Kenapa Gol Indah Pemain Crystal Palace Dianulir & Tak Dicek VAR? Cek Aturannya

Crystal Palace kalah 1-2 dari tuan rumah Brentford di Stadion GTech Community, dalam laga perdana Liga Inggris 2024/25, Minggu (18/8). Laga ini diwarnai insiden tidak disahkannya gol indah pemain The Eagles.
Kejadiannya terjadi di menit 26. Eberechi Eze melepas tendangan bebas yang langsung masuk ke gawang Brentford tanpa bisa dihalau Mark Flekken.
Namun, wasit Samuel Barrott menganulir gol yang dicetak oleh Eze itu. Ia bahkan tidak sama sekali mengecek VAR untuk memastikan keputusannya.
Kenapa demikian? Bukankah VAR bisa digunakan untuk menentukan suatu gol sah atau tidak?
Dalam Laws of the Game 2024/25, dijelaskan bahwa VAR hanya digunakan setelah wasit membuat keputusan pertama/asli, termasuk mengizinkan permainan dilanjutkan, atau jika insiden serius terlewatkan/tidak terlihat oleh ofisial pertandingan. Keputusan awal wasit tidak akan diubah kecuali ada 'kesalahan yang jelas dan nyata'. Ini termasuk keputusan apa pun yang dibuat oleh wasit berdasarkan informasi dari ofisial pertandingan lain, misalnya offside.
Kategori keputusan/insiden yang dapat ditinjau ulang jika terjadi potensi 'kesalahan yang jelas dan nyata' atau 'insiden serius yang terlewatkan' adalah:
Pelanggaran tim penyerang dalam persiapan atau pembentukan gol (handball, pelanggaran, offside, dll).
Bola keluar dari permainan sebelum gol.
Keputusan gol/tidak ada gol.
Pelanggaran oleh kiper dan/atau penendang saat melakukan tendangan penalti atau pelanggaran oleh penyerang atau pemain bertahan yang terlibat langsung dalam permainan jika tendangan penalti memantul dari tiang gawang, mistar gawang, atau penjaga gawang.
Laws of the Game juga menegaskan bahwa wasit harus selalu membuat keputusan awal seolah-olah tidak ada VAR dengan peringatan bahwa menunda bendera/peluit untuk pelanggaran hanya diperbolehkan dalam situasi serangan yang sangat jelas ketika seorang pemain akan mencetak gol atau memiliki peluang yang jelas untuk masuk/menuju area penalti lawan.
Untuk kasus Eberechi Eze, ofisial Premier League Match Centre memberikan penjelasan bahwa pemain Palace, Will Hughes, melakukan pelanggaran terhadap pemain Brentford, Nathan Collins.
Pelanggaran itu terjadi di kotak penalti Brentford ketika bola melayang di udara usai ditendang Eze. Peluit dibunyikan wasit sebelum bola masuk ke gawang, jadi VAR tidak dapat melakukan intervensi dan keputusan wasit tetap berlaku.
Setelah pertandingan, wasit Barrott meminta maaf kepada Eze. Ia mengaku telah melakukan kesalahan, yakni dalam konteks meniup peluit terlalu cepat. Sebab, andai peluit tidak ditiup terlalu cepat, ia bisa melakukan cek VAR setelah bola masuk gawang untuk memastikan apakah benar atau tidak telah terjadi pelanggaran.
"Saya diberi tahu [oleh wasit Samuel Barrott] bahwa dia meniup peluit terlalu cepat dan melakukan kesalahan. Itu bisa saja mengubah permainan tetapi kami harus menghadapinya," kata Eze kepada BBC.
