Kumparan Logo

Mereka, para Pemain yang Berpotensi Pindah Secara Cuma-cuma

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Christian Eriksen di laga kontra Aston Villa. Foto: Reuters/Matthew Childs
zoom-in-whitePerbesar
Christian Eriksen di laga kontra Aston Villa. Foto: Reuters/Matthew Childs

Real Madrid dikabarkan sudah ancang-ancang untuk memboyong Christian Eriksen dari Tottenham Hotspur. Ini bisa jadi salah satu pembelian jitu Madrid, sih. Kontrak Eriksen bakal habis di akhir musim ini. Dengan kata lain El Real bakal mendapatkan jasa pemain asal Denmark itu dengan cuma-cuma.

Sebagai gambaran, Transfermarkt menaksir harga Eriksen sejumlah 90 juta poundsterling --10 juta lebih murah dari Eden Hazard, rekrutan termahal Madrid di musim ini.

Wajar, secara kualitas Eriksen adalah salah satu playmaker terbaik di dunia saat ini. Kemampuannya dalam menginisiasi serta menyelesaikan serangan sama baiknya.

Torehan 51 assist yang dibuatnya sejak Premier League 2015/16 jadi buktinya. Sementara untuk jumlah gol, Eriksen telah melesakkan 50 gol di ajang liga sejak digaet di musim 2013/14.

Gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, menerima instruksi dari pelatih Mauricio Pochettino. Foto: Matthew Childs/Reuters

Eh, tapi, Eriksen bukan satu-satunya pemain jago yang kontraknya bakal habis akhir musim ini. Sabar, kumparanBOLA sudah mengumpulkan para calon itu. Monggo...

Jan Vertonghen dan Toby Alderweireld

Sad but true, Spurs memang payah untuk menjaga kepercayaan dengan para pemainnya. Bukan cuma Eriksen saja yang kontraknya bakal habis, tetapi juga duo bek sentral Belgia mereka, Toby Alderweireld dan Jan Vertonghen.

Nama yang disebut belakangan jelas bukan pemain sembarangan. Ia telah menjadi pilihan reguler Spurs sejak didatangkan dari Ajax Amsterdam pada 2012/13. Bila dihitung, Vertonghen rata-rata tampil 30 laga per musimnya.

Vertonghen dan Alderwireld, solid. Foto: Julian Finney/Getty Images

Alderweireld juga tak kalah saing dengan kompatriotnya. Benar bahwa eks pemain Atletico Madrid itu sempat tersisih dari skuat Mauricio Pochettino dua musim lalu. Akan tetapi, ia berhasil merebut kembali kepercayaan arsitek asal Argentina itu dan jadi pemain inti.

Oh, ya, jangan lupa kalau Alderweireld pernah menjadi pemain terbaik Spurs di musim 2015/16. Ia juga pernah terpilih ke dalam starting XI terbaik Premier League di tahun yang sama.

Edinson Cavani

Ada banyak faktor mengapa Paris Saint-Germain urung memperpanjang masa bakti Edinson Cavani. Pertama, karena mereka telah meminjam Mauro Icardi dan kemungkinan besar bakal mempermanenkannya.

Alasan selanjutnya karena usia Cavani tak lagi muda. Ditambah lagi dengan cedera yang tengah melanda mantan penggawa Palermo itu.

Ekspresi Cavani usai cetak gol. Foto: Reuters/Gonzalo Fuentes

Di satu sisi, usia 32 tahun sebenarnya belum tua-tua amat untuk seorang target-man. Tengok saja kiprahnya musim lalu. Cavani sukses mencetak 18 gol di Ligue 1. Bukan yang terbanyak, sih, tetapi jangan lupa kalau Cavani pernah dua kali menjadi topskorer level teratas liga Prancis itu, 2016/17 dan 2017/18.

Sementara jumlah gol Cavani di Liga Champions juga tergolong lumayan, 17 gol dalam tiga edisi ke belakang. So, jangan heran kalau klub-klub besar sekelas Atletico Madrid, Napoli, Manchester United, dan Inter dikabarkan kepincut meminangnya.

Dries Mertens

Dries Mertens adalah salah satu penyerang modern saat ini. Berangkat dari seorang winger, ia mulai mematangkan instingnya dan beralih menjadi penyerang tajam.

Titik baliknya terjadi di musim 2016/17. Kala itu Napoli ditinggal pergi striker utama mereka, Gonzalo Higuain. Alhasil, Maurizio Sarri pun memutuskan untuk menurunkan Mertens sebagai penyerang tengah.

Hasilnya tokcer, pemain yang dibeli dari PSV Eindhoven itu sukses mengemas 28 gol --cuma kalah satu gol dari Edin Dzeko sang capocannoniere. Itu belum dihitung dengan raihan 9 assist-nya.

Ketajaman Mertens terus terpelihara. Total 34 gol dan 17 assist dibuatnya di dua musim selanjutnya. Eksistensi Mertens juga berlanjut di musim ini. Dari 6 penampilan di Serie A, pemain berusia 32 tahun itu sudah berhasil mengumpulkan 4 gol.

Selebrasi Dries Mertens usai membobol gawang Brescia. Foto: AFP/Alberto Pizzoli

Mertens sendiri telah menegaskan keinginannya untuk bertahan di Napoli. Namun, bila skenario terburuk terjadi dan kontraknya tak diperpanjang, ia emoh bergabung dengan klub Serie A lain atau liga Asia (China dan Qatar). Jadi, mungkin saja Premier League, La Liga, Bundesliga, dan Ligue 1 jadi destinasi Mertens selanjutnya.

Joel Matip

Akhir bulan lalu, Juergen Klopp menegaskan bahwa Joel Matip adalah salah satu pembelian terbaiknya. Betapa tidak, eks pemain Schalke 04 itu dipungut secara gratis pada musim 2016/17 dan tampil moncer di departemen belakang Liverpool.

Kontribusinya, ya, kala tampil partai final Liga Champions musim lalu. Matip berhasil membuat lini depan Tottenham Hotspur ompong. Ia memenangi 3 duel udara dan melakukan 14 sapuan.

Khusus aspek terakhir, torehannya jadi yang terbanyak di antara para pemain lainnya atau tiga kali lipat dari torehan Van Dijk. Makin paripurna karena Matip turut memprakarsai gol Divock Origi pada menit ke-87.

Joel Matip merayakan golnya ke gawang Arsenal. Foto: REUTERS/Phil Noble

Liverpool kabarnya tengah memproses kontrak baru Matip --meski kemungkinan besar hanya berdurasi satu musim. Ya, sudah seharusnya The Reds bergerak cepat bila tak ingin kehilangan dirinya dengan cuma-cuma.

***

Berikut para pemain yang kontraknya bakal habis di akhir musim 2019/20:

Luka Modric dan Nacho (Real Madrid)

Juan Cuadrado dan Blaise Matuidi (Juventus)

Willian dan Pedro Rodriguez (Chelsea)

Eric Bailly dan Nemanja Matic (Manchester United)

Thomas Meunier dan Layvin Kurzawa (PSG)

Mario Goetze dan Raphael Guerreiro (Borussia Dortmund)

Stefan Savic (Atletico Madrid)

Ryan Fraser (Bournemouth)

Jose Callejon (Napoli)