Kumparan Logo

Melihat Format Arab Cup, Cocok untuk FIFA ASEAN Cup?

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden FIFA Gianni Infantino menghadiri upacara penandatanganan nota kesepahaman ASEAN-FIFA di sela-sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025). Foto: Edgar Su/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden FIFA Gianni Infantino menghadiri upacara penandatanganan nota kesepahaman ASEAN-FIFA di sela-sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025). Foto: Edgar Su/REUTERS

Presiden FIFA, Gianni Infantino, membeberkan bahwa sekarang ada turnamen resmi untuk regional Asia Tenggara, yakni FIFA ASEAN Cup yang akan diikuti oleh 11 negara, termasuk Indonesia. Kira-kira bagaimana formatnya nanti? Apakah akan meniru FIFA Arab Cup?

Arab Cup sebenarnya pertama kali digelar pada 1963, dengan diinisiasi oleh organisasi yang kini bernama Union of Arab Football Associations (UAFA). Namun, dalam sejarahnya, pelaksanaan turnamen kerap terputus panjang.

Misal, edisi ketiga pada 1966 lalu edisi keempat baru terlaksana pada 1985. Pernah juga absen cukup panjang dari 2002 ke 2012. Pemicunya adalah permasalahan sponsor, konflik politik dan regional, serta kalah prioritas dibanding agenda FIFA semacam Piala Asia, Piala Afrika, dan Piala Dunia termasuk babak kualifikasinya.

Namun kini, Arab Cup sudah diambil alih oleh FIFA. Edisi perdana digelar pada 2021 dan rencananya akan dimainkan 4 tahun sekali.

Selebrasi pemain Timnas Qatar Akram Afif usai mencetak gol ke gawang Yordania pada pertandingan final Piala Asia 2023 di Stadion Lusail, Qatar, Sabtu (10/2/2024). Foto: Thaier Al-Sudani/REUTERS

Pada 2021, ada 23 negara lintas Asia dan Afrika yang berpartisipasi di FIFA Arab Cup. Namun, tidak semuanya main di putaran final, melainkan ada yang harus melalui babak kualifikasi. Jadi, hanya 9 tim teratas menurut ranking FIFA per April 2021 yang lolos langsung ke fase grup.

Sementara, 14 tim sisanya memainkan pertandingan kualifikasi untuk memperebutkan 7 slot tersisa di grup. Tim-tim yang berhadapan di babak kualifikasi ditentukan berdasarkan ranking dan memainkan laga single-leg. Jadi, hanya 16 tim yang tampil di putaran final.

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA Arab Cup menetapkan satu tuan rumah sejak babak grup hingga final. Pada 2021, kompetisi diadakan terpusat di Qatar.

Namun, ada hal yang harus dipahami. Memang, FIFA Arab Cup telah diakui dan diselenggarakan langsung oleh FIFA. FIFA menyebutnya sebagai "a FIFA-organised competition", yang menegaskan bahwa ini memang turnamen resmi.

Logo FIFA. Foto: AFP/Michael Buholzer

Akan tetapi, FIFA tidak menetapkan Arab Cup sebagai event kalender internasional resmi, seperti Piala Dunia, Piala Afrika, atau Piala Asia atau babak kualifikasinya. Dengan begini, klub tetap tidak wajib melepas pemain untuk Arab Cup.

Alhasil pada 2021, beberapa negara tidak mengirim skuad terbaik. Misalnya Maroko dan Aljazair yang menurunkan banyak pemain dari liga lokal mereka. Ini terjadi karena bentrok kalender dengan liga-liga luar negeri dan klub tidak wajib melepas pemain. Adapun Arab Cup 2021 digelar selama 30 November-18 Desember.

Sejauh ini, belum ada informasi yang benar-benar mendetail soal FIFA ASEAN Cup. Infantino hanya mengatakan, pesertanya adalah 11 negara Asia Tenggara. Namun, tidak diterangkan apakah semuanya masuk babak grup atau beberapa di antaranya harus melalui kualifikasi dulu seperti Piala AFF sekarang.

Ada kemungkinan juga FIFA ASEAN Cup tidak masuk sebagai event kalender internasional resmi, sehingga tetap saja klub tidak diwajibkan melepas pemain. Timnas Indonesia tetap akan kesulitan memanggil pemain klub luar negeri, seperti Kevin Diks, Jay Idzes, Justin Hubner, maupun Calvin Verdonk.