Nadeo Argawinata Pantang Minder Bersaing dengan Kiper Top Indonesia

Nama Nadeo Argawinata menjadi buah bibir di sepak bola Indonesia pada musim lalu. Banyak faktor yang membuat namanya mampu menyeruak di antara timbunan penjaga gawang top Tanah Air.
Dari segi fisik, Nadeo merupakan sosok ideal untuk mengisi pos di bawah gawang. Memiliki tinggi sekitar 187 sentimeter, Nadeo juga diuntungkan dengan badan yang tegap. Selain itu, jangkauan tangan yang panjang membuat kriteria penjaga gawang sudah ia penuhi.
Postur tingginya membuat dirinya mudah untuk mengantisipasi umpan silang. Nadeo juga cekatan dan memiliki reflek yang apik.
Kendati belum bisa disebut penjaga gawang modern--dengan kemampuan passing yang bagus, Nadeo bisa dibilang sebagai shot stopper yang bagus. Penempatan posisi pemain berusia 21 tahun ini juga patut diacungi jempol.
Segala deskripsi tentang kapabilitas Nadeo di bawah mistar akhirnya membuat pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, tertarik untuk memanggilnya. Datang sebagai pengganti Hilman Syah, Nadeo baru menjalani latihan pada Senin (14/1/2019) pagi WIB setelah tiba di Jakarta sehari sebelumnya.

"Seperti pemain lain, pasti saya bersyukur bisa masuk timnas. Intinya saya datang bukan untuk menggantikan Hilman," ujar Nadeo usai menjalani latihan di Lapangan ABC Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Coach 'kan sudah bilang, dia pilih terbaik dari yang terbaik. Bukan berarti yang kemarin jelek, kami semua masih diseleksei, belum tentu masuk. Saya akan terus kerja keras biar pelatih dan staf yang menilai," lanjutnya.
Nadeo sadar betul upayanya untuk masuk skuat inti Timnas Indonesia masih sangat jauh. Apalagi, Timnas U-22 kali ini diisi oleh penjaga gawang yang sarat pengalaman seperti Satria Tama, Awan Setho, dan Muhammad Riyandi.
Meski demikian, Nadeo mengaku tak merasa inferior dengan deretan nama besar yang menjadi pesaingnya tersebut. Malahan, ia akan mengambil banyak pelajaran dari rekan-rekannya yang lain.

"Teman-teman penjaga gawang lain bukan saingan. Ada Awan, Riyandi, dan Satria Tama, mereka sudah banyak pengalaman, tapi saya tidak minder dan akan terus berusaha," ucap Nadeo.
"Menurut saya kami semua harus sharing, bagaimana kekurangan kami dan kelebihan kami. Jadi, kami terus belajar dan gali ilmu agar menjadi lebih baik," tambah Nadeo.
Hal lain yang menjadi motivasinya ialah karena ia akan dilatih oleh mantan penjaga gawang Timnas Indonesia, Hendro Kartiko. Bersama Hendro, Nadeo mengaku akan mengambil semua pelajaran yang ia terima.
"Saya belum dilatih Hendro karena dia berhalangan hadir hari ini. Tapi saya penasaran juga dilatih oleh dia. Harapan saya, saya bisa menambah ilmu dan pengalaman dari Hendro. Intinya saya belajar di sini lalu lihat nanti akhirnya seperti apa," tutup Nadeo.
Musim lalu menjadi ajang pembuktian diri bagi seorang Nadeo Argawinata. Sebanyak 19 pertandingan ia mainkan bersama klubnya Borneo FC. Nadeo berhasil merebut posisi utama di tim usai Muhammad Ridho mondar-mandir masuk pelatihan Timnas Indonesia untuk Asian Games dan Piala AFF.
Untuk musim depan, kans Nadeo menyegel tempat utama di bawah mistar 'Pesut Etam' juga semakin lebar. Pasalnya, Ridho berlabuh ke Madura United untuk Liga 1 2019.
