Kisah Pemain Bali United, Figo Beckham, yang Punya Adik Bernama Ronaldo & Ramos

10 Oktober 2022 13:47 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Foto pemain muda Bali United, Figo Beckham Poniskori. Foto: Facebook/Figo Poniskori
zoom-in-whitePerbesar
Foto pemain muda Bali United, Figo Beckham Poniskori. Foto: Facebook/Figo Poniskori
ADVERTISEMENT
'Nama adalah doa' merupakan frasa yang seringkali terucap di Indonesia. Frasa ini begitu populer selama berabad-abad dan menjadi landasan utama setiap orang tua kala memberikan nama kepada sang buah hati.
ADVERTISEMENT
Salah satunya seperti yang dialami pemain muda Bali United, Figo Beckham Poniskori. Sang ayah memiliki alasan khusus soal pemberian nama tersebut.
Figo bercerita, ayahnya adalah penggemar berat Real Madrid. Sang ayah mulai menasbihkan dirinya sebagai Madridistas pada awal 2000-an.
Pada masa awal menjadi Madridista, ada dua pesepak bola yang menjadi idola aang ayah. Adalah Luis Figo dan David Beckham, pesepak bola tenar era 1990-an dan awal 2000-an, yang menjadi figur utama.
David Beckham merayakan gol untuk Real Madrid. Foto: CRISTINA QUICLER / AFP
"Orang tua sempat menceritakan kalau dulu bapak adalah fan berat Real Madrid, terutama dengan pemain Luis Figo dan David Beckham. Hanya itu saja yang bapak ceritakan," ungkap Figo, dikutip dari laman resmi Bali United.
"Untungnya, saya secara pribadi juga senang dengan Real Madrid. Tapi, kalau sekarang, saya tak bisa melihat langsung bagaimana cara mereka bermain [Figo dan Beckham]," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, Figo tak mengetahui motif ayahnya soal pemberian nama yang diberikan kepada dirinya. Ia hanya bisa menaksir soal alasan utama di balik pemberian nama tersebut.
Figo menafsirkan bahwa sang ayah ingin melihat dirinya tumbuh sebagai pesepak bola hebat. Bila lebih spesifik, mungkin ayahnya ingin Figo memiliki visi bermain layaknya David Beckham atau pun Luis Figo.
Jika apa yang Figo tafsirkan benar adanya, pemain kelahiran 2003 itu mengaku tak akan merasa terbebani. Menurutnya, harapan ayahnya bisa menjadi pelecut semangat bagi dirinya kala berlatih.
"Saya pribadi tidak merasakan beban [soal pemberian nama yang diberikan sang ayah], justru menjadi motivasi tersendiri bagi karier saya,” imbuhnya.
Uniknya, tak hanya Figo yang mengalami hal ini. Dua adiknya diketahui turut dianugerahi nama yang terinspirasi dari bintang sepak bola, khususnya Real Madrid.
ADVERTISEMENT
Bedanya, sang adik diberikan nama yang terinspirasi dari pesepak bola yang tenar di era 2000-an dan 2010-an. Mereka adalah Cristiano Ronaldo Poniskori dan Sergio Ramos Poniskori.
Di lain sisi, Figo dewasa ini tengah membela skuad Bali United U-20. Ia akan membela 'Serdadu Tridatu' di ajang Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 yang akan dihelat dalam waktu dekat.
Sebelum membela tim kelompok umur Bali United, Figo menghabiskan waktunya bersama klub yang bermarkas di Pulau Sulawesi. Ia bermain bersama tim senior Sulut United selama beberapa waktu.
"Awalnya saya diberi tahu oleh pak manajer Sulut United bahwa ada tim yang akan ikut EPA U-20 membuka seleksi selama satu minggu. Lalu sampai di sini [Bali] langsung ikut seleksi dan saya akhirnya bisa bergabung ke dalam tim Bali United U-20," kata Figo.
ADVERTISEMENT
"Tujuan saya pergi ke Bali adalah untuk menambah jam terbang dan menambah pengalaman bermain di luar daerah serta keluar dari zona nyaman. EPA tahun ini menjadi terakhir kali pemain kelahiran 2003 bermain, jadi saya ingin bermain di kompetisi ini."
"Tentu ada perbedaan, karena saat di Sulut United, saya bersama tim senior. Sedangkan di Bali United saya bersama tim U-20 yang seusia, jadi sama-sama belajar. Kalau bersama senior, pasti banyak belajar. Jadi, ketika berlatih bersama pemain yang seusia, sudah terbiasa dan mempunyai bekal untuk EPA U-20," tutupnya.