Kumparan Logo

Kemenangan Telak Inggris Pulihkan Kepercayaan pada Proyek Thomas Tuchel

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Bayern Muenchen, Thomas Tuchel. Foto: Oli SCARFF / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Bayern Muenchen, Thomas Tuchel. Foto: Oli SCARFF / AFP

Tim nasional Inggris melumat tim tuan rumah Kroasia dengan skor telak 7-0 dalam laga UEFA Nations League di Stadion Rijeka akhir pekan ini. Kemenangan mutlak ini sekaligus menandai kekalahan terbesar Kroasia sepanjang sejarah sepak bola mereka. Performa luar biasa tersebut langsung mengembalikan kepercayaan publik terhadap proyek jangka panjang Thomas Tuchel.

Permainan agresif dan mematikan dari lini serang Tiga Singa berhasil membakar kembali optimisme pendukung yang sempat meredup. Meskipun menghadapi skuad Kroasia yang mulai menua, Inggris mampu menyajikan dominasi permainan yang sangat matang.

Kebangkitan Taktis di Rijeka

Gelanggang Elliot Anderson dan Alex Scott sukses menguasai sektor tengah lapangan meski harus menghadapi lawan dengan caps internasional yang jauh lebih banyak. Kehadiran dua pemain muda tersebut memberikan intensitas tinggi serta opsi umpan ke depan yang sangat cepat.

Thomas Tuchel memuji kualitas teknis para pemainnya yang tampil sangat disiplin dan lapar dalam merebut kembali penguasaan bola. Koresponden sepak bola Rob Dorsett bahkan menyebut bahwa tidak ada tim yang lebih menarik untuk ditonton saat Inggris bermain dengan efisiensi mematikan seperti itu.

“Kemenangan ini sungguh luar biasa dan performa yang mendasari hasil ini berada di level tertinggi dari menit pertama hingga akhir,” ujar Tuchel dengan penuh kepuasan. Pelatih asal Jerman tersebut juga memuji kecepatan transisi dan rasa lapar anak asuhnya sepanjang pertandingan berlangsung.

Proses Panjang Pasca Kekecewaan Piala Dunia

Kekalahan menyakitkan dari Argentina pada babak semifinal Piala Dunia lalu memang masih meninggalkan luka mendalam bagi skuad Inggris. Namun, Tuchel meyakini bahwa rasa sakit dan pengalaman emosional di Amerika Utara justru mempererat hubungan antar pemain.

“Kami sekarang memiliki banyak pengalaman bersama setelah melewati kualifikasi, turnamen besar, emosi positif, hingga rasa sakit yang mendalam,” ungkap mantan pelatih Chelsea tersebut. Menurutnya, proses panjang itu membuat mereka saling mengenal dengan lebih baik dan memahami cara memotivasi satu sama lain.

Kini setiap kepingan teka-teki taktis yang dirancang oleh tim kepelatihan tampaknya mulai menyatu menjadi kesatuan yang solid. Keharmonisan tim terlihat jelas dari bagaimana mereka mengalirkan bola dengan penuh percaya diri selama berada di lapangan.

Ujian Sesungguhnya Menanti di Madrid

Meskipun pesta gol ini layak dirayakan, Inggris tidak boleh terlena karena tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti di depan mata. Tim nasional Spanyol akan menjadi tolok ukur sesungguhnya untuk menilai apakah proyek Tuchel ini berada di jalur yang benar menuju kejayaan.

Laga tandang di Madrid pada pertengahan November mendatang bakal menguji mentalitas juara sekaligus membuktikan apakah Inggris telah belajar dari kegagalan masa lalu. Hasil pertandingan krusial tersebut akan menentukan arah pandangan publik sepak bola Inggris sepanjang musim dingin nanti.