Kumparan Logo

Mengenal Jagoan Lini Tengah Lazio, Sergej Milinkovic-Savic

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Milinkovic-Savic menyundul bola. (Foto: Andreas Solardo/AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Milinkovic-Savic menyundul bola. (Foto: Andreas Solardo/AFP)

Simone Inzaghi membangun Lazio musim ini dari kesalahan-kesalahan musim lalu.

Ada banyak hal yang membuat Lazio gagal melangkah ke kompetisi Eropa musim lalu. Beberapa di antaranya adalah inkonsistensi Inzaghi dalam menentukan formasi dan taktik tim asuhannya serta kurangnya kepercayaan dirinya dalam menentukan peran yang tepat untuk pemain tertentu.

Inkosistensi dalam menentukan formasi membuat Lazio kerap tersandung musim lalu. Ketakutan Inzaghi akan kegagalan sebuah formasi membuatnya sering memilih bermain aman pada beberapa kesempatan, yang memungkinkan mereka mereka meraih tiga poin.

Salah satunya terjadi ketika mereka menghadapi Bologna pada pekan kedelapan. Alih-alih menurunkan banyak pemain depan, Inzaghi malah berusaha memperkuat lini tengah dan belakang tim asuhannya.

Apa yang dilakukan oleh Inzaghi ternyata bermasalah. Kendati Lazio menguasai jalannya pertandingan, mereka baru mampu mencetak gol ke gawang Bologna tepat saat injury time memasuki menit ketujuh.

Masalah tersebut tak membuat Inzaghi belajar. Pada musim lalu, hal seperti itu, ia lakukan berkali-kali, hingga pada akhir musim 2016/17, Biancoceleste gagal masuk ke zona Liga Champions.

Kurangnya kepercayaan dirinya dalam menentukan pemain jadi masalah kedua Inzaghi. Buruknya penampilan Wesley Hoedt, Patric, hingga Felipe Anderson tak membuat Inzaghi membangkucadangkan ketiganya.

Di luar ketiganya, ada Sergej Milinkovic-Savic yang tak mendapatkan apa yang seharuskan didapatkan. Jika dulu Milinkovic-Savic adalah pilihan kesekian di lini tengah Lazio, saat ini, ia adalah pemain utama.

Kepercayaan Inzaghi pada Milinkovic-Savic dibayar dengan penampilan apik. Hingga pekan ke-21 Serie A musim ini, pemain asal Serbia ini telah membukukan tujuh gol dan dua assist dari 19 pertandingan.

embed from external kumparan

Dengan penampilan apik tersebut, Milinkovic-Savic jadi buruan beberapa kesebelasan papan atas Eropa. Hingga sejauh ini, beberapa kesebelasan, seperti Manchester United, Liverpool, Manchester City, dan Paris Saint-Germain, disebut telah menjadikan Milinkovic-Savic target transfer.

Nama Milinkovic-Savic dikenal usai penampilan apiknya bersama Genk musim 2014/15. Beberapa pencari bakat bahkan sempat menemuinya untuk membicarakan kontrak. Dari sekian banyak yang datang, tawaran Fiorentina-lah yang dipilih oleh Genk.

Bagi kebanyakan orang, Fiorentina bukanlah tapak yang pas untuk memulai karier. Namun, tidak bagi Milinkovic-Savic. Ia merasa bergabung dengan Fiorentina adalah langkah yang tepat. Pada akhirnya, Milinkovic-Savic tak mengambil tawaran tersebut.

Berita mundurnya Milinkovic-Savic dari proses transfer didengar oleh Lazio. Tak butuh waktu panjang, Lazio menawarkan draf kontrak dan Milinkovic-Savic langsung melakukan perjanjian hitam di atas putih.

Sejak saat itu, Milinkovic-Savic dikenal di seluruh daratan Eropa. Kendati ia punya fisik yang begitu menonjol, kemampuan tekniknya sama sekali tak buruk. Secara mental, ia bahkan menjadi salah satu pemain yang mampu memberikan dampak besar bagi Lazio setiap pekannya.

embed from external kumparan

Milinkovic-Savic menggunakan kekokohan tubuhnya sebagai keunggulan utamanya. Pada musim lalu, ia membukukan 4,4 kemenangan duel udara, 2,1 tekel sukses, dan 1,1 intersep sukses per pertandingan.

Kendati demikian, ia tak bermain pada posisi yang membutuhkan semua atribut bertahan. Secara posisi, ia adalah seorang gelandang tengah dan secara peran, ia adalah seorang gelandang serang.

Pada musim lalu, ia mencatatkan statistik sebanyak dua percobaan, 1,2 umpan kunci, dan 1,3 dribel sukses per pertandingan. Selain itu, ia memberi dampak lewat empat gol dan tujuh assist dari 34 pertandingan.

Jika dilihat per musim, statistik Milinkovic-Savic terus membaik. Pada awal kedatangannya, ia hanya membukukan 72,4% umpan akurat. Statistiknya berkembang menjadi 73,4%, dan pada musim ini, ia membukukan 81,4% umpan akurat.

Statistik percobaan Milinkovic-Savic juga meningkat. Jika saat pertama kali datang ia hanya membukukan 1,4 percobaan per pertandingan, pada musim ini, ia mencatatkan 2,3 percobaan per pertandingan.

Di balik kesempurnaan tersebut, Milinkovic-Savic tetap seperti pemain muda yang lain. Pada musim ini, ia kerap kehilangan bola dan buruk saat membuat keputusan, baik saat bertahan maupun menyerang.

Semua hal di atas membuat Milinkovic-Savic diperhitungkan. Namun, mengingat banyaknya kesebelasan yang tertarik, pertarungan ini layak untuk ditunggu. Siapa yang bakal mendapatkan Milinkovic-Savic?