Kumparan Logo

Mikel Arteta Kecewa Konsistensi Wasit Liga Inggris: Bakal Banyak Laga 10 vs 11

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mikel Arteta saat Aston Villa vs Arsenal dalam laga pekan kedua Liga Inggris 2024/25 di Stadion Villa Park pada Sabtu (24/8) malam WIB. Foto: Action Images via Reuters/Ed Sykes
zoom-in-whitePerbesar
Mikel Arteta saat Aston Villa vs Arsenal dalam laga pekan kedua Liga Inggris 2024/25 di Stadion Villa Park pada Sabtu (24/8) malam WIB. Foto: Action Images via Reuters/Ed Sykes

Mikel Arteta geram dengan konsistensi wasit di Liga Inggris. Arteta merasa Arsenal dirugikan wasit saat melawan Man City di Etihad Stadium, Minggu (22/9) malam WIB.

Pada laga yang berakhir dengan skor 2-2 itu, Arsenal harus bermain dengan 10 orang sejak injury time babak pertama. Sebab, Leandro Trossard mendapatkan kartu kuning kedua usai menendang bola dan ada intensi membuang-buang waktu.

Terkait hal tersebut, Arteta tak mau berkomentar banyak mengenai penampilan wasit. Namun, ia memprediksi banyak pemain yang bakal mendapatkan kartu merah ke depannya.

“Saya sudah melihatnya dan itu jelas tidak kartu. Kalau seperti ini terus, saya memprediksi akan ada 100 pertandingan Liga Inggris yang menjadi 10 vs 11 musim ini,” tutur Arteta dikutip Guardian.

"Bukan tugas saya [untuk menilai wasit], tetapi itu [kontroversi soal mengulur waktu] sudah terjadi dua kali dalam lima laga, sangat mengkhawatirkan untuk dilihat di liga terbaik, Premier League," tambahnya.

Ekspresi Mikel Arteta saat Man City vs Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris 2024/25 di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Minggu (22/9/2024). Foto: Molly Darlington/REUTERS

Dalam Laws of The Game 2024/25, memang benar tertulis bahwa mengulur waktu bisa menyebabkan kartu kuning. Namun yang menjadi perdebatan apakah memang tepat bahwa gesture Trossard adalah untuk mengulur waktu atau tidak.

Di sisi lain, konsistensi wasit Michael Oliver juga dikritik. Sebab, ada momen lain ketika Jeremy Doku menendang bola untuk mencegah free kick cepat Arsenal, tetapi Doku tidak diganjar kartu. Namun pada akhirnya, keputusan wasit adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.