Kemenpora: Jangan Sampai Ada Klaster Corona Baru Liga 1 di Yogyakarta

Enam klub kontestan Liga 1 2020 memilih Yogyakarta sebagai home base di kelanjutan kompetisi. PSM Makassar, Persiraja Banda Aceh, Borneo FC, dan PSS Sleman memilih Stadion Maguwoharjo. Sementara, Persija Jakarta dan Bali United memilih Stadion Sultan Agung.
Pemilihan lokasi ini mendapat respons dari Sesmenpora Gatot Dewa Broto. Pemerintah, kata Gatot, tidak melarang hanya saja ia sempat mewanti-wanti jangan sampai banyaknya klub yang memilih home base di Kota Pelajar akan memberi dampak yang mengkhawatirkan.
''Saya sempat melontarkan candaan kepada manajer-manajer tim beberapa pekan lalu, jangan sampai di Yogyakarta jadi klaster corona baru. Karena DIY kan cukup stabil,'' kata Gatot saat jadi pembicara di kanal Youtube BNPB, Rabu (29/7/2020).
Hingga saat ini, pandemi COVID-19 di Indonesia masih mengkhawatirkan. Per data pemerintah, Rabu (29/7), sudah 104.432 terkonfirmasi kasus positif.
Khusus wilayah Yogyakarta, memang jadi daerah cukup minim terpapar virus corona. Per Rabu (29/7), Yogyakarta menempati peringkat ke-21 dengan 558 kasus positif dan 350 orang dinyatakan sembuh.
PSSI Jelaskan Liga 1 di Yogyakarta
Klub-klub yang memilih kandang di Yogyakarta juga sebetulnya juga atas rekomendasi dari PSSI. Federasi menilai wilayah Yogyakarta jadi lokasi paling strategis menggelar pertandingan dengan sejumlah faktor.
Pertama, untuk mempermudah koordinasi selama masa pandemi virus corona. Terlebih PSSI akan menerapkan aturan protokol yang ketat selama kelanjutan kompetisi. Diyakini, akan lebih memungkinkan jika dilakukan terpusat di Pulau Jawa.
Kedua, Yogyakarta lebih siap secara infrastruktur dan transportasi. Seperti diketahui, dua stadion yang disebutkan di awal sudah sesuai standar regulasi dan representatif. Bicara transportasi, jarak dari satu stadion ke stadion lain bisa ditempuh menggunakan jalur darat.
''Poinnya adalah pemerintah tidak menghalangi. Tapi pemerintah juga sadar bahwa olahraga, khususnya sepak bola itu multiplayer effect-nya tinggi. Mulai dari akomodasi, transportasi, hingga kuliner. Tapi, sekali lagi ingat, wajib patuhi protokol kesehatan,'' terang Gatot.
Di sini lain, PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyatakan bakal menerapkan protokol kesehatan ketat selama bergulirnya Liga 1 di Pulau Jawa. Salah satu caranya adalah dengan melakukan tes swab kepada pemain dan ofisial setiap 14 hari sekali.
Liga 1 2020 akan kembali bergulir pada 1 Oktober 2020. Ini adalah kelanjutan kompetisi musim ini yang sempat terhenti pada Maret 2020 karena pandemi corona.
---
