Marcos Alonso Penyelamat, Lampard Sindir Penyerang Chelsea

Marcos Alonso menyelamatkan Chelsea dari kekalahan ketika berjumpa Bournemouth di Stadion Vitality, Sabtu (29/2/2020) malam WIB. Gol bek kiri Si Biru lima menit sebelum bubaran membuat kedudukan menjadi seri 2-2.
Skor tersebut bertahan hingga laga usai. Chelsea tetap bisa membawa pulang poin meski cuma satu angka.
Menariknya, pemain 29 tahun itu tak cuma mencetak satu gol pada laga pekan ke-28 tersebut. Alonso juga yang menciptakan gol pertama buat Si Biru.
Dua gol yang diborong Alonso lantas menuai pujian dari sang pelatih, Frank Lampard. Soalnya, si bek kiri berarti sudah mencetak gol dalam dua laga beruntun di Liga Inggris.
Sebelumnya, ia berkontribusi satu gol saat Chelsea menekuk Tottenham Hotspur 2-1.
“Saya senang dengan penampilan Alonso. Dia mengalami pekan yang hebat. Dia mencetak gol hebat saat melawan Tottenham dan dua di sini (vs Bournemouth),” ujar Lampard di Sky Sports.
Namun, apresiasi yang diluncurkan buat Alonso dilanjutkan umpatan oleh Lampard. Pelatih 41 tahun tersebut menyindir barisan penyerangan yang masih seret gol.
Bila menilik daftar pencetak gol Chelsea, Alonso ada di peringkat keempat dengan total empat gol di semua kompetisi. Torehan itu sama dengan milik gelandang Jorginho dan Willian.
Alonso hanya kalah dari Tammy Abraham (13 gol), Mason Mount (5), dan Christian Pulisic (5).
“Saya tidak ingin bek kiri saya menjadi yang teratas dalam daftar pencetak gol. Kami butuh gol dari area penyerangan,” tutur Lampard.
Lampard memang tak menyindir Abraham lantaran sang top skor klub itu tengah cedera. Rasanya, pelatih 41 tahun tersebut mengarahkan kritikan kepada Olivier Giroud.
Giroud belum menjadi solusi gol Chelsea selama delapan laga yang ia mainkan. Striker 33 tahun itu baru mengoleksi satu gol saja yang dicetak ketika berjumpa Tottenham.
“Kami seharusnya memenangi pertandingan dengan banyaknya peluang. Kami memiliki banyak penguasaan bola. Pada awal babak kedua, kami mungkin sudah unggul 2-0 (melalui Giroud), tetapi itu tidak terjadi dan kemudian lawan mencetak dua gol,” kata Lampard.
Kritikan buat penyerang akhirnya melebar menjadi soal penyelesaian akhir. Lampard tampak geregetan melihat hanya dua gol tercipta dari 23 tembakan (cuma 6 di antaranya mengarah ke gawang).
“Kami menciptakan banyak peluang. Anda harus mempertanyakan mengapa kami tidak bisa menyelesaikannya. Anda memiliki 73 persen penguasaan bola dan 23 tembakan, tapi Anda tidak bisa memenangi permainan. Ada tanda tanya besar,” ujar Lampard.
Lampard memang pantas kesal. Soalnya, di kubu lawan tampak lebih efektif. Dengan 27 persen penguasaan bola saja, Bournemouth sanggup membuat sembilan tembakan, lima di antaranya tepat sasaran.
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Baca syarat dan ketentuannya di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.
