Kumparan Logo

MU Kacau Balau karena Pemainnya Egois & Transfer Amburadul

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Manchester United Cristiano Ronaldo berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ketiga mereka saat hadapi Norwich City, Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (16/4/2022). Foto: Craig Brough/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Manchester United Cristiano Ronaldo berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ketiga mereka saat hadapi Norwich City, Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (16/4/2022). Foto: Craig Brough/REUTERS

Mantan gelandang Manchester United (MU), Robbie Savage, berpendapat bahwa amburadulnya atau buruknya transfer dan egoisme para pemain hancurkan performa MU musim ini. Dirinya berharap ada perombakan pada musim panas mendatang di bawah arahan Erik Ten Hag.

The Red Devils telah resmi mengumumkan Erik ten Hag sebagai manajer untuk musim depan. Pelatih asal Belanda itu akan menggantikan manajer interim MU, Ralf Rangnick, setelah musim ini berakhir.

Tugas pertama yang diemban oleh Ten Hag yakni membangun kembali tim dengan proyeksi yang akan dibuatnya. Dirinya dikabarkan meminta kebebasan penuh soal keputusan transfer pemain di musim mendatang.

Setidaknya, ada lima pemain MU yang akan berakhir pada musim ini: Paul Pogba, Edinson Cavani, Juan Mata, Jesse Lingard dan Nemanja Matic. Manajemen MU pun tengah mempersiapkan para penggantinya jika sewaktu-waktu para pemain tersebut pergi pada transfer musim panas.

Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag, di laga melawan Tottenham Hotspur. Foto: Reuters/Andrew Couldridge

Robbie Savage menyoroti mantan timnya yang gagal melakukan strategi transfer yang baik dalam beberapa tahun terakhir. Dirinya menekankan bahwa perekrutan pemain merupakan hal yang sangat penting bagi setiap klub sepak bola, termasuk MU.

“Hal terbesar bagi saya di klub sepak bola adalah perekrutan di semua level. Saya pikir mereka [MU] salah selama beberapa tahun sejak kepergian Fergie.” ujar Savage dikutip dari Sportskeeda.

Dirinya pun menilai bahwa banyak pemain MU yang bermain egois, sehingga bisa menghancurkan permainan tim.

“Banyak pemain bermain untuk diri mereka sendiri. Ini sangat kacau dan Anda mendengarkan semua legenda MU berbicara tentang klub sepak bola itu dan saya setuju dengan mereka semua. Orang-orang berkata: Nah, pemain mana yang akan Anda singkirkan? Anda tidak bisa menyingkirkan 10 dan membawa 10," imbuhnya.

Robbie Savage. Foto: Instagram @robbiesavage8

Atas kebijakan transfernya yang buruk setelah kepergian Sir Alex Ferguson, MU dituntut untuk segera memperbaiki hal tersebut. Para petinggi di Old Trafford pun memberikan waktu bagi Ten Hag untuk memahami besarnya tanggung jawab yang ia pegang.

Musim panas ini menjadi awal pembuktian bagi Ten Hag untuk mengukir jalan panjangnya sebagai pelatih Manchester United. Sejauh ini, Ten Hag merasa nyaman karena telah diberi kewenangan dalam membuat keputusan di MU.

“Saya membuat tuntutan terlebih dahulu sebelum saya tiba. Jika klub tidak mengabulkannya, saya tidak akan mengambil pekerjaan itu. Saya yang bertanggung jawab, saya yang akan dinilai berdasarkan hasil. Saya tidak mau menjadi seperti itu," ujar Erik ten Hag dikutip dari Sportskeeda.

"Saya akan bekerja sama, tetapi memiliki suara dalam transfer adalah syarat bagi saya," imbuhnya.

Kini para pemain MU hanya perlu menunggu dan bersabar agar musim buruk yang dilaluinya segera berakhir. Bersama Ten Hag musim depan, MU diprediksi akan merombak beberapa lini yang bermasalah dan mengganti pemain tersebut sesuai kebutuhannya.