kumparan

Komite Wasit PSSI: Gunakan VAR atau Asisten Wasit Tambahan

Asisten Wasit
Ilustrasi Asisten Wasit. Foto: AFP/Jean-Sebastien Evrard
Pengadil lapangan hijau alias wasit yang memimpin laga sepak bola di Indonesia lagi-lagi menuai sorotan. Termutakhir, wasit Nusur Fadilah yang memimpin laga leg II Piala Indonesia antara PSM Makassar dan Bhayangkara FC bikin kontroversi dengan membuat keputusan berat sebelah.
ADVERTISEMENT
Wasit terbaik Piala Presiden 2019 itu membuat dua putusan yang memihak 'Pasukan Ramang'. Pertama, saat ia menganulir gol Anderson Salles via sepakan mati. Meski bola sudah melewati garis gawang dan asisten wasit sudah memutuskan bola sepakan bek Brasil tersebut gol, Nusur bergeming.
Kedua, saat ia tidak memberikan tendangan penalti kepada Bhayangkara FC menyusul pelanggaran kiper PSM, Rivky Mokodompit, di area terlarang. Lewat tayangan ulang, eks kiper Sriwijaya FC itu kedapatan menekel Indra Kahfi di kotak penalti. Namun, lagi-lagi, Nusur tak berbuat apa-apa.
PSM Makassar latihan di Pakansari, Kiper PSM Rivky Mokodompit
Kiper PSM Makassar Rivky Mokodompit saat menjalani sesi latihan di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (12/3). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Dua kontroversi Nusur itu menuai reaksi dari pelbagai kalangan. Salah satu reaksi yang muncul adalah wacana penggunaan Video Assistant Referee alias VAR. Anggota Komite Wasit PSSI, Purwanto, sepakat bahwa teknologi tersebut bisa digunakan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
''Teknologi itu bisa meringankan tugas perangkat pertandingan. Kami di Komite Wasit sangat setuju saja jika memberikan dampak positif untuk sepak bola kita,'' kata Purwanto.
Meski demikian, Purwanto sadar bahwa untuk bisa menerapkan VAR seutuhnya diperlukan infrastruktur yang canggih. Sebagai solusi sementara, ia menawarkan alternatif berupa asisten wasit tambahan.
Dengan adanya asisten wasit tambahan tersebut, akan ada enam ofisial yang bertugas: satu wasit utama, empat hakim garis (dua di pinggir lapangan, dua di dekat gawang), dan satu wasit cadangan.
''Kalau masih belum bisa ke arah ke sana (menggunakan VAR) bisa dengan alternatif wasit tambahan seperti di Kompetisi UEFA itu. Jadi total ada lima nantinya yang ada di pinggir,'' kata dia.
ADVERTISEMENT
''Jika memang wasit kelima (asisten wasit tambahan, red) dibutuhkan dan ada dalam regulasi kompetisi untuk musim depan, kami akan jalankan itu. Karena kembali lagi seperti saya katakan semua ini akan mempermudah perangkat pertandingan dan wasit dalam melakukan tugasnya,'' tutup Purwanto.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan