Kumparan Logo

Kenapa CEO Timnas Malaysia Hanya Disebut Konsultan Oleh FIFA?

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO tim nasional sepak bola Malaysia, Rob Friend (kiri), berbicara saat menghadiri konferensi pers di Petaling Jaya, dekat Kuala Lumpur (17/10/2025) Foto: Arif Kartono/AFP
zoom-in-whitePerbesar
CEO tim nasional sepak bola Malaysia, Rob Friend (kiri), berbicara saat menghadiri konferensi pers di Petaling Jaya, dekat Kuala Lumpur (17/10/2025) Foto: Arif Kartono/AFP

Perkara sepak bola Malaysia masih pelik. Selain ada skandal 7 pemain naturalisasi, status pria bernama Rob Friend juga membuat situasi kian rumit.

Selama ini, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memperkenalkan Rob Friend sebagai CEO Timnas Malaysia. Akan tetapi, dari dokumen yang dirilis FIFA, Friend yang berkebangsaan Kanada mengaku hanya seorang konsultan.

Jadi, Komite Banding FIFA menyatakan bahwa Friend, yang dipanggil untuk bersaksi terkait skandal 7 pemain naturalisasi, mengakui bahwa ia hanyalah konsultan untuk skuad nasional. Ia tidak mengakui diri sebagai CEO Timnas Malaysia.

Lebih lanjut, Friend juga mengatakan kepada FIFA bahwa ia tinggal di Kanada dan hanya terbang ke Malaysia jika ada pertandingan Timnas Malaysia. Ia menyebutkan bahwa perannya adalah membantu proyek tersebut, terutama dalam meningkatkan aspek kepelatihan dan staf teknis.

Ilustrasi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Foto: Shutterstock

Keterangannya berbeda saat berbicara pada media Malaysia. Saat dikonfirmasi terkait statusnya, Rob Friend mengaku dirinya adalah CEO Timnas Malaysia.

Friend mengatakan bahwa label 'konsultan' di dokumen FIFA itu merujuk pada peran penasihatnya dalam masalah hukum dan dukungan teknisnya di hari pertandingan, bukan pada posisi keseluruhannya. Ia menegaskan bahwa tugasnya hanya seputar performa dan strategi Timnas, sementara urusan administratif dan prosedural tetap menjadi tanggung jawab FAM.

Friend mengatakan, semua proses naturalisasi ditangani sepenuhnya oleh FAM di Malaysia. Ia hanya diminta untuk membantu proses tersebut mulai 22 Agustus 2025.

“Saya adalah CEO. Penunjukan resmi saya dalam sidang tersebut adalah CEO Timnas Malaysia. Penjelasan saya adalah tentang ruang lingkup keterlibatan, bukan peran atau jabatan. Yang jelas, saya tidak pernah menyangkal menjadi CEO,” kata Friend kepada media Malaysia, Scoop.

“Saya telah mendukung kepemimpinan dengan mengidentifikasi, melibatkan, dan berkoordinasi dengan para profesional hukum yang berpengalaman untuk memastikan masalah ini ditangani dengan tepat,” tambahnya.