La Liga: Serangan Balik, Senjata Real Betis Runtuhkan Dominasi Sevilla

Pada 1914, sebuah klub bernama Real Betis Balompie terbentuk di kota Sevilla. Klub inilah yang jadi cikal bakal persaingan antara Sevilla dan Real Betis pada masa depan.
Pada awalnya, klub sepak bola di Sevilla hanya Sevilla FC saja, yang terbentuk pada 1890. Menyusul pada September 1907, Sevilla Balompie terbentuk, berdasarkan inisiasi dari para mahasiswa akademi politeknik setempat.
Beberapa tahun kemudian, terjadi perpecahan di tubuh Sevilla FC. Sejumlah orang pun keluar dari Sevilla FC dan mendirikan klub baru bernama Betis Football Club. Klub ini lalu melebur bersama Sevilla Balompie menjadi Real Betis Balompie.
Menilik sejarah di atas, tampak bahwa akar sejarah rivalitas Sevilla dan Real Betis ini berasal dari perpecahan di tubuh Sevilla. Setiap kali Sevilla dan Betis bertemu, kota Sevilla terbelah jadi dua. Alhasil, pertemuan keduanya disebut El Gran Derbi, atau The Great Derby.
Nah, tak salah pula jika El Gran Derbi ini menjadi partai pembuka La Liga 2019/20 setelah sempat mengalami penangguhan akibat pandemi virus corona. Menurut jadwal, laga ini akan digelar pada Jumat (12/6/2020) dini hari WIB.
Bagaimanakah kondisi Sevilla dan Real Betis saat ini?
***
Jika melihat kondisi teraktual kedua tim, Sevilla berada di atas angin. Los Palanganas kini berada di posisi ketiga klasemen sementara La Liga dengan raihan 47 poin. Di sisi lain, Betis tertahan di peringkat 12 dengan torehan 33 poin.
Catatan enam pertemuan terakhir kedua tim di ajang La Liga juga lebih memihak Sevilla. Mereka sanggup mengemas tiga kemenangan, berbanding dua kemenangan milik Betis. Satu laga lain berakhir imbang.
Ini belum menghitung catatan Sevilla dan Betis pada empat laga terakhir yang mereka jalani. Sevilla sama sekali belum tersentuh kekalahan, dengan rincian dua kali imbang dan dua kali menang.
Sementara itu, Betis hanya mampu meraih satu kemenangan atas Madrid. Sisanya, mereka dua kali imbang dengan Leganes dan Real Mallorca, serta sekali kalah dari Valencia.
Dari semua catatan tersebut, tampak bahwa Sevilla masih dominan atas Betis. Namun, kembali lagi bahwa status laga ini adalah derbi. Betis masih memiliki potensi untuk menggigit balik Sevilla.
Sevilla memang dihuni oleh para pemain apik, macam Lucas Ocampos, Luuk de Jong, Ever Banega, serta Suso. Mereka juga punya dua bek sayap apik, Jesus Navas dan Sergio Reguillon. Ocampos saat ini jadi topskorer Sevilla dengan torehan 10 gol.
Namun, jangan lupa bahwa Real Betis juga punya pemain-pemain dengan potensi ancaman yang besar. Ada Joaquin dan Loren Moron. Sekadar informasi, Moron kini menjadi pencetak gol terbanyak Betis dengan 9 gol.
Di belakang Moron, ada Joaquin dan Nabil Fekir yang masing-masing sudah menorehkan 8 dan 7 gol. Selain mereka, ada nama Sergio Canales. Eks pemain Valencia itu menjadi kreator serangan terbaik Betis, dengan rataan umpan kunci per laga sebanyak 2 kali.
Selain itu, Betis juga memiliki serangan balik yang tajam. Hal ini mereka tunjukkan saat menghadapi Madrid. Dalam laga yang berakhir untuk kemenangan Betis itu, mereka mampu membuat lini pertahanan Madrid kocar-kacir.
Cepatnya serangan balik Betis ini dapat dilihat dari gol kedua yang mereka cetak di laga itu. Setelah memanfaatkan kesalahan dari bek Madrid, mereka langsung melepaskan serangan balik cepat yang berujung gol dari Christian Tello.
Ditopang oleh pemain-pemain cepat macam Joaquin dan Fekir, serta distributor bola bernama Canales, serangan balik ini akan jadi senjata mereka untuk meruntuhkan pertahanan Sevilla. Apalagi, Sevilla juga memang lemah dalam mengantisipasi serangan balik.
Namun, ada beberapa hal yang juga perlu diwaspadai Betis, yakni skema set-piece Sevilla. Mereka punya De Jong yang mampu memiliki rataan kemenangan duel udara sebanyak 4,9 kali per laga, plus torehan 5 gol yang sudah ia cetak.
Betis juga harus awas terhadap sisi sayap Sevilla. Berisikan pemain-pemain macam Ocampos, Suso, Navas, dan Reguillon, sayap-sayap Sevilla adalah potensi ancaman bagi lawan.
Sebagai catatan, Ocampos memiliki rataan dribel per laga sebanyak 2,3 kali, Reguillon sebanyak 1,7 kali, Suso sebanyak 1,3 kali, serta Navas sebanyak 1,2 kali. Keempatnya mengisi posisi 10 besar rataan dribel per laga terbanyak di Sevilla.
Jika tidak mengantisipasi dua hal ini saat melakukan serangan balik, bisa jadi justru gawang Betis-lah yang dibobol oleh Sevilla.
***
Betis punya kenangan indah kala menghadapi Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan. Pada Januari 2018, mereka sanggup menundukkan Sevilla dengan skor 5-3. Kemenangan ini memutus rekor buruk mereka kala menghadapi Sevilla.
Kenangan manis ini bisa saja terulang kembali pada Jumat (12/6) dini hari WIB nanti. Terlepas dari posisi mereka yang berbeda jauh, Betis punya potensi untuk kembali menorehkan luka buat Sevilla di kandang mereka sendiri.
Kuncinya, ada pada serangan balik yang tajam, serta antisipasi duel udara dan serangan sayap Sevilla. Asal Real Betis mampu mengeksekusi semua hal ini dengan baik dan tepat, hal itu bisa menghadirkan malapetaka bagi Sevilla.
===
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!
