Kisah Sir Alex Ferguson Pernah Hampir Jadi Pelatih Tim Sepak Bola Inggris Raya

28 Juli 2022 5:50 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sir Alex Ferguson. Foto: Dok. Manchester United
zoom-in-whitePerbesar
Sir Alex Ferguson. Foto: Dok. Manchester United
ADVERTISEMENT
Eks juru taktik Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson, pernah ditunjuk sebagai tim sepak bola Inggris Raya pada Olimpiade 2012. Namun, hal itu tak pernah terealisasi sebab pihak 'Setan Merah' tidak merestuinya.
ADVERTISEMENT
Menurut pemaparan The Sun, hal itu bermula ketika anggota kerajaan Inggris Raya, Sebastian Coe, berencana memanggil Sir Alex untuk menjadi juru taktik tim sepak bola yang diisi oleh para penggawa dari beberapa negara berbeda.
Alasan utama penunjukan Sir Alex adalah agar ia bisa menyatukan para penggawa yang tentunya memiliki idealisme berbeda. Terlebih, pengaruh pria 80 tahun itu sungguh besar di sepak bola Inggris raya usai melakoni belasan tahun membanggakan bersama MU.
"Kami sudah sangat dekat untuk bersepakat dengannya. Saya merencanakan itu karena kami punya sedikit kerapuhan dengan sepupu kami [negara-negara Inggris raya]. Tiba-tiba saya berpikir bahwa untuk menyatukan hal itu adalah memiliki pelatih Inggris," ungkap Coe.
Sir Alex Ferguson dan Cristiano Ronaldo. Foto: Getty Images
"Itu seolah-olah Tim Inggris. Ada segelintir pemain Wales tetapi itu adalah Tim Inggris. Saya yakin klub mau melepaskan pemain U-23 mereka untuk membela tim olimpiade sebab dapat bimbingan langsung selama 6 minggu oleh Sir Alex," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Pembicaraan antara Coe dan Sir Alex bermula pada musim 2007/08. Ia mencoba meminta bantuan Bobby Charlton untuk menjembataninya. Namun, legenda MU itu sebenarnya tidak memberi tahu Sir Alex terlebih dahulu perihal topiknya.
"Saya tidak berbicara kepada siapa pun tetapi saya menelepon Bob Charlton. Ia berkata 'saya akan beritahu Alex untuk menghubungi anda," tutur Coe.
Seminggu setelah bertemu Charlton, Coe akhirnya ditelepon Sir Alex. Hal itu terjadi secara tidak sengaja sebab pada saat itu, anggota kerajaan Inggris Raya tersebut sedang belanja bersama buah hatinya di supermarket.
Rooney dan Sir Alex dalam sesi latihan. Uwuwuwuwu~~ Foto: JOEL SAGET / AFP
"Saya mendapatkan telepon dari nomor asing saat mau belanja mentega. Suara itu muncul dengan berkata 'Halo Seb, ini Alex'. Setelah hal itu, saya memberikan beberapa uang kepada anak saya untuk melakukan pembayaran sebab saya harus menerima telepon panjang," ujar Coe.
ADVERTISEMENT
"Lalu, saya menjelaskan kepadanya terkait rencana saya karena Bob hanya menyuruh Alex menelepon saya. Alex kemudian berkata 'oh, saya kira anda mencari tiket'. Setelah menjelaskan semuanya, ia menjawab 'Saya tidak tahu, tetapi saya sudah memilih tim saya'," tambahnya.
Setelah pembicaraan tersebut, Coe pun menunggu kepastian dari Sir Alex. Lalu, terdapat momen di mana kedua belah pihak bertemu lagi. Hal itu terjadi ketika Coe menghadiri acara BBC dan bertemu Sir Alex di sana yang ambil bagian dalam acara tersebut.
"Usai melakoni acara, saya melihat Bobby Robson dan Sir Alex duduk bersama, dan kemudian saya menghampirinya. Saya mengucapkan selamat kepada Bobby," jelas Coe.
- Foto: Getty Images
"Beberapa saat kemudian, Sir Alex melihat ke arah saya dan berkata 'jawabannya adalah iya'. Kemudian saya meresponsnya dengan senang. Tetapi, kami tidak pernah mengobrol lagi setelah itu," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Ketika pada akhirnya Olimpiade dimulai pada 2012, Sir Alex sama sekali tidak menjabat sebagai juru taktik. Kala itu, Stuart Pearce adalah sosok yang dipercaya untuk menukangi tim sepak bola Inggris.
Batalnya Sir Alex untuk menjabat diduga kuat karena ada perlawanan dari kubu MU, The Football Association (FA), dan asosiasi olimpiade Inggris. Kendati demikian, hingga kini belum diketahui pasti perihal apa alasan yang sebenarnya terkait keputusan itu.
Pada perhelatan tersebut, tim sepak bola Inggris menunjukkan performa yang kurang baik. Tercatat, mereka hanya mampu mencapai babak perempat final sebelum dikalahkan Korea Selatan lewat drama adu penalti.
Sir Alex Ferguson di laga terakhirnya. Foto: Reuters/Eddie Keogh
Setelah itu, Coe cukup kecewa sebab keinginannya yang ingin menjadikan Sir Alex sebagai juru taktik tidak terpenuhi. Meskipun begitu, ia senantiasa mengingat hal tersebut sebagai sebuah pengalaman yang lucu.
ADVERTISEMENT
"Kami pernah hampir bersepakat. Saya selalu tertawa dengan Alex sesudahnya. Saya sering bertemu dengannya. Ia selalu bertanya apakah ia melewatkan pengalaman yang bagus. Terlebih, para pemain bisa saja dapat banyak hal baik darinya," ujar Coe.
"Itu adalah salah satu kekecewaan saya sebab tidak bisa membawa Sir Alex melampaui batas. Para ofisial olimpiade menunjuk Stuart Peace yang mungkin punya kredensial yang lebih bagus. Tetapi, itu adalah sebuah kekecewaan," pungkasnya.
Penulis: Hamas Nurhan R T