Kualitas Tayangan Sepak Bola Indonesia Sudah Dapat Kritik Sejak 4 Tahun Lalu
ยทwaktu baca 2 menit

Kualitas tayangan Super League acap mendapatkan kritikan. Sebenarnya, kritik kepada tayangan sudah terjadi sejak empat musim yang lalu.
Pada musim 2025/26, Super League berjanji ingin memperbaiki kualitas tayangan. Namun, janji tersebut sudah terjadi sejak awal tahun 2021.
Pernah Dikritik Keras pada Piala Menpora 2021
Kualitas siaran langsung plus tayangan ulang Piala Menpora 2021 mendapat perhatian. Paling baru, warganet, yang hanya bisa menyaksikan pertandingan via televisi layar kaca, melontarkan kritikan.
Beberapa kejadian luput oleh pihak penyiaran. Tak hanya sekali, peristiwa penting di lapangan itu pun terjadi berkali-kali. Hal itu akhirnya berdampak kepada perdebatan perihal keputusan wasit.
Ketua Organizing Committee (OC) Piala Menpora, Akhmad Hadian Lukita, memahami persoalan kualitas siaran langsung mencuat ke permukaan. Namun demikian, pihaknya meminta pengertian lantaran wanita penyelenggara sudah bekerja ekstra.
Nge-lag dan Buram di Liga 1
Kualitas siaran Liga 1 musim 2022/23 jadi sorotan saat pertandingan Persita Tangerang vs Persik Kediri yang berlangsung di Indomilk Arena, Senin (25/7/2022).
Dalam pantauan kumparan via stasiun TV O Channel, beberapa kali siaran tampak nge-lag atau frame skip (patah-patah) sepanjang babak pertama. Tak hanya itu, gambar yang ditampilkan juga kurang terang dan buram, bahkan beberapa kali posisi bola tidak terlihat dengan jelas.
Selain itu, sejumlah momen penting di pertandingan juga tidak ada tayangan ulangnya. Kamera juga tidak banyak melakukan zoom di momen-momen penting yang terjadi di pertandingan. Hal tersebut membuat tidak nyaman penonton yang menyaksikan dari rumah.
Tambah Replay Slow Motion
PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus berbenah memperbaiki kualitas kompetisi Liga 1 musim 2022/23, termasuk kualitas siaran langsungnya. Pada musim depan, mereka memastikan bakal menambah jumlah replay slow motion di setiap pertandingannya.
