kumparan
25 Feb 2019 17:37 WIB

Mengkritik dan Membela Selebrasi Gareth Bale

Gareth Bale (tengah) melakukan selebrasi setelah mencetak gol Real Madrid ke gawag Levante. Foto: Jose Jordan/AFP
Gareth Bale terbiasa menyandang predikat istimewa. Maka, tak heran jika sosok asal Wales ini meluapkan kemarahannya ketika cuma menghangatkan bangku cadangan.
ADVERTISEMENT
Kemarahan itu ditunjukkan Bale dengan cara positif dan negatif saat Real Madrid menang 2-1 atas Levante di Estadio Ciudad de Valencia, Senin (25/2/2019) dini hari WIB. Lagi-lagi Bale cuma masuk sebagai pengganti, seperti dua pertandingan La Liga sebelumnya.
Efek Bale patut diapresiasi. Hanya mentas selama 12 menit, dia mencetak gol kemenangan Los Blancos lewat titik putih. Inilah lesakan ketujuh Bale cuma dalam 1.257 menit penampilannya sejauh La Liga 2018/19 bergulir.
Yang menjadi masalah adalah perayaan eks pemain Tottenham Hotspur tersebut. Dia tampak menolak pelukan Lucas Vazquez dan mengabaikan ucapan selamat sejumlah rekan. Hanya ketika berpapasan dengan Luka Modric, Bale mengulurkan tangan untuk berjabat.
Momen itulah yang memicu kritik dari eks penyerang Madrid, Predrag Mijatovic. Kepada Cadena SER, dia mengatakan, "Tindakan Bale benar-benar memalukan."
ADVERTISEMENT
Selebrasi Bale sekaligus mengonfirmasi bahwa dirinya memiliki hubungan kurang erat dengan para pemain Madrid. Sempat diutarakan pula oleh Marcelo, sosok yang sudah enam tahun berkarier di Santiago Bernabeu itu kesulitan berkomunikasi karena tak menguasai Bahasa Spanyol. Sementara itu, Thibaut Courtois menyatakan, Bale jarang bergaul dengan pemain di luar lapangan.
Fakta-fakta tersebut lantas memicu rumor tentang rencana Madrid melego Bale pada bursa transfer musim panas 2019. Terlebih lagi, dia tak lagi menjadi pilihan utama pelatih Santiago Solari.
Di lain sisi, Solari tidak melihat problem serius dari sikap Bale setelah membobol gawang Levante. Pria Argentina ini hanya menangkap kemarahan dan upaya pembuktian diri Bale setelah berkutat di bangku cadangan.
ADVERTISEMENT
"Anda memiliki mata lebih jeli dibandingkan saya. Yang saya lihat adalah bagaimana Bale bekerja keras di lapangan. Dan ketika mencetak gol, Anda juga bisa merayakan sesukanya," kata Solari kepada AS, saat merespons kritik terhadap selebrasi Bale.
"Saya menyukai bagaimana dia masuk dan bermain dengan rasa marah yang bergejolak. Hasilnya, Bale tampil hebat dan memberikan kemenangan kepada kami. Dia masih merasa senang karena mencetak gol," ucap sang juru taktik.
Bale mencetak gol kontroversial ke gawang Levante. Foto: Reuters/Heino Kalis
Kendati begitu, Solari juga tidak lepas dari kritik lantaran dianggap menghadirkan situasi tak nyaman. Karena selain mencadangkan Bale, Solari sering mengutamakan pemain lain sebagai substitusi dibandingkan pemilik nomor 11 tersebut.
Apa yang terjadi di laga kontra Levante bisa menjadi contoh. Federico Valverde menjadi pemain pengganti pertama dengan mengambil tempat Toni Kroos pada menit ke-69. Lima menit berselang, Bale baru masuk menggantikan Karim Benzema.
ADVERTISEMENT
"Jika Anda menginstruksikan Bale, Valverde, dan Marco Asensio untuk menjalani pemanasan, pemain yang masuk terlebih dahulu seharusnya Bale. Anda akan membuat Bale jengkel jika memilih yang lain," kata Bernd Schuster yang menukangi Madrid pada musim 2007/08.
Ya, ego pasti menyelimuti Bale. Ingatlah bahwa dia sempat menjadi pemain termahal dunia dan mendapatkan proyeksi sebagai penerus Cristiano Ronaldo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan