kumparan
20 Mei 2019 15:52

Kiat PSIS Semarang Hindari Sanksi Komdis: Denda Dibayar Suporter

Suporter PSIS Semarang, suporter bola
Sejumlah suporter klub PSIS Semarang, Panser Biru melakukan gerakan koreografi dalam pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia antara PSIS melawan Persebaya Surabaya di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (22/7) Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Baru-baru ini, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah menjatuhkan hukuman kepada tim peserta Liga 1 2019. Sama seperti musim sebelumnya, hukuman berupa denda masih jadi kesukaan Komdis untuk menjatuhkan sanksi.
ADVERTISEMENT
Denda yang diberikan oleh Komdis ini memang cukup menguras kantong para klub peserta kompetisi sepak bola Indonesia. Namun, bagi CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, sanksi berupa uang yang diberikan oleh Komdis sangatlah baik.
"Menurut saya sanksi denda yang diberikan Komdis cukup efektif. Sesuai kode disiplin PSSI memang hukuman bisa berupa denda, larangan beraktivitas, dan pertandingan tanpa penonton. Semua sudah dilakukan sesuai dengan tingkat kesalahannya," ujar Yoyok saat dihubungi kumparanBOLA, Senin (20/5/2019).
Menurut Yoyok, sanksi denda yang berlaku sangat efektif kepada pendukung klub Indonesia dan PSIS. Hal tersebut dibuktikan dengan minimnya PSIS mendapat sanksi pada musim lalu.
"Ada efek jera kepada suporter. Buktinya banyak klub dan pendukung yang sudah berubah. Termasuk PSIS tahun lalu hanya satu kali terkena sanksi akibat ulah pendukung. Padahal kami sering kalah di kandang," lanjut Yoyok.
ADVERTISEMENT
Aremania
Suporter Arema FC merayakan kemenangan tim kesayangannya atas Bhayangkara FC di Stadion Patriot Candrabhaga. Foto: Risky Andrianto/Antara
PSIS memang memiliki cara tersendiri untuk meminimalisir terkena sanksi. Ya, 'Laskar Mahesa Jenar' meminta kepada kelompok suporter yang membayar denda tersebut.
"PSIS sejak 2013 ada kesepakatan dengan organisasi suporter Panser dan Snex, siapapun yang mengakibatkan sanksi maka menanggung biaya sanksi, maka beberapa kali kena sanksi itu suporter yang membayar dengan cara iuran ramai-ramai," ucap Yoyok.
"Denda itu mahal dan berat, semua kembali ke klub dan suporter sendiri, mau berubah atau tidak. Hukuman apapun kalau tidak ada edukasi dari klub lebih dalam tetap saja akan diulangi suporter," tutup Yoyok.
Sebelumnya, PSS Sleman dan Arema FC menjadi dua tim yang pertama mendapat sanksi dari Komdis. PSS dijatuhkan sanksi total Rp 200 juta plus penutupan sebagian tribune selama empat pertandingan akibat panpel tak bisa memberikan rasa aman serta pendukungnya menyalakan flare.
ADVERTISEMENT
Sedangkan, Arema FC didenda sebesar Rp 75 juta akibat pendukungnya membuat kekisruhan saat pertandingan pembuka Liga 1 2019 lalu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan