Kontroversi Gol Penalti Penyelamat Chelsea, Bek MU Pelanggaran? Cek Aturannya
ยทwaktu baca 2 menit

Chelsea seri 1-1 dengan Manchester United (MU) dalam laga pekan ke-13 Liga Inggris 2021/22. Laga yang digelar di Stadion Stamford Bridge, London, pada Minggu (28/11) malam WIB ini, menyisakan kontroversi terkait gol penalti yang menyelamatkan The Blues dari kekalahan.
Sebenarnya, gol penalti tersebut juga menjadi penyelamat muka Jorginho. Sebab, gelandang Timnas Italia itu menjadi biang kerok terciptanya gol MU di menit 50. Gara-gara dirinya gagal mengontrol bola dengan baik, Jadon Sancho merebut bola, menggiringnya, dan membobol gawang Chelsea.
Lantas, Chelsea mendapat hadiah penalti di menit 67. Wasit Anthony Taylor menilai bahwa Aaron Wan-Bissaka melakukan pelanggaran terhadap Silva di kotak penalti saat terjadi perebutan bola usai sepak pojok.
Jorginho yang menjadi eksekutor sukses melakukan tugasnya. Skor 1-1 sejak menit 69 dan tak berubah lagi hingga laga bubar.
Sebenarnya, apa yang dilakukan Wan-Bissaka? Begini, terjadi perebutan bola di kotak penalti MU usai sepak pojok dilepaskan. Niat bek 24 tahun itu adalah menendang bola ke depan, tetapi kakinya malah mengenai kaki Silva.
"Sedikit kecewa, saya tidak bisa berbohong. Saya tidak berpikir itu penalti sama sekali," kata pelatih caretaker MU, Michael Carrick, usai laga kepada Sky Sports.
"Selain itu, saya merasa cukup nyaman dalam permainan. Tentu saja, kami ingin menjadi lebih baik. Saya tidak terbawa suasana, tetapi saya pikir kami bertahan dengan baik. Saya tidak bisa menyalahkan pemain sedikit pun. Untuk pergi dengan kecewa dan merasa seperti ada yang tertinggal adalah hal positif," lanjutnya.
Carrick boleh saja merasa bahwa itu bukan pelanggaran. Namun, aturan yang benar bagaimana? IFAB via Laws of The Game 2021/22 mengatur dalam ini pada bagian "Fouls and Misconduct (Pelanggaran dan Kelakuan Buruk)".
Di situ, dijelaskan bahwa bahwa pelanggaran yang melibatkan kontak akan dihukum dengan tendangan bebas langsung. Ada tiga tipe pelanggaran:
Careless (Ketidakhati-hatian) adalah ketika seorang pemain menunjukkan kurangnya perhatian atau pertimbangan saat membuat gerakan atau bertindak tanpa tindakan pencegahan. Tidak diperlukan sanksi disiplin (tak perlu diganjar kartu).
Reckless (Ceroboh) adalah ketika seorang pemain bertindak dengan mengabaikan bahaya, atau konsekuensi bagi lawan dan harus diperingatkan.
Using Excessive Force (Menggunakan Kekuatan Berlebihan) adalah ketika seorang pemain melebihi penggunaan kekuatan yang diperlukan dan/atau membahayakan keselamatan lawan dan harus diusir keluar lapangan.
Dalam kasus Aaron Wan-Bissaka di laga Chelsea vs MU ini, wasit boleh jadi menilainya masuk dalam kategori Careless. Oleh karena kejadiannya di kotak penalti, maka hukumannya adalah tendangan penalti buat Chelsea.
