Kumparan Logo

Koke, Pelengkap Kesempurnaan Griezmann dan Diego Costa

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perayaan gol Koke ke gawang Sevilla.  (Foto: REUTERS/Jon Nazca)
zoom-in-whitePerbesar
Perayaan gol Koke ke gawang Sevilla. (Foto: REUTERS/Jon Nazca)

Kali ini kami tak akan membicarakan Diego Costa, sebagai figur yang menghadirkan produktivitas Atletico Madrid. Begitu pula dengan Antoine Griezmann yang mengemban tugas berat sebagai pencetak gol sekaligus pemrakarsa peluang bagi juara La Liga edisi 2013/2014 itu. Kali ini, kami akan membahas Koke.

Namanya memang jarang disebut setiap panggung saat Atletico tampil. Namun, percayalah, Koke adalah sosok penting bagi tim yang bermarkas di Wanda Metropolitano itu.

Koke menempati posisi winger dalam format 4-4-2 yang jadi andalan Diego Simeone. Berbeda dengan Saul Niguez yang berperan sebagai gelandang box-to-box, walau secara posisi ditempatkan sebagai winger.

Saat berhadapan dengan Sevilla dua pekan lalu, hanya Koke yang bergerak layaknya winger pada umumnya. Sementara Saul tak jauh berbeda dari Gabi dan Tomas Partey yang menjaga kedalaman, meski dirinya lebih intens berada di area pertahanan lawan. Saat itu Atletico lebih tepat disebut bermain dengan 4-3-3 pada praktiknya.

Hasilnya? Nama Koke muncul pada papan skor Ramon Sanchez Pizjuan. Kejeliannya dalam memanfaatkan peluang tertuang pada gol tersebut. Jebolan akademi Atletico itu dengan cermat berlari ke arah tengah saat Griezmann melakukan pressing kepada Gabriel Mercado yang kemudian diakhiri dengan sontekan.

X post embed

Jika ingin bukti lagi, Koke adalah pemrakarsa peluang terbanyak di Atletico bersama Griezmann. Ia menorehkan rata-rata 1,6 umpan kunci per pertandingan. Maka, tak heran jika Simeone 22 kali menurunkan Koke sebagai starter di La Liga, hanya kalah dari Jan Oblak, Saul, dan Griezmann. Sampai di sini, tak berlebihan sepertinya untuk menyebut Koke sebagai orang ketiga di balik produktivitas Atletico, setelah Griezmann dan Costa.

Serangan Balik

Atletico akan melakoni laga penting melawan Barcelona, Minggu (4/2/18). Pertandingan yang hasilnya bakan mengubah kadar kompetitif La Liga musim ini. Jika Azulgrana menang, hampir dipastikan mereka bakal menjadi juara. Jika sebaliknya, maka Ateltico yang berpeluang kembali memutus dominasi Barcelona dan juga Real Madrid di La Liga.

Barcelona nyaris sempurna. Namun, bukan berarti mereka tak punya celah. Format 4-4-2 yang mengandalakan agresivitas full-back menghadirkan efek samping. Ya, sisi yang intens dihuni Sergi Roberto dan Jordi Alba tersebut rawan dieksploitasi lawan. Saat mengaktifkan mode menyerang, Sergio Busquets akan turun untuk membentuk pakem tiga bek bersama Gerard Pique dan Samuel Umtiti --komposisi yang sebenarnya lebih rawan saat menerima serangan.

Juanmi pernah memanfaatkan kelemahan Barcelona tersebut kala sukses mencetak gol kedua bagi Real Sociedad tengah bulan lalu. Pemain berusia 24 tahun itu memanfaatkan umpan Sergio Canales yang kemudian gagal diantisipasi Roberto. Pun demikian dengan Alba yang juga bertanggung jawab atas sepasang gol Celta Vigo. Kala itu, dua kali Iago Aspas sukses mengeksploitasi sisi kiri Blaugrana.

Mantan pemain Liverpool itu berhasil mencari ruang kosong saat Alba melakukan transisi dari menyerang ke bertahan. Sedangkan pada gol kedua, Aspas berhasil mengirimkan umpan lambung yang kemudian diakhiri dengan baik oleh Maxi Gomez.

Roberto dan Alba bukanlah pemain yang buruk. Namun, sistem permainan Valverde yang menuntut agresivitas keduanya --kemudian membuat celah. Serapi-rapinya proses transisi yang dilakukan full-back, tetap membutuhkan jeda waktu.

Nah, di situlah peran Koke akan menjadi penting. Sebagai winger, yang rajin dalam mengirimkan umpan kunci, dia berperan vital untuk menjembatani lini tengah yang dikomandoi Saul ke Griezmann di garda terdepan. Peraih Sepatu Emas Piala Eropa 2016 itu dan Costa itu saling melengkapi satu sama lainnya. Dan Koke, membuat duet itu menjadi makin lengkap.

Pemain Barcelona, Sergi Roberto (Foto: AFP PHOTO / Josep LAGO)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Barcelona, Sergi Roberto (Foto: AFP PHOTO / Josep LAGO)

Ya, karakter permainan Atletico di bawah Siemeone adalah Ateltico yang kuat dalam bertahan dan ampuh dalam melancarkan serangan balik. So, bisa dibilang Los Rojiblancos adalah musuh alami Barcelona yang mengandalkan penguasaan bola. Berbicara mengenai serangan balik, Atletico menjadi kesebelasan yang paling banyak mengonversi counter attack menjadi gol sebanyak empat kali.

Sementara itu Barcelona memiliki celah di balik superioritasnya: transisi dari menyerang ke bertahan yang bisa dilumpuhkan dengan serangan balik. Atletico memiliki komposisi ideal untuk memaksimalkan skema tersebut: pemain yang bisa menghentikan laju lawan dan pemberi umpan ke depan. Filipe Luis, Lucas Hernandez, dan Saul adalah pemain yang paling sering bertugas untuk aspek yang pertama. Sedangkan pengakomodir serangan kepada Griezmann dan Costa, tentu saja Koke.