Kisah Jon Flanagan, 'The Next Cafu' yang Dibuang Liverpool & Sempat Dibui

Jon Flanagan tentu tidak akan lupa dengan kariernya bersama Liverpool di musim 2013/14. Kala itu, ia berhasil muncul ke tim utama The Reds setelah bermusim-musim hanya bermain di tim cadangan. Masa depannya pun tampak cerah.
Pada musim saat Liverpool nyaris menjadi juara itu, Flanagan bermain luar biasa sebagai seorang full-back. Selain apik dalam membantu pertahanan Liverpool, ia juga piawai menjadi salah satu penginisiasi serangan.
Flanagan bisa bermain di sisi kanan atau kiri pada lini pertahanan Liverpool saat itu. Di musim itu, ia mencatatkan 25 laga dengan torehan 1 gol dan 2 assist. Selain itu, bek yang kini berusia 28 tahun tersebut memiliki rata-rata 5 defensive action (tekel, intersep, clearance) per laga.
Bahkan, menurut catatan Squawka, ia juga punya akurasi operan sebesar 83% —menunjukkan kalau dia cukup oke untuk mengalirkan bola dari sayap.
Berkat penampilan impresifnya musim itu, Flanagan kemudian dijuluki “The Scouse Cafu” dan bahkan sampai bertemu dengan sosok Cafu.
Posisi Flanagan dan Cafu memang persis sama: full-back kanan. Dan disamakan dengan legenda hidup Brasil yang sudah memenangi dua trofi Piala Dunia itu jelas sebuah kebanggaan tersendiri.
“Kami menghabiskan waktu dengan makan, bercakap-cakap, dan foto bersama. Ia sangat kuat dan ia punya segala yang dibutuhkan untuk menjadi full-back terbaik di dunia,” ucap Cafu, dikutip dari laman resmi Liverpool.
Sayangnya, apa yang dikatakan oleh Cafu itu tak pernah terjadi. Setelah disematkan gelar “The Scouse Cafu”, karier Flanagan justru menurun.
Pada musim 2014/2015, sama seperti performa Liverpool yang terjun bebas, performa Flanagan juga tiarap. Situasi makin buruk setelah ia mendapatkan cedera yang membuatnya menepi dari 27 April 2015 hingga 11 Januari 2016.
Kala Brendan Rodgers digantikan oleh Juergen Klopp di musim berikutnya, nama Flanagan tak lagi diperhitungkan.Akhirnya, pada musim 2016/17, ia harus sudi dipinjamkan ke Burnley.
Sialnya, di Burnley ia tak jua mendapatkan menit bermain yang cukup. Ia hanya bermain 7 laga di seluruh kompetisi yang diikuti Burnley.
Musim ini, situasi buruk berubah menjadi terlampau buruk bagi Flanagan. Ia tak juga mendapatkan menit bermain. Bahkan, Flanagan kalah bersaing dengan Trent Alexander-Arnold yang baru berusia 19 tahun.
Ia tak bermain satu laga pun bersama Liverpool musim ini. Di kala cahaya perihal kapan ia akan dipercaya oleh Klopp tak lagi tampak, pada 22 Desember 2017, Flanagan ditangkap oleh polisi akibat dianggap melakukan tindakan kekerasan.
Menurut laporan BBC, Flanagan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain di Duke Street, sebuah tempat di pusat kota Liverpool. Ia kemudian dibebaskan dengan jaminan, tetapi harus mendatangi sidang pada tahun 2017.
Mengetahui ini, pihak Liverpool sendiri angkat tangan terhadap kelakuan Flanagan.
“Liverpool telah mengetahui ada sebuah insiden yang melibatkan salah satu pemain di tim utama. Kami takkan memberikan komentar lebih lanjut ketika prosesnya kini sedang terlaksana dengan pihak terkait,” jelas Liverpool dalam pernyataan resmi klub.
Selain Burley, Flanagan sempat menjalani masa pinjaman bersama Bolton. Di sana ia pun gagal menemukan permainan terbaiknya. Pada musim 2018/19, Flanagan pindah ke Rangers untuk bergabung dengan Steven Gerrard.
Bermain selama dua tahun di Liga Utama Skotlandia, ia hanya memiliki 39 penampilan. Kini, Flanagan bermain untuk klub asal Belgia, RSC Charleroi, dengan sudah mengemas 10 laga.
Flanagan pun dikontrak sejak November 2020 yang lalu hingga musim panas tahun 2021 mendatang. Tim yang dibelanya itu saat ini tengah berada di urutan keenam dalam klasemen sementara Liga Belgia.
****
