Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.6
24 Ramadhan 1446 HSenin, 24 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

ADVERTISEMENT
Dalam misi pencarian pelatih baru Timnas Indonesia, PSSI mewawancarai (lagi) Luis Milla. Ya, Milla, yang sebelumnya pernah melatih Timnas, kembali masuk ke dalam pertimbangan PSSI. Wawancara tersebut diadakan Jumat (29/11/2019) malam di Manila, Filipina.
ADVERTISEMENT
Saat wawancara tersebut, hanya satu hal yang diminta PSSI kepada Milla dan siapapun yang akan ia bawa untuk membantunya nanti. Trofi.
“Tentu targetnya adalah juara yang menjadi tolok ukur. Jika gagal, mereka secara sadar harus mengakui dan tidak lagi menyalahkan federasi,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Somantri, setelah pertemuan dengan Milla.
Menariknya, berdasarkan pernyataan yang ada di situsweb resmi PSSI, Milla tidak berani menyatakan bahwa ia mampu membawa Indonesia menjuarai Piala AFF 2022. Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan hanya menegaskan akan berusaha keras untuk mencapai target yang diminta PSSI.
Usut punya usut, Milla memang enggan untuk menjanjikan trofi. Menurut pria berusia 53 tahun itu, menggaransikan gelar untuk sebuah tim adalah hal yang tak masuk akal.
ADVERTISEMENT
“Kalau ada pelatih datang terus bilang siap 100% buat mendapatkan gelar juara, orang itu berbohong. Tidak ada satupun yang dapat memberikan garansi,” kata Milla seusai bertemu dengan PSSI.
Milla bukannya tak ingin membawa Timnas juara. Namun, menurut Milla, ada hal yang jauh lebih penting ketimbang sekadar trofi belaka.
Ya, yang dimaksud Milla adalah progres. Dalam periode pertamanya sebagai pelatih Timnas, Milla berfokus untuk menanamkan filosofi dalam permainan Skuat Garuda.
Nah, Milla ingin melanjutkan apa yang sudah ia lakukan di periode pertama. Selain itu, ia juga ingin membenahi mentalitas pemain-pemain Indonesia.
“Yang bisa saya beri garansi ke sepak bola adalah keberlanjutan apa yang sudah dilakukan, yakni sikap, dan profesionalisme. Tidak ada orang di dunia yang bisa menjanjikan kesuksesan. Yang bisa saya janjikan adalah membawa sikap,” pungkas Milla.
ADVERTISEMENT