Kumparan Logo

Mereka, para Pemain yang Sebaiknya Diboyong Solskjaer

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Solskjaer dan pemain-pemain United merayakan kemenangan atas Cardiff. Foto: REUTERS/Rebecca Naden
zoom-in-whitePerbesar
Solskjaer dan pemain-pemain United merayakan kemenangan atas Cardiff. Foto: REUTERS/Rebecca Naden

Ole Gunnar Solskjaer akhirnya diangkat Manchester United sebagai pelatih tetap. Pada pengumuman di laman resmi klub, Kamis (28/3/2019) sore WIB, sosok asal Norwegia itu dikontrak selama tiga tahun. Dengan begitu, Solskjaer bisa bertahan sampai tahun 2022.

Penetapan Solskjaer ini berkaitan erat dengan rencana 'Iblis Merah' untuk membangun era baru. Sebelum pria 46 tahun itu dipermanenkan, ia telah berbicara dengan Ed Woodward selaku wakil direktur United untuk memperkuat komposisi tim dengan membeli pemain baru.

Diwartakan Manchester EveningNews, United mengincar beberapa pemain di posisi bek tengah, full-back, hingga penyerang. Untuk bek tengah, Kalidou Koulibaly (Napoli), Milan Skriniar (Inter Milan), dan Joachim Andersen (Sampdoria), diisukan jadi incaran.

embed from external kumparan

Lini belakang memang menjadi sektor yang jadi perhatian dalam beberapa waktu ke belakang. Victor Lindeloef dan Chris Smalling yang jadi duet utama masih kurang impresif. Sementara Eric Bailly jarang mendapat tempat musim ini dengan hanya bermain 11 kali di Premier League.

Phil Jones juga masih berkutat dengan cedera selama tiga bulan terakhir ini, sedangkan Marcos Rojo semakin tersisihkan. Pemain asal Argentina itu bahkan telah coba dijual United pada tiga jendela transfer musim panas terakhir.

Untuk merombaklini ini, United disebut siap mematahkan rekor transfer bek termahal dunia yang sekarang dipegang Virgil van Dijk (75 juta poundsterling). Jika demikian adanya, United bisa melayangkan tawaran ke Inter yang mematok Skriniar 76 juta poundsterling. Sementara untuk mendapatkan Koulibaly, United diprediksi mesti merogoh kocek 100 juta poundsterling.

Bek Napoli, Kalidou Koulibaly, tertunduk lesu saat timnya dikalahkan Sampdoria. Foto: Reuters/Jennifer Lorenzini

Selain usia matang untuk proyek jangka panjang, Skriniar (24 tahun) dan Koulibaly (27 tahun) memang punya kemampuan bertahan apik. Per catatan WhoScored, Skriniar rata-rata melakukan 2 tekel dan 4,3 sapuan per laga Serie A 2018/19. Sedangkan Koulibaly 1,7 tekel, 1,2 intersep, dan 3,8 sapuan musim ini.

Nama Andersen pun layak dijadikan incaran. Di usia 22 tahun, Andersen jadi pilihan utama lini belakang Sampdoria musim ini dengan turun 27 kali sebagai starter. Rata-rata ia melakukan 1,3 tekel sukses, 1,3 intersep, dan 4,3 sapuan. Namun, United mesti bersaing dengan Tottenham Hotspur yang sudah menawar 25 juta euro untuk Andersen.

Beralih di lini serang, dua wonderkid asal Inggris, Jadon Sancho (19 tahun) dan Callum Hudson-Odoi (18 tahun) dikabarkan menjadi buruan United untuk mengisi pos winger. Akan tetapi, langkah United untuk mendapatkan dua sosok ini tidaklah mudah.

Borussia Dortmund, selaku pemilik Sancho masih punya dana melimpah. Setelah menjual Ousmane Dembele 135,5 juta poundsterling ke Barcelona pada 2017 dan melepas Christian Pulisic 58 juta poundsterling ke Chelsea.

Dengan kata lain, kecil kemungkinan mereka untuk melepas mantan pemain Manchester City tersebut. Terlebih, Sancho mulai memainkan peranan penting dalam tim. Ia sudah turun 26 kali di Bundesliga dan menghasilkan 8 gol serta 12 assist.

Kondisi Hudson-Odoi lebih pelik lagi. Hukuman larangan membeli pemain baru selama musim panas 2019 dan musim dingin 2020, bikin Chelsea tak akan melepas pemainnya di dua jendela transfer itu. Namun, United bisa menyodorkan nominal menggiurkan karena The Blues berisiko kehilangan Odoi cuma-cuma jika melepasnya tahun 2020 ketika kontraknya rampung.

Laga debut Jadon Sancho bersama Timnas Inggris. Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine

Selain dua nama itu, United sempat diisukan tertarik mendatangkan Gareth Bale dari Real Madrid. Namun, dengan usia Bale yang akan menjejak 30 tahun pada Juli mendatang dan gaji per pekan yang menyentuh 350 ribu poundsterling, besar kemungkinan pemain asal Wales tersebut tak menjadi prioritas utama Solskjaer.

Belum lagi ada sosok Alexis Sanchez yang nasibnya tak jelas. Dengan nominal gaji per pekan yang sama, mendatangkan Bale cuma akan menambah beban biaya. Kecuali, United akhirnya menendang Sanchez, maka merekrut Bale bisa kembali dipertimbangkan. Apalagi kalau United sanggup memangkas gaji per pekan Bale yang selangit itu.

Kini, dengan statusnya yang bukan lagi pelatih interim, Solskjaer artinya punya kuasa penuh untuk menentukan arah langkah United, termasuk soal transfer pemain. Karena pada akhirnya, keputusan yang ia bikin nanti, bakal jadi modal The Red Devils untuk kembali berjaya.