Kumparan Logo

Lukaku dan Smalling Berpadu Melawan Pelecehan Rasial Media Italia

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chris Smalling dalam laga melawan Milan. Foto: AFP/Andrea Solaro
zoom-in-whitePerbesar
Chris Smalling dalam laga melawan Milan. Foto: AFP/Andrea Solaro

Inter Milan akan melakoni laga penting melawan AS Roma pada Sabtu (7/12/2019) dini hari WIB atau Jumat waktu Italia. Bukan cuma rivalitas kedua kubu saja yang bikin duel ini panas, melainkan dengan misi Inter untuk mempertahankan capolista di Serie A.

Tingginya tensi duel Inter versus Roma itu jadi sorotan media-media Italia. Corriere dello Sport jadi yang paling 'unik'. Koran yang berbasis di Roma itu memilih tema Black Friday untuk merepresentasikan pertarungan Inter dan Roma.

Sampai di sini tak ada yang salah. Toh, Black Friday --yang dipakai untuk menandai hari Jumat setelah perayaan Thanksgiving-- lekat kaitannya dengan aktivitas belanja dewasa ini.

X post embed

Menjadi masalah saat Corriere dello Sport memasang foto Romelu Lukaku dan Chris Smalling sebagai sebagai cover-nya. Well, Smalling adalah salah satu dari empat pemain Roma yang berkulit hitam. Sementara Lukaku adalah pemain kulit hitam Belgia berdarah Kongo.

Hal inilah yang kemudian memicu kontroversi. Terlebih Lukaku sudah dua kali mengalami pelecehan rasial saat membela Inter, yakni saat bertandang ke markas Cagliari dan bersua Slavia Praha di pentas Liga Champions.

Dalam situs resminya, Corriere dello Sport telah mengklarifikasi bahwa tajuk itu bukan bertujuan untuk pelecehan rasial, melainkan untuk menghormati perbedaan.

Lukaku dan Smalling saat membela Manchester United. Foto: REUTERS/Ian Walton

Meski demikian, Lukaku dan Smalling tak tinggal diam untuk menanggapi ulah Corriere dello Sport. Lukaku, dalam akun Twitternya, menuliskan kekesalannya atas insiden tersebut.

"Alih-alih fokus dengan duel antara kedua tim, Corriere dello Sport malah menghadirkan tajuk utama terbodoh yang pernah saya lihat sepanjang karier saya. Kalian justru memicu hal negatif terkait pelecehan rasial."

"Edukasi adalah kunci. Kalian semua di Corriere dello Sport harusnya melakukan yang lebih baik soal itu," tulis Lukaku.

X post embed

Smalling juga menyoroti peran media yang mestinya bisa berhati-hati dalam bersikap. Pasalnya, isu pelecehan rasial cukup sensitif, khususnya pada para pemain Serie A akhir-akhir ini.

"Saya berharap para editor yang terlibat dalam tajuk utama ini bertanggung jawab dan memahami kekuatan yang mereka miliki melalui kata-kata, dan impak yang dapat ditimbulkan oleh itu."

X post embed

Hal senada juga diungkapkan Francesco Calvo selaku Chief Operating Officer Roma. Dia menegaskan bahwa sudah sepantasnya media menyebarkan sesuatu yang positif alih-alih mengibarkan bendera provokatif.

"Kami yang bekerja di sepak bola memiliki tanggung jawab lebih besar, yaitu memberikan pesan yang tepat kepada orang-orang, menjadi panutan dan berusaha mendidik orang," kata Calvo kepada BBC Radio 5 Live.

X post embed

Terbaru, Roma mengonfirmasi bahwa mereka akan melarang Corriere dello Sport untuk meliput Edin Dzeko dan kawan-kawan di area latihan. Giallorossi juga menegaskan untuk tidak melakukan aktivitas dengan media tersebut hingga akhir musim.