biasa dan dia masih perlu waktu untuk mencapai standarnya yang tinggi itu. Untuk membantunya, tim ini perlu menjadi lebih kuat dan tidak terlalu bergantung kepadanya," ujar Tite.

Pelatih Brasil, Tite. (Foto: REUTERS/Damir Sagolj)
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Brasil, Tite. (Foto: REUTERS/Damir Sagolj)

Selain golnya pada masa injury time, Neymar sebenarnya berpeluang untuk mencetak satu gol lagi lewat titik penalti. Tak lama sebelum waktu normal berakhir, Kuipers sempat menunjuk titik putih setelah melihat Neymar dilanggar oleh Johnny Acosta. Namun, setelah melihat tayangan VAR, dia memutuskan untuk menganulir keputusan itu.

Menanggapi insiden tersebut, Tite mengatakan bahwa penalti yang diberikan semestinya tidak dibatalkan. "Ketika dia dilanggar, posisinya sedang berada di depan gawang. Menurutku itu sudah jelas. Sentuhan yang dilakukan (pemain Kosta Rika) merampas kemungkinan mencetak gol darinya. Bagiku, itu adalah penalti," ujar Tite.

"Namun, kami tidak butuh wasit untuk menang. Kami cuma ingin keputusan dibuat secara adil," tutup mantan pelatih Corinthians itu.