Kumparan Logo

Kiper PSIR yang Lepaskan Tendangan 'Kung-fu' Dihukum Seumur Hidup

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono.
 Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono. Foto: Dok. Istimewa

Kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, dilarang beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup buntut tendangan 'kung-fu' yang ia lakukan terhadap pemain Persikaba Blora Rizal Dimas Agesta.

Sanksi tersebut diberikan lantaran Raihan yang berposisi sebagai kiper secara sengaja menendang dada Rizal dalam laga Liga 4 Jawa Tengah di Stadion Krida, Rabu 21 Januari 2025. Tendangannya bahkan membuat Rizal masuk rumah sakit.

Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono, mengatakan sanksi itu diambil setelah pihaknya menggelar sidang disiplin selama lebih dari tiga jam, mulai pukul 20.30 hingga sekitar tengah malam.

"Agenda sidang fokus pada tindakan tidak sewajarnya yang dilakukan penjaga gawang PSIR Rembang nomor punggung 77 atas nama Raihan Alfariq," ujar Evan dalam jumpa pers, Kamis (22/1).

Ia menjelaskan, perbuatan Raihan dilakukan secara sengaja dan mengancam keselamatan pemain. Sehingga perlu ada sanksi atau hukuman yang tegas sesuai Pasal 48 jo. Pasal 49 jo. Pasal 10 jo Pasal 19 Kode Disiplin 2025

"Komite Disiplin memutuskan sanksi hukuman Larangan beraktivitas dan berpartisipasi di sepakbola di bawah naungan PSSI seumur hidup. Serta sanksi denda sebesar Rp 5.000.000 atas pelanggaran terhadap ketentuan tersebut," tegas dia.

Selain menjatuhkan sanksi kepada pemain, Komdis PSSI Jateng juga memberikan rekomendasi kepada Komite Wasit. Wasit dan asisten wasit dua direkomendasikan mendapat larangan bertugas selama satu tahun, sedangkan asisten wasit satu diberikan peringatan serta pembinaan lanjutan.

Aksi tendangan kung-fu kiper PSIR Rembang. Dok: Instagram @persikabaofficial

"Langkah tegas yang ditempuh Komdis Asprov PSSI Jateng untuk menciptakan sepakbola yang aman, nyaman dan fair play. Semoga keputusan ini menjadi pengingat dan pembelajaran bagi kita semua, agar Liga 4 Jawa Tengah berjalan baik berdasarkan ketentuan yang mengaturnya," jelas Evan.

Terkait kondisi korban, Samuel menyebutkan, Rizal sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Hasil pemeriksaan medis telah keluar dan saat ini pemain tersebut menjalani rawat jalan. Permintaan maaf dari pihak PSIR Rembang baru disampaikan melalui media sosial pada Rabu malam sekitar pukul 23.30 WIB," kata Evan.