Bola & Sports
·
13 Juli 2020 8:31

Kirim Pesan Rasialisme ke Wilfried Zaha, Bocah 12 Tahun Ditangkap Polisi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kirim Pesan Rasialisme ke Wilfried Zaha, Bocah 12 Tahun Ditangkap Polisi (55593)
Selebrasi Wilfried Zaha mencetak gol ke gawang Brighton. Foto: REUTERS/David Klein
Seorang bocah berusia 12 tahun ditangkap polisi setelah mengirim pesan rasialisme ke Wilfried Zaha. Menurut laporan, pesan rasialisme itu dikirim ke Zaha lewat media sosial.
ADVERTISEMENT
Zaha mengungkap bahwa ia menerima sejumlah pesan mengancam di media sosial sebelum laga Crystal Palace vs Aston Villa (12/7). Manajer Palace, Roy Hodgson menyebut pesan itu sebagai tindakan pengecut dan menyedihkan.
BBC Sport melaporkan bahwa Kepolisian West Midlands merespons pengakuan Zaha. Mereka mengatakan akan melakukan investigasi atas hal tersebut.
Pihak kepolisian akhirnya melaporkan ada penangkapan terkait kasus kiriman pesan rasialisme ke Zaha. Dalam cuitan Kepolisian West Midlands terungkap bahwa pelakunya adalah seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun.
Sebelum terjadi penangkapan, banyak dukungan mengalir ke Zaha. Salah satunya dari Hodgson yang mendukung Zaha untuk buka suara terkait hal itu.
"Sangat menyedihkan ketika seorang pemain yang akan bermain melihat pesan pengecut semacam ini. Apa yang Wilf lakukan untuk buka mulut adalah tidakan yang benar. Saya rasa kita tak bisa diam saja soal ini," kata Hodgson kepada Sky Sports.
ADVERTISEMENT
"Pelakunya ingin membuat pemain terbaik kami tak bisa bermain dengan sempurna hari ini. Cara dia melakukannya sangat tidak bisa diterima," sambung dia.
Kirim Pesan Rasialisme ke Wilfried Zaha, Bocah 12 Tahun Ditangkap Polisi (55594)
Wilfried Zaha loloskan Pantai Gading ke perempat final Piala Afrika. Foto: Reuters/Suhaib Salem
Senada dengan Hodgson, pihak Premier League juga mengecam pesan rasialisme ke Zaha.
"Perilaku semacam ini tidak bisa diterima. Premier League mendukung Wilfried Zaha dalam usahanya melawan diskriminasi," tulis Premier League.
"Kami akan terus mendukung pemain, manajer, dan pelatih, serta anggota keluarga mereka yang mendapat diskriminasi," imbuh mereka.
****
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.