Kisah Thierry Henry: Langgar Janji ke Polisi demi Selebrasi Juara Arsenal

3 Mei 2022 18:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Thierry Henry. Foto:  Action Images/Alex Morton via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Thierry Henry. Foto: Action Images/Alex Morton via Reuters
ADVERTISEMENT
Legenda Arsenal, Thierry Henry, rupanya pernah menentang dan tidak menepati janji kepada petugas polisi. Hal ini terjadi ketika pesepak bola asal Prancis itu masih bermain untuk 'Meriam London' pada musim 2003/04.
ADVERTISEMENT
Menurut pemaparan Mirror, momen ini berlangsung tepatnya saat Arsenal melawat ke markas Tottenham Hotspur pada 25 April 2004. Saat itu, armada Arsene Wenger sebenarnya hanya membutuhkan satu poin untuk menjadi kampiun Liga Inggris 2003/04.
Peluang Arsenal menjadi juara sangat besar; sehingga para suporter, pemain, dan ofisial pun bersiap merayakannya di White Hart Lane, markas Spurs pada masa itu. Nah, sesaat sebelum laga dimulai, polisi meminta kepada Henry dan Ashley Cole agar mereka dan rekan-rekannya tidak bereuforia berlebihan.
Itu dilakukan untuk menghindari bentrokan yang mungkin saja terjadi. Sebab, rivalitas 'Derbi London Utara' antara Arsenal dan Tottenham Hotspur sangatlah panas. Berangkat dari hal tersebut, kedua pemain kunci Arsenal itu pun menyetujui permintaan polisi.
Thierry Henry Foto: Stephane Mahe/Reuters
Singkat cerita, skor akhir imbang 2-2. Arsenal unggul duluan via gol Patrick Vieira dan Robert Pires, tetapi lalu Spurs memaksakan hasil imbang berkat gol Jamie Redknapp dan Robbie Keane. Namun, itu cukup bagi The Gunners untuk mengunci gelar juara Liga Inggris.
ADVERTISEMENT
Sesaat sebelum peluit akhir dibunyikan, para penggawa Arsenal merasa kebingungan. Sebab, mereka sejatinya ingin merayakan juara Liga Inggris 2003/04, tetapi terhalang restu polisi.
Melihat hal itu, Thierry Henry dan Ashley Cole pun berpikiran untuk melanggar janji mereka pada polisi. Ya, mereka akhirnya berlari ke pinggir lapangan dengan melepaskan jersi sekaligus memutar-mutarkannya di atas kepala layaknya orang kegirangan.
Hal tersebut pun diikuti oleh skuad Arsenal lainnya. Jadilah, itu menjadi perayaan juara Liga Inggris yang menggebu-gebu di markas Tottenham Hotspur.
Arsenal merayakan keberhasilan menjadi juara Premier League 2003/04. Foto: AFP/Odd Andersen
"Itu agak aneh jika saya mengingat kami mendapatkan perintah dari kepolisian untuk tidak merayakan kejuaraan secara berlebihan di sana. Sejujurnya, kami semua [skuad Arsenal] mengerti dan memahami tindakan tersebut terlalu jauh," kisah Thierry Henry kepada Sky Sports.
ADVERTISEMENT
Henry memilih untuk melakukannya, sebab ia melihat reaksi yang tidak mengenakkan dari penggawa Spurs. Menurutnya, skuad The Lilywhites bersikap seolah-olah berniat untuk menggagalkan kepastian Arsenal menjadi juara.
"Mereka [skuad Spurs] kegirangan kala bisa menahan imbang kami 2-2. Tetapi, mereka tidak tahu bahwa Arsenal hanya butuh 1 poin untuk jadi juara. Itu pun membuat saya yang sejak awal berniat untuk tetap bersikap rendah hati, berubah menjadi merayakan juara di sana," jelas Henry.
Selanjutnya, apa yang dikhawatirkan oleh pihak kepolisian akhirnya terjadi. Ya, suporter kedua kubu dilaporkan sangat tidak kondusif. Dengan adanya hal tersebut, para fan Arsenal pun harus menunggu stadion menjadi sepi terlebih saat ingin pulang.
Ilustrasi Arsenal. Foto: Shutter Stock
"Kami sudah berada di sana selama sejam lebih. Kami paham bahwa suporter Spurs pasti 'kepanasan' sehingga kami harus tinggal lebih lama. Namun, langkah tersebut ternyata tidak ampuh sebab kami tetap dikejar sesaat setelah keluar dari stadion," ungkap pemimpin fan Arsenal, Tim Payton, kepada The Independent.
ADVERTISEMENT
Berakar dari momen tersebut, hingga kini suporter Arsenal sering banget menyanyikan chant berjudul 'Kami Memenangkan Liga di White Hart Lane'. Itu sebagai bentuk psywar kala bersua Tottenham Hotspur.
Penulis: Hamas Nurhan R T