Kumparan Logo

MU Dihadiahi Penalti usai Wasit Tiup Peluit Akhir, Bagaimana Regulasinya?

kumparanBOLAverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertandingan antara Brighton & Hove Albion vs Manchester United di Stadion Komunitas American Express, Brighton, Inggris. Foto: John Sibley/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pertandingan antara Brighton & Hove Albion vs Manchester United di Stadion Komunitas American Express, Brighton, Inggris. Foto: John Sibley/Reuters

Manchester United (MU) meraih kemenangan dramatis saat bertandang ke markas Brighton & Hove Albion, Sabtu (26/9) malam WIB. 'Iblis Merah' mendapatkan hadiah penalti sesaat usai peluit panjang dibunyikan.

Laga pekan ke-3 Liga Inggris 2020/21 itu berjalan sengit. Tuan rumah membuka keunggulan lebih dahulu lewat sepakan penalti Neal Maupay.

Namun, The Red Devils sukses membalikkan keadaan. Anak asuh Ole Gunnar Solskjaer berhasil mencetak dua gol balasan via own goal Lewis Dunk (43') dan sepakan Marcus Rashford (55').

Laga semakin sengit memasuki injury time. Tuan rumah mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-90+4 lewat sundulan jarak dekat Solly March.

Selebrasi pemain Manchester United saat melawan Brighton & Hove Albion vs di Stadion Komunitas American Express, Brighton, Inggris. Foto: Glyn Kirk/Reuters

Drama tak berhenti sampai di situ. Di menit 90+7, sundulan Harry Maguire hampir melahirkan gol kemenangan buat MU. Wasit lalu meniup peluit panjang tak lama usai peluang emas tersebut.

Di saat para penggawa Brighton merayakan hasil tersebut, MU justru gencar melakukan protes. Pasalnya, mereka menilai bahwa bola sundulan Maguire sepat menyentuh tangan Maupay.

Wasit akhirnya meninjau VAR dan membuat keputusan baru: membatalkan hasil pertandingan dan memberikan penalti untuk MU.

Bruno Fernandes yang maju sebagai algojo akhirnya sukses mengamankan 3 poin MU di menit ke-100.

Lantas, apakah keputusan wasit Chris Kavanagh membatalkan hasil pertandingan terbilang tepat?

Pertandingan antara Brighton & Hove Albion vs Manchester United di Stadion Komunitas American Express, Brighton, Inggris. Foto: Glyn Kirk/Reuters

Jawabannya adalah: Iya.

Begini, proses handball yang dilakukan Maupay terjadi sebelum wasit meniup peluit akhir. Artinya, pelanggaran tersebut terjadi saat pertandingan masih berjalan dan insiden itu masih merupakan bagian dalam pertandingan.

Apa dalilnya?

Menurut International Football Association Board (IFAB), badan yang mengatur Laws of The Game, tak ada batasan waktu bagi seorang wasit untuk meninjau momen-momen krusial.

Secara garis besar, wasit diberi tugas untuk mengutamakan keputusan yang akurat, alih-alih hanya berorientasi pada kecepatan.

''Tidak ada batasan waktu untuk proses peninjauan. Karena ketepatan lebih penting dari kecepatan,'' bunyi pernyataan IFAB.

''Proses peninjauan harus dilakukan se-efisien mungkin. Namun, ketepatan tetap yang utama. Untuk alasan ini, dan situasi/insiden lain yang kompleks, tidak ada batasan waktu untuk melakukan peninjauan.''

''Wasit kemudian akan mengambil/mengubah/membatalkan keputusan, dan kembali memainkan pertandingan sesuai Laws of The Game.''

embed from external kumparan

Well, jika melihat regulasi tersebut maka sudah jelas bahwa hadiah penalti yang diberikan wasit kepada MU adalah sah.

Jadi, tidak perlu diperdebatkan lagi, ya.

---

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.