Kumparan Logo

Melihat Inter Milan Kini, Ronaldo de Lima Teringat Generasi 1998

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ronaldo de Lima di Inter Milan. (Foto: Mike Hewitt)
zoom-in-whitePerbesar
Ronaldo de Lima di Inter Milan. (Foto: Mike Hewitt)

Setiap membicarakan soal duel antara Juventus dan Inter Milan, ingatan Ronaldo Luís Nazario del Lima selalu mundur 20 tahun. Tak terkecuali menjelang pertemuan kedua tim di Allianz Stadium, Sabtu (8/12/2018) dini hari WIB.

Memori yang dimaksud adalah pertandingan pekan Serie A di markas lawas Juventus, Stadio delle Alpi, 24 Maret 1998. Kedua tim tengah bersaing memperebutkan gelar ketika itu. Situasinya agak menguntungkan Juventus karena mereka mengantongi keunggulan satu angka saat kompetisi menyisakan empat pekan lagi.

Angin berembus ke tuan rumah pada paruh pertama. Dominasi permainan Juventus berbuah gol Alessandro Del Piero pada menit ke-21. Dia sempat melewati kepungan bek Inter sebelum melepaskan tembakan dari sudut sempit ke gawang Gianluca Pagiluca.

Menyadari kebutuhan poin demi menjaga asa juara, Inter tampil lebih ganas selepas turun minum. Tim yang diasuh Gigi Simoni membombardir pertahanan Juventus tanpa jeda.

embed from external kumparan

Sikap itulah yang menurut Ronaldo harus diusung Mauro Icardi dan kolega. Karena situasinya pun mirip: Inter tengah tertinggal 11 angka dari Juventus selaku pemuncak tabel, sehingga wajib menang untuk memelihara kans juara.

"Melihat tim saat ini, saya teringat Inter generasi 1998. Kami terlibat dalam perburuan Scudetto ketika itu. Akhir cerita memang tak berpihak kepada Inter, tetapi kami menghadapi lawan-lawan dengan keberanian. Sikap itulah yang harus ditunjukkan tim Spalletti saat datang ke Turin," ucap Ronaldo kepada La Gazzetta dello Sport.

Seperti kata Ronaldo, ujung narasi menghadirkan lara untuk I Nerazzurri. Eks penyerang Timnas Brasil ini pasti hafal betul karena dia menjadi aktor utama dalam kontroversi yang terjadi di Delle Alpi.

Di pertengahan babak, serangan balik Inter membuat bola berada di kaki Ronaldo. Terlihat jelas bahwa Ronaldo dijatuhkan secara sengaja oleh Mark Iuliano. Namun, wasit Piero Ceccarini mengabaikan permintaan penalti dari kubu Inter.

Kapten Inter Milan, Mauro Icardi, melepaskan tembakan saat timnya menghadapi Juventus. (Foto: Miguel Medina/AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Kapten Inter Milan, Mauro Icardi, melepaskan tembakan saat timnya menghadapi Juventus. (Foto: Miguel Medina/AFP)

Alhasil, Juventus menutup laga dengan kemenangan 1-0 dan finis sebagai kampiun di akhir musim. Kalau saja Ceccarini menunjuk titik putih saat insiden pelanggaran Iuliano, akhir cerita bisa saja berbeda.

Ronaldo masih menyimpan sakit hatinya, tetapi tetap menaruh keyakinan bahwa kecurangan yang merugikan Inter 20 tahun silam tak akan terulang. Terlebih lagi, sepak bola Italia melakukan pembenahan besar-besaran setelah insiden Calciopoli pada 2006.

"Berkali-kali kita membicarakannya. Selama 20 tahun dan bahkan seumur hidup. Sungguh memalukan. Momen tersebut adalah periode lain untuk sepak bola Italia. Bukankah sepak bola Italia sudah lebih baik sekarang?" ucap Ronaldo.