Kumparan Logo

MU Cuma Punya 2 Pemain Penentu Kemenangan, Cristiano Ronaldo Tak Termasuk

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selebrasi pemain Manchester United Cristiano Ronaldo usai mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris.  Foto: Phil Noble/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi pemain Manchester United Cristiano Ronaldo usai mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris. Foto: Phil Noble/REUTERS

Manchester United (MU) saat ini mengalami kemerosotan yang cukup drastis. Bahkan, hanya ada 2 pemain yang berpredikat penentu kemenangan dan itu bukan Cristiano Ronaldo.

Ronaldo muda pernah berkiprah di Old Trafford setelah hijrah dari Sporting CP pada 2003. Periode pertamanya dihiasi trofi Liga Inggris (3x), Piala FA (1x), Piala Liga Inggris (2x), Community Shield (1x), Liga Champions (1x), dan Piala Dunia Antarklub (1x) sebelum cabut ke Real Madrid pada 2009.

Berpetualang bersama Real Madrid (2009-2018) dan Juventus (2018-2021) membawa CR7 pulang kembali ke Old Trafford pada awal musim 2021/22. Namun, sinar bomber 37 tahun itu tak seterang dulu.

Eks bek kanan MU, Paul Parker, bahkan dengan berani tak memasukkan nama Cristiano Ronaldo sebagai pemain yang bisa menentukan kemenangan The Red Devils.

Pemain Manchester United Anthony Elanga merayakan mencetak gol keempat mereka saat melawan Leeds United di Elland Road, Leeds, Inggris. Foto: Lee Smith/Reuters

“MU tidak memiliki individu seperti yang kita bicarakan tentang United bertahun-tahun yang lalu. Mereka tidak mendapatkannya. Anda bisa mengatakan Arsenal punya, Tottenham pasti punya. MU jelas tidak memiliki individu itu yang bisa muncul dan memenangkan pertandingan untuk mereka," kata Parker, dikutip dari The Sun.

“Dari waktu saya menonton MU sebagai seorang anak, bermain untuk mereka, dan kemudian menonton mereka lagi, hingga secara teori pada 2013, ketika Sir Alex [Ferguson] pensiun, Anda dapat menentukan individu penentu kemenangan," imbuhnya.

Pada masa-masa sebelum Sir Alex Ferguson pensiun dari kursi panas kepelatihan, Parker menyebut nama-nama, seperti Wayne Rooney, Ryan Giggs, hingga Mark Hughes akan muncul sebagai penentu kemenangan 'Setan Merah'. Namun, di era saat ini, ia bahkan masih meraba-raba siapa sosok yang pantas mendapat predikat tersebut.

"Semua hal semacam itu, akan ada pencetak gol, akan ada pemain sayap dengan sesuatu yang spesial. MU tidak memiliki individu-individu itu pada saat ini. Mungkinkah [Anthony] Elanga? Mungkinkah dia tiba-tiba meledak di lapangan dan melakukan itu [menjadi pemenang pertandingan]?," tutur Parker.

Pemain Manchester United David de Gea saat melawan Manchester City pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Inggris. Foto: Carl Recine/Reuters

Selain menunjuk sosok wonderkid asal Swedia, Anthony Elanga, Parker memilih David de Gea sebagai penentu kemenangan lainnya di kubu Manchester United saat ini.

“Mudah bagi saya untuk mengatakan David de Gea karena dia akan menjadi pemain terbaik mereka musim ini, saya pikir," kata pria asal Inggris itu.

“Meskipun orang-orang masih skeptis tentang dia, dialah yang menjaga mereka dalam permainan dan orang-orang malah mengatakan dia adalah alasan mengapa MU menerima tembakan lawan. Untuk itu, Anda harus melihat apa yang ada di depannya [bek MU]," imbuhnya.

Parker memang tak memilih Cristiano Ronaldo. Menurutnya, megabintang Portugal itu sudah tak sekuat dulu dan ia bukan lagi pemain yang bisa menentukan kemenangan MU sendirian.

"Jelas dia [Ronaldo] tidak bisa melakukannya sendiri lagi. Pada 2000-an atau lebih, ya dia bisa memenangkan pertandingan sendiri, tetapi dia tidak bisa melakukannya sekarang. Dia tidak memiliki tingkat energi itu lagi," jelas Parker.

“Anda harus melihatnya dan itu sangat sulit. Satu-satunya cara MU bisa finis di empat besar, jika mereka sebagai tim, menjadi lebih baik dalam bertahan. Lini tengah mencoba mendominasi permainan dan mereka berada di area yang bagus," sarannya untuk MU yang kini di ambang puasa gelar untuk tahun kelima.

Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney merayakan gol untuk Manchester United pada musim 2006/07. Foto: AFP/Andrew Yates
Pemain Manchester United Cristiano Ronaldo saat melawan Newcastle United di Old Trafford, Manchester, pada 9 Desember 2006. Foto: PAUL ELLIS / AFP

MU tersingkir dari Liga Champions 2021/22 usai kalah agregat 1-2 dari Atletico Madrid. Mereka juga tumbang di putaran ketiga Piala Liga Inggris dari West Ham besutan David Moyes. 'Setan Merah' lalu dipecundangi tim kasta kedua, Middlesbrough, di putaran keempat Piala FA di mana Ronaldo gagal mencetak gol penalti di waktu normal yang membuat The Red Devils keok 7-8 di babak adu penalti.

Berbicara soal Liga Inggris, sangat kecil kemungkinan 'Setan Merah' meraih trofi karena saat ini mereka duduk di posisi 6 dengan 50 poin dari 29 laga dan sisa 9 pertandingan. Jarak 20 angka dicatat MU dari Man City yang ada di puncak klasemen.