Komdis PSSI Jatim Hukum Pelaku Match Fixing Liga 3 & Serahkan ke Kepolisian

20 November 2021 14:16
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Konferensi pers PSSI Jawa Timur terkait percobaan suap di Liga 3. Foto: PSSI Jawa Timur
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers PSSI Jawa Timur terkait percobaan suap di Liga 3. Foto: PSSI Jawa Timur
ADVERTISEMENT
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur menjatuhkan hukuman kepada pelaku pengaturan skor (match fixing) di pertandingan Liga 3. Mereka juga menyerahkan pelaku ke pihak Kepolisian.
ADVERTISEMENT
Pelaku yang dimaksud bernama Dimas Yopi Perwira Nusa. Yopi dijatuhkan sanksi berat oleh Komdis PSSI atas dakwaan tingkah laku buruk di Liga 3.
Yopi terbukti menawarkan sejumlah uang untuk mengatur skor pada pertandingan Liga 3 antara Gresik Putra (Gestra Paranane) melawan NZR Sumbersari. Para pemain Gresik Putra diminta mengalah.
Selain Yopi, Asprov PSSI Jatim juga berencana melaporkan sejumlah nama lain, yakni Bambang Suryo, David, Billy, dan Anshori ke kepolisian. Yopi, menurut pengakuannya, menerima perintah dari David dan Billy.
''Kami telah melakukan sidang yang disertai alat bukti, rekaman percakapan, dan rekaman chat,'' kata Ketua Komdis PSSI Jatim, Samiadji Makin Rahmat.
Yopi dijatuhkan hukuman sanksi Rp 100 juta dan larangan beraktivitas di lingkup sepak bola selama 10 tahun.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sementara, Bambang Suryo, David, Billy dan Anshori tak bisa dijatuhkan hukuman karena bukan bagian dari football family. Komdis PSSI Jatim akhirnya menyerahkan mereka ke Kepolisian.
''Bambang Suryo telah dihukum seumur hidup oleh PSSI pada 2018. Sehingga, ia tidak dapat kita sentuh sebab bukan dari football family. Jadi, kami serahkan sepenuhnya ke kepolisian,'' ungkap Makin Rahmat.
Selain terlibat dalam kasus pengaturan skor melawan NZR Sumbersari, Gresik Putra juga melakukan aksi serupa di pertandingan Liga 3 lain melawan Persema Malang.
Terkait hal itu, Komdis PSSI Jatim sudah menjatuhi hukuman ke dua pemain Gresik Putra Andy Cahya dan Hendra Putra Satria. Kemudian, hukuman juga dijatuhkan ke kitman Gresik Putra, Desly Galang Ramadani.
Skema pengaturan skor (match fixing) di sepak bola Indonesia. Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Skema pengaturan skor (match fixing) di sepak bola Indonesia. Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan
Ketiga orang itu mengaku dihubungi seseorang bernama Anshori untuk 'bermain' di laga melawan Persema. Mereka akhirnya dihukum larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.
ADVERTISEMENT
Adapun, satu nama lainnya yang terlibat dalam skandal Gresik Putra vs Persema Malang adalah Ferry Afrianto. Ferry disebut merupakan eks penggawa Persela Lamongan. Ia dihukum larangan lima tahun di dunia sepak bola plus sanksi Rp 50 juta.
Sama hal ketika melawan NZR Sumbersari, Gresik Putra juga diminta mengalah di tangan Persema Malang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020