Kumparan Logo

Neville: Tugas Berat Menanti Solskjaer sebagai Pelatih Tetap United

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Solskjaer dan Neville saat sama-sama membela Manchester United. Foto: ADRIAN DENNIS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Solskjaer dan Neville saat sama-sama membela Manchester United. Foto: ADRIAN DENNIS / AFP

Lewat Twitter pribadinya, Gary Neville sempat berkicau soal status pekerjaan Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United. Sekitar tiga jam setelah unggahannya itu, The Red Devils resmi mengangkat Solskjaer dari pelatih interim menjadi pelatih permanen per Kamis (28/3/2019).

Dari pernyataan resmi klub, sosok asal Norwegia itu dikontrak tiga tahun, yang memungkinkannya berada di Old Trafford hingga 2022. Tak ayal keputusan ini bikin Neville bungah, bukan cuma karena romansa sebagai sesama legenda United, tetapi pemilhan Solskjaer dianggapnya langkah tepat.

embed from external kumparan

"Saya turut senang untuk Ole. Ketika dia pertama kali dipilih, saya tidak pernah membayangkan bahwa dia akan mendapat pekerjaan tetap. Saya ingat ketika itu (saat Jose Mourinho didepak), saya menyebut Mauricio Pochettino sebagai kandidat pengganti utama," kata Neville dilansir Sky Sports.

"Kemudian Ole datang dan menstabilkan kapal (United) yang tengah oleng dan membuat semua orang senang lagi. Hasil pertandingan bersamanya benar-benar luar biasa, hampir tanpa cacat," tuturnya.

Catatan pertandingan memang jadi dasar kuat. Sejauh ini, Solskjaer sudah melalui 19 laga. Hasilnya, United meraih 14 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Salah satu kemenangan sensasionalnya ketika mengalahkan Paris Saint-Germain 3-1 yang sekaligus membawa United lolos ke perempat final Liga Champions.

Memang, United era Solskjaer tak luput dari kekalahan. Dua dari tiga kekalahan itu bahkan didapatkan di waktu yang berdekatan. Setelah keok 0-2 dari Arsenal di Premier League 3 Maret lalu, United ditekuk Wolverhampton Wanderers 1-2 di Piala FA tujuh hari berselang--yang sekaligus bikin mereka angkat koper dari ajang itu.

Ole Gunnar Solskjaer bersama para pemain Manchester United usai disingkirkan Wolves dari ajang Piala FA. Foto: Reuters/Andrew Yates

Neville mafhum bahwa kekalahan akan selalu jadi cacat bagi tiap pelatih, termasuk Solskjaer. Makanya, Neville mewanti-wanti sejawatnya itu bahwa pekerjaan berat sudah menanti dengan status pelatih tetap yang tersemat. Tapi, sebagai sosok yang percaya proses, Neville yakin United ada di jalur tepat.

"Orang-orang akan mengacungkan jarinya kepada Solskjaer usai kalah dari Wolves dan Arsenal. Tapi, secara umum, performa selama tiga bulan terakhir ini sangat fantastis. Jadi saya ikut senang buat dia. Kerja keras dimulai sekarang."

"Mari jujur-jujuran saja. United masih punya langkah panjang untuk kembali ke tempat mereka seharusnya dan saya pikir saat ini bukan waktunya berpikir bahwa Manchester United akan memenangi gelar liga," tegas Neville.

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, usai laga melawan Huddersfield. Foto: Reuters/Jason Cairnduff

Hadirnya Solskjaer sejak Desember 2018 memang tak langsung melontarkan United ke persaingan berburu titel Premier League. Hingga tersisa delapan laga di musim ini, Marcus Rashford dan kolega masih berebut posisi empat besar dengan Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Chelsea.

Ibarat bangunan megah yang sempat runtuh, Neville meyakini bahwa United butuh waktu cukup panjang untuk membangun ulang. Agar lancar dan kokoh kembali, Solskjaer diyakini takkan bisa berkerja sendri. Maka dibutuhkan dukungan dari klub, terutama soal kebijakan transfer pemain.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di bulan dan tahun-tahun selanjutnya untuk mengembalikan United ke tempat semula. Solskjaer butuh dukungan dari sekelilingnya. Ia tak akan sukses jika tak mendapat pemain yang tepat. Itu sangat penting," pungkas Neville.