Kisah Jonathan Woodgate Dijuluki Rekrutan Terburuk Real Madrid di Abad ke-21

Jonathan Woodgate, masihkah penggemar Real Madrid ingat nama itu? Ia diklaim memiliki potensi untuk menjadi bintang di Liga Inggris sebelum kariernya redup bersama Los Blancos.
Woodgate mengalami nasib buruk di ibu kota Spanyol dan kesulitan untuk kembali ke performa terbaiknya setelah itu.
Keputusan Madrid untuk membeli Woodgate dari Newcastle United pada 2004 dengan 13 juta pounds tentu mengejutkan dunia sepakbola.
Woodgate, harus dikatakan, adalah bek berbakat pada saat itu. Setelah memantapkan dirinya sebagai pemain reguler Liga Inggris bersama Leeds United saat remaja, Newcastle memilih untuk mengontraknya pada musim dingin 2003.
Ia menunjukkan kualitasnya di liga dan Piala UEFA. Sayangnya, penampilan apiknya untuk The Magpies dibarengi dengan serangkaian cedera, sehingga membuatnya hanya tampil 37 kali dari kemungkinan 71 pertandingan selama di St. James Park.
Jadi, ketika Woodgate sekali lagi mengalami masalah kebugaran di musim panas 2004, Newcastle hampir tidak percaya ketika Madrid mengajukan penawaran.
"Ini adalah tawaran yang ekstrem dan luar biasa yang pada dasarnya harus kami terima," kata manajer Newcastle, Sir Bobby Robson, saat itu.
"Tidak ada yang senang dia pergi karena kita tahu apa yang hilang dari kita. Dalam kondisi terbaiknya, dia adalah yang terbaik di negeri ini," lanjutnya.
Setelah menjalani tes medis dengan raksasa La Liga tersebut, Woodgate resmi menjadi pemain Madrid, bergabung dengan skuad yang berisi rekan senegaranya seperti Michael Owen dan David Beckham, serta bintang lain macam Zinedine Zidane, Roberto Carlos, Luis Figo dan Ronaldo.
Debutnya harus menunggu sedikit lebih lama, sebagaimana pemain internasional Inggris itu tidak tampil sama sekali di tahun pertamanya bersama Los Blancos. Mengingat dia telah absen begitu lama, sudah diantisipasi bahwa Woodgate akan berkarat ketika dia akhirnya kembali ke lapangan dan itu terbukti saat ia mencatatkan debut.
Dia tidak hanya mencetak gol bunuh diri melawan Athletic Bilbao, debut bek sentral itu pun berakhir lebih awal setelah mendapatkan kartu kuning kedua.
Beruntung, Madrid masih mampu memenangi pertandingan dengan skor 3-1 dan para pendukung klub menunjukkan kesediaannya untuk kembali memberikan kesempatan kepada Woodgate.
"Itu bukan debut terbaik di dunia," kata Woodgate setelah pertandingan perdananya.
"Jelas, saya tidak ingin mencetak gol bunuh diri. Saya hanya tidak percaya saya diusir. Saya tidak berpikir kartu kuning kedua adalah tindakan tepat, tapi itu keputusan wasit."
"Saya ingin berterima kasih kepada publik, yang brilian ketika saya berjalan keluar. Mereka semua bertepuk tangan dan bersorak. Secara fisik, saya merasa baik. Kaki saya tidak ada masalah dan saya merasa kuat. Saya akan kembali lebih kuat."
Sesuai kata-katanya, Woodgate pulih dengan baik setelah membuat kesan pertama yang 'mengerikan'. Ia bahkan sanggup mencetak gol penyeimbang pada bulan berikutnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Rosenborg dan, pada awal 2006, dia membantu timnya meraih clean sheet.
Namun, momentumnya terhenti oleh cedera lain yang membuat musim keduanya di Spanyol berakhir dengan hanya 14 penampilan di semua kompetisi.
Kedatangan Fabio Capello menjelang dimulainya musim 2006/07 membuat Los Blancos mendatangkan bek tangguh Juventus Fabio Cannavaro, tetapi Woodgate tetap berharap dia akan diberi kesempatan untuk membuktikan nilainya kepada pelatih Italia tersebut.
"Saya kembali bermain dan mengapa saya ingin meninggalkan klub terbaik di dunia? Akan sedikit aneh jika Madrid membuat saya fit untuk pertama kalinya dalam 18 bulan dan ingin menjual saya," kata Woodgate kepada The Guardian pada saat itu.
Awalnya, Madrid menolak keinginan itu dengan hanya meminjamkannya ke Middlesbrough tetapi kemudian memilih untuk membiarkan dia bergabung dengan klub kampung halamannya secara permanen pada April 2007 seharga 7 juta pounds.
Setelah tampil mengesankan di musim pertamanya di Riverside, cedera sekali lagi menahan Woodgate di musim berikutnya, tetapi dia masih berhasil mengamankan kepindahan ke Tottenham Hotspur pada 2007.
Meski begitu, kariernya terus menurun, dengan penampilannya yang kokoh dibayangi oleh masalah cedera jangka panjang, dan ia mengukir penampilan terakhir bersama timnas Inggris pada 2008 untuk menggenapi caps-nya menjadi delapan.
Woodgate telah berjuang melawan rentetan cedera dengan berani tetapi akhirnya gantung sepatu pada 2016.
Seperti yang diutarakan Robson, Woodgate adalah salah satu bek terbaik Inggris ketika sepenuhnya fit, namun kariernya yang paling diingat adalah periode suramnya di Santiago Bernabeu, selagi jajak pendapat Marca pernah menjulukinya sebagai rekrutan terburuk Madrid di abad ke-21.
Meski menerima predikat tak menyenangkan itu, Woodgate mengingat kembali waktunya di Spanyol dengan baik, sekalipun ada beberapa penyesalan yang bisa dimengerti atas apa yang terjadi.
Namun, tak adil rasanya jika merefleksikan buruknya debut Woodgate di Real Madrid dengan perjalanan kariernya yang singkat tersebut.
Alih-alih menyalahkan Woodgate, pilihan Madrid yang nekat merekrut Woodgate yang sedang cedera juga amat patut untuk diingat. Selama membela Madrid, ia tercatat hanya tampil sebanyak 14 kali.
****
