Kumparan Logo

Kilas Balik Laga Terbaik Milan vs Lazio

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu duel Milan vs Lazio. (Foto: Olivier Morin/AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu duel Milan vs Lazio. (Foto: Olivier Morin/AFP)

Senin (29/1/2018) dini hari WIB akan tersaji grande partita yang mempertemukan tuan rumah AC Milan dengan Lazio pada giornata 22 Serie A.

Jangan dilihat secara klasemen, sebab keduanya terpisah empat strip. Lazio berada di peringkat ketiga dengan koleksi 46 angka, sedangkan Milan cuma nangkring di urutan tujuh.

Namun, secara tradisi baik Milan maupun Lazio adalah dua klub dengan sejarah yang kuat di Italia. Berikut kami rangkum beberapa laga menarik antara keduanya.

Lazio 1-5 Milan (Serie A 2007/2008)

Jauh sebelum Lazio mencukur Milan 1-4 di pertemuan pertama mereka di musim ini, Rossoneri pernah melakukannya pada Serie A edisi 2007/2008. Bahkan, kemenangan mereka lebih telak karena sukses membenamkan Tommaso Rocchi dan kolega 5-1 di Olimpico.

Massimo Ambrosini berhasil membungkam penggemar Lazio lewat gol cantiknya di menit 16. Tembakan jarak jauhnya berhasil mengelabui Fernando Muslera yang out of position.

Namun, keunggulan Milan tak bertahan lama usai Stefano Mauri membalasnya tujuh menit berselang. Sayangnya, itulah satu-satunya gol yang mampu diciptakan Lazio.

Kaka berhasil membawa timnya unggul melalui titik putih di menit 32. Pemain yang kemudian hijrah ke Real Madrid itu memperlebar keunggulan setelah melepaskan bola ke sela-sela kaki Muslera di menit 52.

Sementara dua gol sisanya diborong Alberto Gilardino di menit 69 dan 79 sekaligus membawa Milan menang 5-1. Kemenangan besar yang hingga saat ini belum bisa mereka ulang.

video youtube embed

Lazio 4-0 Milan (Coppa Italia 2003/2004)

Milan mengemban misi berat saat menyambangi Olimpico pada semifinal Coppa Italia 2003/2004 lalu. Keok 1-2 pada leg pertama di San Siro mengharuskan Diavolo untuk menang paling tidak dua gol tanpa balas.

Alih-alih menunaikan misinya, Milan justru kalah telak di sana. Parahnya lagi, keempat gol yang bersarang ke gawang Christian Abbiati terjadi hanya dalam kurun waktu 41 menit!

Cesar membuka pesta gol Lazio saat laga baru berjalan 11 menit. Disusul aksi Fabio Liverani usai menerima umpan dada Bernardo Corradi empat menit berselang. Sefano Fiore jadi momok bagi Milan di malam itu lewat brace yang diukirnya di menit 35 dan 41.

Carlo Ancelotti kemudian bereaksi dengan memasukkan Filippo Inzaghi dan Clarence Seedorf di awal babak kedua. Namun, usaha pelatih berjuluk Don Carlo itu sia-sia setelah Cristian Brocchi dijatuhi kartu merah oleh Pierluigi Collina. Tak ada lagi gol yang tercipta, Lazio menang dengan agregat 6-1 dan lolos ke babak final Coppa Italia.

video youtube embed

Lazio 3-1 Milan (Final Coppa Italia 1997/1998)

Ini menjadi kemenangan manis bagi Lazio. Dikatakan demikian karena anak asuh Sven Goran Eriksson itu kemudian keluar sebagai juara Coppa Italia.

Lazio berhasil membalikkan keadaan via Guerino Gottardi dan eksekusi penalti Vladimir Jugovic usai tertinggal lewat gol Demetrio Albertini di awal babak kedua. Artinya, Lazio butuh satu gol lagi untuk keluar sebagai juara karena tertinggal 0-1 di leg pertama.

Adalah Nesta yang kemudian jadi pahlawan usai memanfaatkan kemelut di mulut gawang Milan. Uniknya, pemain kelahiran Roma itu kemudian berseragam Milan lima musim berselang.

video youtube embed

Milan 0-0 Lazio (Serie A 2010/2011)

Berbeda dengan laga- laga lainnya yang berakhir dengan hujan gol, giornata 23 Serie A tujuh musim silam, laga ini berakhir tanpa gol. Uniknya, laga yang dihelat di San Siro itu merupakan terakhir kalinya kedua tim gagal mencetak gol saat bersua.

Milan yang saat itu diperkuat Zlatan Ibrahimovic, Robinho, dan Alexandre Pato mendominasi jalannya pertandingan dengan mencatatkan penguasaan bola sebesar 57%. Belum lagi dengan 19 percobaan tembakan yang mereka lakukan.

Sebagai perbandingan, Lazio hanya mampu membukukan tujuh peluang ke gawang Christian Abbiati. Ibra sebenarnya hampir saja menjebol gawang Muslera di babak kedua, akan tetapi sepakannya masih membentur mistar gawang, dua kali pula!

Pun demikian dengan tambakan Robinho yang masih bisa disapu Giuseppe Biava sebelum melewati garis gawang. Kendati laga berakhir sama kuat, tidak dengan nasib mereka. Milan berhasil merengkuh Scudetto di musim tersebut, sedangkan Lazio harus puas finis di peringkat ke lima.

video youtube embed

Lazio 4-1 Milan (Pertemuan Pertama Serie A 2017/2018)

Masih segar di ingatan kita dengan kemenangan terbesar Lazio dalam satu dekede terakhir atas Milan di ajang Serie A. Ya, hat-trick Ciro Immobile plus satu gol Luis Alberto lebih dari cukup untuk membenamkan Milan yang hanya mampu membalas lewat sebiji gol Ricardo Montolivo.

Kekalahan itu tak hanya menjadi yang pertama bagi Rossoneri di ajang resmi musim ini, tapi juga menularkan tren buruk pada laga-laga mereka selanjutnya di Serie A.

Dua pekan setelah takluk dari Lazio, Milan menelan kekalahan beruntun dari Sampdoria, AS Roma, dan Inter Milan. Bahkan, mereka juga cuma bermian imbang 0-0 kontra Genoa.

Sekarang jabatan pelatih Milan telah berpindah ke tangan Gattuso. Pelatih berusia 40 tahun itu juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan lewat tiga kemenangan dan satu hasil imbang, termasuk saat sukses menyingkirkan Inter Milan di perempat final Coppa Italia.

So, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membalas dendam kekalahan pahit dari Lazio di pekan pertama.

video youtube embed

====

*) kumparanBOLA berkolaborasi dengan Super Soccer TV menghadirkan tayangan-tayangan Serie A di kumparan. Nantikan tanggal mainnya!