Kumparan Logo

Liga Champions: Karena Tottenham Tak Mau Dipandang Remeh Ajax

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cheers for the dynamic duo: Christian Eriksen dan Dele Alli! Foto: REUTERS/Dylan Martinez
zoom-in-whitePerbesar
Cheers for the dynamic duo: Christian Eriksen dan Dele Alli! Foto: REUTERS/Dylan Martinez

Perjalanan Tottenham Hotspur di Liga Champions musim ini belum berakhir. Usai menyingkirkan Manchester City, The Lilywhites akan menghadapi Ajax Amsterdam dalam laga putaran pertama semi final Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB.

Walau menjadi tuan rumah, bukan berarti Spurs menjadi tim unggulan. Ada sejumlah alasan mengapa bisa dibilang demikian. Pertama, karena Harry Kane masih mengalami cedera engkel dan Son Heung-min urung tampil di laga itu akibat akumulasi kartu kuning.

Ini merupakan kerugian, karena Kane (24 gol) dan Son (20) adalah pencetak gol terbanyak untuk Spurs di seluruh kompetisi musim ini. Sementara, Ajax bakal tampil dengan skuat terbaiknya. Di dalamnya termasuk Dusan Tadic, yang telah mencetak 31 gol untuk Ajax meliputi semua ajang musim ini.

Faktor kebugaran pemain menjadi alasan lain mengapa Spurs kurang diunggulkan. Pasukan Mauricio Pochettino melakoni laga kandang berakhir kekalahan 0-1 dari West Ham United pada Sabtu (27/4) silam. Sementara, Ajax mendapatkan waktu rehat yang lebih panjang lagi.

Setelah menang 4-2 atas Vitesse Arnhem pada Rabu (24/4), Ajax harusnya menghadapi De Graafschap pada Minggu (28/4). Akan tetapi, Asosiasi Sepak bola Belanda (KNVB) memutuskan laga itu ditunda supaya para pemain Ajax tampil bugar saat bersua Spurs.

Para pemain Ajax Amsterdam merayakan kemenangan atas Juventus. Foto: REUTERS/Alberto Lingria

Selain itu, perlu diingat bahwa Ajax tak terkalahkan sejak dari babak kualifikasi Liga Champions musim ini. Bahkan, De Godenzonen mampu taklukkan Real Madrid 5-3 secara agregat di babak 16, sebelum mengalahkan Juventus 3-2 pada babak perempat final.

Namun, di mata Teddy Sheringham, situasi ini merupakan keuntungan bagi Spurs. Eks striker Spurs pada era 1992-1997 dan 2001-2003 itu menuturkan sesuatu yang buruk akan terjadi andai Ajax terlihat meremehkan Spurs.

“Mereka (Ajax) harus menghormati Tottenham, karena kedua tim akan bertemu di panggung besar. Kami tak sampai ke semifinal Liga Champions jika kami merupakan tim jelek. Jadi, kami akan menunjukkan kualitas terbaik kami untuk meraih kemenangan,” ucap Sheringham sebagaimana dilansir Football London.

Ya, perlu diingat bahwa Spurs juga berjuang untuk bisa melangkah sejauh ini. Mereka tundukkan Borussia Dortmund 4-0 secara agregat pada babak 16, sebelum memetik hasil imbang 4-4 (tetapi lolos berkat agresivitas gol tandang) saat bersua Manchester City di perempat final.

Selain itu, riwayat Ajax saat bersua tim Inggris dapat dikatakan buruk. Dalam enam pertemuan terakhir dengan wakil Inggris, hanya satu yang berakhir kemenangan bagi Ajax. Bahkan, Ajax gagal meraih kemenangan dalam tiga pertemuan di antaranya ketika berstatus sebagai tim tandang.