Kumparan Logo

Kisah Baba Rahman, Calon Bintang Chelsea yang Jadi Pemain Pinjaman Abadi

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Chelsea Baba Rahman. Foto: GLYN KIRK/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Chelsea Baba Rahman. Foto: GLYN KIRK/AFP

Baba Rahman berlabuh di Stamford Bridge dari Augsburg pada 2015 silam. Kehadirannya di Chelsea tampaknya akan menjadi ujung tombak perombakan besar-besaran lini belakang The Blues.

Namun, kenyataan berkata lain. Lima tahun kemudian, pemain Timnas Ghana itu jadi bagian dari tim U-23 Chelsea usai menjalani masa pinjaman ketiganya di musim lalu dan kini memperkuat tim Yunani sebagai pemain pinjaman kembali.

Rahman dibawa ke Chelsea untuk menggantikan Filipe Luis yang dikirim balik ke Atletico Madrid karena ketidakmampuannya untuk melaksanakan taktik Jose Mourinho.

Pemain Chelsea Baba Rahman. Foto: GLYN KIRK/AFP

Diboyong dengan mahar USD 31 juta (Rp 446 miliar), Ia diharapkan bisa menjadi pengganti Cesar Azpilicueta di bek kiri. Belakangan, posisi itu dimiliki oleh Azpilicueta.

Kini, Chelsea telah menggelontorkan dana untuk bek kiri lagi, Ben Chilwell, dan Rahman dibiarkan bermain dengan tim cadangan tanpa tempat di skuad Liga Inggris.

Setelah tiba di Inggris pada 2015, musim pertama Rahman di Chelsea berjalan seperti yang diharapkan. Dia adalah pemain yang berguna dan membuat 15 penampilan di Premier League.

Sial menimpanya kemudian. The Blues memulai musim dengan buruk dan bercokol tepat di atas zona degradasi pada Desember ketika The Special One dipecat.

Di bawah kepelatihan Guus Hiddink, Ia lebih sering diturunkan di paruh kedua. Rahman bermain selama 90 menit dalam tujuh dari 10 laga terakhir Chelsea di Liga Inggris.

Baba Rahman dalam sesi latihan bersama Chelsea. Foto: Instagram/baba_rahman_

Memasuki musim baru, Rahman kembali berada di posisi yang sulit. Kala itu, ia harus meyakinkan Antonio Conte yang datang menggantikan Guus Hiddink.

Keputusan Conte, Rahman dikembalikan ke Jerman dan bergabung dengan Schalke dengan status pinjaman untuk musim 2016/17.

Pada Januari 2017, Rahman kemudian memperkuat Ghana untuk berlaga di Piala Afrika. Nasib sial lagi, ia pulang dengan membawa cedera ligamen lutut sebagai oleh-oleh.

Sementara itu di Stamford Bridge, Conte telah menemukan formasi yang tepat untuk Chelsea, yakni 3-4-3. Bisa dibilang, Rahman dengan kemampuannya akan cocok dalam formasi tersebut.

Sebaliknya, pemain baru, Marcos Alonso, justru menjadi pilihan pertama Conte dan mengisi tim utama.

Schalke kemudian memperpanjang masa pinjaman Rahman untuk musim berikutnya. Akan tetapi nasibnya tetap tak baik. Ia hanya merumput 33 menit di Bundesliga pada musim 2017/18.

Baba Rahman berlaga saat Reims menghadapi Paris Saint-Germain. Foto: Instagram/baba_rahman_

Musim berikutnya, Rahman kembali dipinjamkan ke klub Prancis, Reims, pada Januari 2019. Di sana, ia 11 kali turun dan bermain selama 90 menit penuh dalam 10 laga di antaranya.

Rahman mengakhiri masa baktinya di Ligue 1 dengan mencetak gol dan mencatatkan assist dalam kemenangan 3-1 atas Paris Saint-Germain pada laga terakhir musim 2018/19.

Namun, hal tersebut tidak cukup untuk membuat manajer baru Chelsea, Frank Lampard, terkesan. Pelatih asal Inggris itu juga urung memberinya kesempatan.

Pemain yang berposisi sebagai bek sayap itu kembali mengalami cedera lutut dalam masa pinjaman ketiganya, yakni bersama Real Mallorca. Rahman baru tampil tiga laga sebelum kompetisi berhenti karena pandemi corona.

Kini, Rahman kembali merantau ke daratan Eropa lain. Ia kembali dipinjamkan ke PAOK Salonika di Liga Yunani sampai musim 2020/21 berakhir.

****

embed from external kumparan