kumparan
16 Januari 2020 16:25

Lima Momen Ikonik dari Duel Liverpool vs Man United di Anfield

PTR, Pertandingan Manchester United vs Liverpool di Old Trafford, Manchester, Inggris
Pertandingan Manchester United vs Liverpool di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (20/10/2019). Foto: REUTERS/Russell Cheyne
Liverpool boleh berada di pucuk klasemen Premier League dan Manchester United berada di peringkat kelima. Namun, bukan berarti sudah tertebak siapa pemenang dari duel kedua tim di Anfield pada Minggu (19/1/2020) malam WIB nanti.
ADVERTISEMENT
Nyatanya, inilah duel kedua tim dengan raihan trofi terbanyak sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Liverpool dan United pula telah sangat lama menjadi seteru, dan oleh sebab itu banyak momen spesial terjadi ketika kedua tim beradu.
Dan inilah tujuan tulisan ini dibuat: Kami ingin kamu ingat lagi 5 momen ikonik di duel Liverpool vs United. Tentu, konteksnya dipersempit hanya di Premier League dan Anfield. Karena North West Derby kali ini digelar pada ajang dan venue tersebut.
Jadi, yuk, mari!

1) "Datang Lagi Kalau Kalian Sudah 18 Kali Juara Liga" - Januari 1994

Video
Budaya menyokong sepak bola di Inggris sangat lekat dengan banter, dan itulah yang dilakukan penggemar Liverpool saat tim kesayangan mereka menghadapi United pada Januari 1994.
ADVERTISEMENT
Meski menjadi tim tamu, United mampu memulai laga ini dengan meyakinkan. Setelah Steve Bruce mencetak gol pada menit ke-9, dua gol lain berhasil diciptakan kubu The Red Devils hanya dalam 24 menit. Akibatnya, United pun sempat unggul 3-2.
Namun, skenario kemenangan United itu berhasil dibuyarkan gol sundulan Neil Ruddock pada menit ke-79. Karena gol itu, laga ini pun harus ditutup dengan skor imbang 3-3.
Nah, di tengah berjalannya laga ini, Liverpool membentangkan sebuah spanduk ejekan untuk kubu United. "Au Revoir Cantona dan Man United... Datang lagi, ya, kalau kalian sudah 18 kali juara liga." Cengcengan ini pada akhirnya menjadi ironi bagi Liverpool.
15 tahun setelahnya, United sudah menjuarai 18 titel Liga Inggris dan mereka datang membawa sebuah spanduk ke Anfield. "Kamu bilang datang lagi kalau sudah menangi 18 titel Liga Inggris? Kami kembali." Kini United sudah 20 kali jadi 'Raja Inggris'.
ADVERTISEMENT
Ouch.

2) Gara-gara Kuyt, Man United Jadi 'Demam' - Maret 2011

Liverpool vs United, Kuyt
Dirk Kuyt merayakan hat-trick ke gawang United pada 2011. Foto: PAUL ELLIS / AFP
Berbeda dengan saat ini, nasib Liverpool pada musim 2010/11 begitu suram. Sementara, United tengah berjuang menjuarai Premier League musim tersebut. Namun, duel di Anfield pada Maret 2011 berakhir dengan kemenangan Liverpool 3-1.
Well, sebagai laga derbi, laga ini telah menyuguhkan semuanya. Mulai dari duel keras antarpemain. Juga last-minute action, seperti yang dilakukan Raul Meireles saat Dimitar Berbatov berusaha menyundul bola ke gawang pada babak kedua.
Namun, bagi Liverpool, itu semua hanya pemanis. Inilah hidangan utamanya: Tiga gol dari Dirk Kuyt. Sosok asal Belanda itu mencetak 2 gol tap-in dan 1 gol sundulan. Sehingga, sepanjang laga terdengar yel-yel "Kuyt Fever" terus dinyanyikan fans Liverpool.
ADVERTISEMENT

3) Suarez versus Evra - Oktober 2011

Liverpool, Man United
Luis Suarez dan Patrice Evra. Foto: ANDREW YATES / AFP
Kekalahan 1-3 dari Liverpool pada Maret 2011 itu membikin kubu United lebih berhati-hati ketika menjalani North West Derby lagi pada Oktober 2011. Untuk meredam serangan Liverpool, Patrice Evra diminta melakukan man-marking kepada Luis Suarez.
Strategi ini pada akhirnya berhasil. Tak banyak aksi Suarez pada laga ini, dan dengan begitu Liverpool pun kesulitan membobol gawang lawan. Namun, yang tak terduga pada akhirnya terjadi.
Suatu masa di laga ini, Suarez mengekspresikan kekesalannya kepada Evra. Masalahnya, penyerang asal Uruguay itu menggunakan kata rasialis dan dia pun mengakuinya.
Walau begitu, Suarez membela diri bahwa kata negro yang dia gunakan itu tak diskriminatif di Uruguay. Kejadian ini sendiri membikin laga United versus Liverpool di Old Trafford pada Februari 2012 menjadi panas, bahkan sebelum laga dimulai.
ADVERTISEMENT

4) Gerrard 38 Detik dan 'Juanfield' - Maret 2015

Video
Setelah gagal menjuarai Premier League pada 2013/14, musim berikutnya terasa seperti neraka untuk Liverpool dan Steven Gerrard. Ironisnya, satu momen terburuk Gerrard muncul saat Liverpool menjamu United pada Maret 2015.
Babak pertama berakhir dengan Liverpool tertinggal 0-1. Nah, agar situasi membaik, Brendan Rodgers, yang kala itu melatih Liverpool, memutuskan menggantikan Adam Lallana dengan Gerrard. Masalahnya, Gerrard masuk dengan kondisi emosi.
Tak lama, Gerrard berada dalam situasi duel dengan Ander Herrera. Tanpa pikir panjang, legenda Liverpool itu pun melancarkan tekel. Upaya Gerrard ini bersih, tetapi dalam prosesnya Herrera turut terpental karena begitu keras.
Menariknya, Herrera tak menyerah. Beberapa saat kemudian, gelandang asal Spanyol ini melancarkan upaya kedua. Nah, ketika inilah kaki kiri Gerrard menginjak paha kanan Herrera.
ADVERTISEMENT
Alhasil, kartu merah pun diberikan kepada Gerrard dan semua ini terjadi hanya dalam 38 detik. Setelah insiden kartu merah Gerrard itu, United makin menjadi-jadi. Pada akhirnya, Juan Mata berhasil mencetak gol kedua pada laga ini di menit ke-59.
Gol ini sendiri diciptakan eks gelandang Valencia itu dengan indah. Memanfaatkan umpan lambung Angel Di Maria, Mata pun melepas tendangan salto. Gol tercipta, dan Herrera betul-betul kaget rekan senegaranya itu bisa menciptakan gol seindah itu.
Laga ini kemudian berakhir dengan skor 2-1 untuk United. Seperti Liverpool di Old Trafford, United juga jarang menang di Anfield. Makanya, kemenangan ini begitu spesial dan momen Mata salto tersebut dinamai Juanfield.

5) Si Super Shaqiri - Desember 2018

Liverpool vs Manchester United
Xherdan Shaqiri mencetak dua gol untuk membawa Liverpool menang. Foto: REUTERS/Phil Noble
Desember 2018, Liverpool dan United beradu di Anfield dengan kondisi berbeda. United berada dalam kondisi suram dan Jose Mourinho sudah dekat dengan pemecatan. Sementara, Liverpool tengah berjuang menjuarai Premier League 2018/19.
ADVERTISEMENT
Sehingga, narasi pertandingan ini pun berjalan satu arah. Liverpool terus menyerang, sementara tim tamu dipaksa bertahan. Meski begitu, setelah Jesse Lingard berhasil bantu United membikin skor menjadi 1-1, Liverpool kesulitan mencetak gol.
Hingga menit ke-70 situasinya tetap begini. Pada akhirnya, inilah yang membikin Juergen Klopp, manajer Liverpool, mengganti Naby Keita dengan Xherdan Shaqiri.
Hasilnya? Menit ke-73, atau dua menit setelah masuk, Shaqiri sukses membobol gawang David de Gea. Enam menit berselang, eks penyerang Bayern Muenchen ini melalui tembakan dari luar kotak penalti. Laga ini berakhir 3-1 untuk Liverpool.
===
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.
ADVERTISEMENT