kumparan
Bola & Sports11 Juli 2018 15:40

Loris Karius: Blunder Lagi, Blunder Lagi

Konten Redaksi kumparan
Loris Karius
Karius saat menepis tendangan Bale. (Foto: Reuters/Phil Noble)
Jadi penjaga gawang, kata Iker Casillas, seperti menjadi orang baik. Sebanyak apa pun Anda berbuat baik, segemilang apa pun penyelamatan Anda, orang-orang hanya akan mengingat hal-hal buruk: kegagalan dan kesalahan yang membuat gawang Anda bobol.
ADVERTISEMENT
Loris Karius akan mengamini hal itu. Sebab, ketika namanya sering diperbincangkan seperti saat ini, itu bukan karena penyelamatan gemilang atau penampilan heroiknya menjaga gawang Liverpool. Karius diingat namanya seiring blunder-blunder yang dia lakukan.
Tentulah, masih terjaga dalam ingatan tentang dua blundernya di final Liga Champions musim kemarin. Dua blunder yang tak hanya mencoreng wajahnya, tetapi juga membuat Liverpool takluk 1-3 dari Real Madrid.
Loris Karius
Loris Karius tertunduk di atas lapangan. (Foto: Reuters/Phil Noble)
Okelah, blunder itu ditengarai terjadi karena dia mengalami gegar otak ringan usai disikut Sergio Ramos. Namun, nyatanya, blunder seperti itu kembali terulang. Hebatnya, langsung dua kali hanya dalam rentang satu pekan!
Karius, oh, Karius. Penjaga gawang berpaspor Jerman itu melakukan dua blunder yang membuat fan Liverpool geleng-geleng kepala--dan membuat banyak orang terbahak-bahak--dalam dua situasi berbeda.
ADVERTISEMENT
Pertama, dalam sesi pemanasan (iya, pemanasan!) sebelum laga pramusim menghadapi Chester. Saat itu, Karius gagal menangkap bola tendangan pelatih penjaga gawang dengan sempurna. Bola bergulir lepas dari tangannya, masuk ke sela kakinya, dan tentu saja masuk ke gawang.
Jika saja itu terjadi pada laga sebenarnya, blunder tersebut akan jadi salah satu yang paling memorial sepanjang sejarah sepak bola.
Blunder kedua baru saja terjadi Selasa (11/7/2018) malam WIB tadi saat Liverpool menghadapi Tranmere Rovers pada sebuah laga uji tanding. Yang ini bukan di sesi pemanasan, melainkan terjadi saat laga berlangsung.
Blunder yang terjadi kali ini hampir serupa blunder yang dilakukan Karius di final Liga Champions silam kala dia gagal menangkap tendangan Gareth Bale dengan sempurna--dan bola masuk ke dalam gawang. Kali ini, dia juga gagal menangkap bola dengan sempurna.
ADVERTISEMENT
Bola tendangan bebas pemain Trampine tak bisa dipeluknya dan justru mengenai dadanya untuk kemudian terpental. Bola jadi luar dan dengan mudah pemain Tranmere lain menceploskan gol ke gawangnya. Ketidakmampuan Karius menangkap bola dengan sempurna kembali jadi bahan lelucon.
Melihat blunder-blunder itu, wajar kalau pendukung Liverpool khawatir. Terlebih Juergen Klopp, selaku manajer, mengisyaratkan akan tetap menjadikan Karius penjaga gawang nomor satu Liverpool pada musim 2018/19 nanti.
Klopp pun angkat bicara. Menurutnya, orang-orang --termasuk media-- tak perlu melebih-lebihkan kesalahan yang dilakukan oleh Karius.
"Ya, dia bisa menyelamatkan bola itu, meskipun tembakan jelek itu tidak mudah untuk ditangani. Saya telah melihat situasi ini 500 kali setidaknya dalam hidup saya --dan bam! bola mengenai dada, turun ke bawah. Tidak ada yang suka itu dalam situasi ini," kata Klopp seperti dilansir Liverpool Echo.
ADVERTISEMENT
"Sekarang Loris kemasukan gol itu, tetapi kami tak bisa memulai cerita setiap kali kesalahan terjadi. Kesalahan akan selalu ada. Saya tidak menyukainya, Anda tak menyukainya, dia tidak menyukainya, tetapi itu memang terjadi. Jadi, mari kita teruskan dan lakukan yang terbaik dari situasi ini untuk belajar," ucapnya.
Dengan situasi ini, apakah kemudian Klopp tak terpikir untuk mencoba mencari penjaga gawang anyar? Mumpung tenggat bursa transfer masih jauh.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan