Kumparan Logo

Kisah Amr Zaki: Diklaim Lebih Hebat dari Messi, Berbohong Demi Bisa Berpuasa

kumparanBOLAverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Eks pemain Wigan, Amr Zaki. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Eks pemain Wigan, Amr Zaki. Foto: Getty Images

Amr Zaki pernah disandingkan dengan Lionel Messi karena kehebatannya di atas lapangan. Ia pun memiliki kisah yang unik saat menjalani ibadah puasa di bulan ramadhan.

Amr Zaki sendiri memang sempat menarik perhatian para pecinta Liga Inggris pada musim 2008 silam, tepatnya saat penyerang kelahiran Mansoura, Mesir ini memperkuat tim Wigan Athletic.

Amr Zaki memang bukan penyerang tajam yang bersaing di daftar top skor seperti Cristiano Ronaldo dan Nicolas Anelka pada saat itu, namun tetap saja ia masuk kategori bomber berbahaya kala itu.

Cepat, bertenaga, skill mumpuni, jago duel udara, dan kemampuan memberi tekanan kepada bek adalah karakteristik permainan Amr Zaki.

Hal ini membuat pelatih sekelas Steve Bruce (yang kala itu menangani Wigan) jauh-jauh terbang ke Kairo untuk memastikan kesepakatan terjadi antara pemain dengan klubnya.

Eks pemain Wigan, Amr Zaki. Foto: Getty Images

Ketika akan dipermanenkan oleh Wigan, Amr Zaki bahkan sempat diklaim oleh petinggi klubnya sebagai pemain yang lebih hebat dari Messi. Ia pun dipatok dengan nilai 250 juta pounds (setara Rp 5 triliun) pada saat itu.

Kedatangannya tak serta merta disambut dengan tangan terbuka. Terutama oleh pemilik Wigan saat itu, Dave Whelan. Dikutip dari These Football Times, ia meragukan kapasitas Amr Zaki.

"Penyerang dari Mesir? Sangat tidak biasa," ujarnya setelah Steve Bruce menyatakan ketertarikannya pada Amr Zaki.

Wajar saja, saat itu Liga Inggris didominasi penyerang asal negara Afrika lainnya. Tapi tidak untuk Mesir.

Amr Zaki melakukan debutnya di kancah sepak bola pada 2001 saat itu masih berusia 19 tahun. Di usia muda, ia mampu menunjukkan catatan impresif dengan mencetak sembilan gol bagi El Mansoura, tim divisi dua Liga Mesir.

X post embed

Ketajamannya membawanya hijrah ke tim kasta teratas, ENPPI, pada 2003. Dia mampu menampilkan permainan cemerlang dan berhasil membawa timnya meraih Piala Liga Mesir tahun 2015.

Bahkan hal tersebut berlanjut di kancah internasional, di mana ia mampu mencetak enam gol dari tujuh pertandingan kualifikasi Piala Dunia dan berandil mengusung Mesir merajai sepak bola Afrika pada 2006 silam.

Ketajaman itu lantas membuat tim-tim Inggris meminatinya, namun justru Lokomotiv Moskva yang membawanya ke Liga Rusia. Sayang, cuaca dingin tak mampu dihadapi Amr Zaki sehingga ia hanya bertahan selama tiga bulan di sana.

Pasca meninggalkan Rusia, Amr Zaki memilih pulang ke kampung halaman dan bergabung dengan Zamalek. Dia pun berhasil mengembalikan performanya dan membawa timnya itu meraih Piala Liga Mesir, bahkan berlanjut pada Piala Afrika 2008 yang lantas mengundang ketertarikan tim Inggris kepadanya.

X post embed

Usia merajai Piala Afrika 2008 bersama Mesir, Wigan Athletic datang untuk memboyongnya ke Inggris. Bahkan The Latics mendatangkannya dengan status pinjaman yang dapat dipermanenkan kemudian hari. Bisnis jitu mengingat keraguan dari sang pemilik.

Tak butuh waktu lama Amr Zaki menancapkan taringnya di Inggris. Pada debutnya, Wigan dibuat terkesan, di mana ia mencetak gol di laga perdananya saat berhadapan dengan Sheffield Wednesday pada laga persahabatan.

Di laga pertama Amr Zaki di Liga Inggris, Wigan harus menelan kekalahan. The Latics pun kemudian juga kalah dari Chelsea di pertandingan berikutnya. Meski begitu, penampilan sang pemain banyak mendapat pujian pada saat itu.

Baru pada saat melawan Hull City, Amr Zaki menggila. Ia mampu mencetak dua gol dalam kemenangan 5-0 Wigan. Bahkan keran golnya berlanjut saat meraih hasil imbang 1-1 melawan Sunderland dan mencetak gol kala menghadapi Manchester City.

Tak berhenti sampai di situ, saat berkunjung ke Anfield, Liverpool dibuat kesulitan oleh Amr Zaki. Dua golnya di babak pertama membuat The Reds sempat tertinggal sebelum mengakhiri laga dengan kemenangan.

X post embed

Keberhasilannya nyetel di Inggris membuatnya masuk dalam nominasi pemain terbaik Afrika, meski dirinya harus kalah dari Emmanuel Adebayor.

Sayang, kariernya di Inggris tak bertahan lama. Keputusan Wigan merekrut kompatriot Amr Zaki, Mido, membuatnya tak bahagia.

Ditambah lagi badai cedera yang menerpanya. Alhasil, perjalanan singkatnya pun berakhir di tanah Inggris bersama Wigan.

Meski begitu, Amr Zaki mampu menorehkan sebuah catatan apik. Total 10 gol dan dua assist dicetaknya dalam 29 pertandingan Liga Inggris. Ia juga berhasil membawa Wigan bertengger di peringkat ke-11 di klasemen akhir dengan perolehan 45 angka.

Meski kini namanya mulai hilang dari publikasi, namun ada satu kisah inspiratif saat Amr Zaki masih dalam masa keemasan dan bermain gemilang buat Wigan.

Amr Zaki diketahui sempat terpaksa berbohong agar dirinya bisa tetap menjalankan ibadah puasa ramadhan. Kejadian tersebut bermula saat Steve Bruce, manajer Wigan kala itu, meminta Zaki memilih antara berpuasa atau bermain dalam tim.

Pelatih anyar Newcastle United, Steve Bruce. Foto: Dok. Newcastle United.

Zaki yang memegang teguh keimanannya, akhirnya memilih berbohong dengan mengatakan tidak berpuasa sehingga Steve Bruce pun memainkannya saat Wigan menghadapi Newcastle United.

"Dia mengerti keputusan saya puasa. Namun dia tidak ingin menurunkan saya ketika melakukannya. (Akhirnya) saya memilih beribadah tapi tanpa memberitahunya. Saya merasa tetap tampil baik dan tidak mengalami masalah," ungkap Zaki, dikutip dari Goal.

Sebagai informasi, waktu berpuasa sebagian besar negara Eropa jauh lebih panjang dibanding wilayah lain. Jika di Asia hanya perlu menahan nafsu sekitar 12 jam, namun di beberapa negara Eropa berkisar 16 hingga 20 jam.

Menariknya, meski tampil dengan perut kosong dan bermain penuh selama 90 menit, namun Amr Zaki mampu gemilang bahkan menjadi pahlawan tim berkat sebiji golnya pada menit ke-71'. (Pertandingan berakhir dengan skor 2-1).

****

embed from external kumparan