Kiper Terbaik Liga 1 di Antara Penyelamatan dan Buruknya Pertahanan

Tercantum catatan positif di balik buruknya performa Mitra Kukar di ajang Liga 1. Catatan itu tentang predikat 'Raja Save' Liga 1 yang dilekatkan kepada penjaga gawang mereka, Gerri Mandagi.
Disitat Labbola, Gerri melakukan 48 penyelamatan. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di antara kiper-kiper lainnya yang berlaga di kompetisi teratas sepak bola Indonesia. Di bawah Gerri, ada kiper Barito Putera, Aditya Harlan, yang mencatatkan 45 penyelamatan.
Lalu, kiper Bali United, Wawan Hendrawan, yang terhitung melakukan 43 penyelamatan. Sementara, kiper dengan jumlah save terbanyak urutan keempat dan kelima milik penjaga gawang Persela Lamongan, Dwi Kuswanto, yang mengemas 42 penyelamatan dan kiper Bhayangkara FC, Awan Setho, dengan 40 penyelamatan.
Namun, jika menilik performa tim secara keseluruhan, jumlah penyelamatan yang dicatatkan lima kiper tersebut diakibatkan oleh buruknya koordinasi lini pertahanan. Lihat saja performa Mitra Kukar.
Perjalanan Mitra Kukar sepanjang putaran pertama musim ini tak bisa dikatakan memuaskan. Mereka mengakhiri paruh musim Liga 1 dengan bertengger di peringkat ke-14 setelah mengoleksi 20 poin hasil dari 6 kemenangan, 2 imbang, dan 9 kali kalah.
Bergabungnya eks pemain Sevilla, Fernando Rodriguez Ortega, dan mantan pemain Newcastle United, Danny Sean Guthrie, tak mampu membuat 'Naga Mekes' menjejak papan atas. Namun, kontribusi kedua pemain tersebut tak bisa disepelekan.
Ortega berhasil menjadi mesin gol Mitra Kukar dengan koleksi 12. Sementara itu, Guthrie dapat menunaikan tugasnya sebagai penyeimbang dan jembatan antar lini dengan baik. Dan, yang menjadi persoalan Mitra Kukar adalah pertahanan.
Tengok saja jumlah kemasukan Mitra Kukar musim ini. Total 27 gol yang bersarang di gawang membikin Mitra Kukar menjadi tim dengan pertahanan terburuk ketiga di antara kontestan lainnya. Beruntung bagi Mitra Kukar, Gerri dapat bermain impresif.
Memang, tak ada catatan detail mengenai jumlah tembakan yang mengarah ke gawang Mitra Kukar sepanjang putaran pertama. Akan tetapi, jumlah gol dan penyelamatan Gerri yang mencapai 48 kali mengonfirmasi bahwa banyak ruang yang bisa dimanfaatkan lawan untuk membidik gawang Mitra Kukar.
Dengan kata lain, pemain belakang Mitra Kukar macam Mauricio Leal dan Saepuloh Maulana tak mampu menutup ruang di teritorial sendiri. Tak heran juga bila Mitra Kukar cuma mampu mencatatkan 4 clean sheet.
Pertahanan Barito Putera juga mempunyai rapor minor. Hal tersebut ditenggarai oleh buruknya keseimbangan permainan mereka. Itu terlihat dari statistik yang mereka catatkan sepanjang putaran: 30 gol dan 25 kali kebobolan.
Angka tersebut menggambarkan, Barito Putera tajam di depan, tetapi rapuh di belakang. Jumlah clean sheet Barito Putera juga cuma 2. Sederet catatan tersebut melihatkan bahwa titik lemah 'Laskar Antasari' berada di lini pertahanan. Hal itulah yang kemudian menjadi salah satu faktor yang membuat lonjakan jumlah penyelamatan Aditya.

Untuk menegaskan simpulan --banyaknya jumlah penyelamatan kiper Liga 1 berbanding lurus dengan buruknya koordinasi lini belakang-- benar adanya, mari lihat sistem pertahanan klub dengan jumlah kebobolan paling sedikit: Persib Bandung.
Penjaga gawang Persib sendiri tak masuk dalam lima kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak. Fakta tersebut bisa menyimpulkan bila jumlah tembakan yang mengarah ke gawang Persib lebih sedikit daripada Mitra Kukar dan Barito Putera.
Yang jadi pertanyaan, apa yang menyebabkan hal tersebut? Jawabannya tentu saja terletak pada kokohnya lini belakang Persib. Klub berjuluk 'Maung Bandung' itu mempunyai sistem pertahanan yang baik.
Dalam analisis yang sempat kumparanBOLA buat, ada dua faktor penting yang membikin pertahanan Persib rapat dan kokoh. Pertama, dua bek sayap Persib tak terlibat aktif membangun serangan. Hal tersebut sebagai upaya meminimalkan ruang di tepi lapangan.
Faktor selanjutnya adalah keberadaan Dedi Kusnandar di lini tengah. Pemain asal Jatinangor itu sukses menjaga kedalaman dan keseimbangan permainan Persib. Dedi juga dapat menjadi peredam serangan lawan di sepertiga akhir.
Itulah yang kemudian membikin pertahanan Persib kokoh dan kiper mereka pun tak sesibuk penjaga gawang dengan jumlah penyelamatan terbanyak. Dan, Persib juga mampu mencatatkan 8 clean sheet.
Meski begitu, penampilan kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak perlu untuk diapresiasi setinggi-tingginya. Sebab, merekalah yang menjadi pemain terakhir bagi klubnya untuk mengagalkan lawan mencetak gol. Tak cuma itu, mereka pulalah yang menjadi jawaban atas buruknya koordinasi pertahanan klub yang dibelanya.
Pada akhirnya, penyelamatan-penyelamatan yang mereka lakukan di ajang Liga 1 berdampak besar terhadap posisi klub di papan klasemen.
Sepakat?
