Kumparan Logo

Norwich vs Chelsea: Menanti Tuah Batshuayi

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Batshuayi siap buktikan diri. Foto: Reuters/Jason Cairnduff
zoom-in-whitePerbesar
Batshuayi siap buktikan diri. Foto: Reuters/Jason Cairnduff

Chelsea menjalani start buruk di Premier League. Cuma satu angka yang berhasil mereka raih dari dua pertandingan. Setelah dilibas Manchester United empat gol tanpa balas, pasukan Frank Lampard itu hanya mampu bermain imbang dengan Leicester City setelahnya.

Well, barisan pertahanan Chelsea memang jadi yang paling bertanggung jawab atas hasil buruk ini. Tapi jangan salah, sebab lini depan mereka justru yang paling parah.

Hanya sebiji gol yang baru dilesakkan The Blues hingga sekarang --itu pun lahir dari gelandang mereka, Mason Mount. Torehan itu cuma lebih baik dari Crystal Palace dan Watford yang torehan golnya masih nihil.

X post embed

Itulah mengapa Lampard kudu memutar otak untuk memilih penyerang yang tepat saat berhadapan dengan Norwich, Sabtu (24/8/2019). Perlu diingat bahwa arsitek berusia 41 tahun itu telah menjajal Tammy Abraham serta Olivier Giroud dalam dua pertandingan awal dan hasilnya nihil. Jadi, inilah waktu yang pas untuk memberi kepercayaan kepada Michy Batshuayi.

Batshuayi memang tak turut serta dalam dua laga perdana Chelsea di pentas liga karena masalah kebugaran. Langkah untuk membiarkannya tampil di tim U-23 Chelsea pun jitu. Ia sukses mengukir brace ke gawang Liverpool U-23 tengah pekan lalu.

"Dia mencetak sepasang gol yang bagus, dua penyelesaian sangat bagus, saya pikir dia bekerja keras, dan itulah tujuan pertandingan tersebut baginya. Sangat bagus untuknya," kata Lampard dilansir situs resmi klub.

Batshuayi merayakan gol. Foto: Reuters / Thilo Schmuelgen

Batshuayi digaet Chelsea dari Olympique Marseille di awal musim 2016/17. Langkahnya di Stamford Bridge tak berjalan mulus. Ia mesti rela dirental ke Borussia Dortmund, Valencia, dan Crystal Palace.

Hingga akhirnya Batshuayi dipulangkan Chelsea di awal musim ini. Performa apiknya bersama Palace jadi salah satu pertimbangannya. Ia sukses mencetak 5 gol dalam 757 menit penampilannya bersama The Eagles di Premier League musim lalu.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya di sini dan di lapangan latihan, kami membutuhkan Michy, kami membutuhkan persaingan lini depan yang kompetitif dari ketiga striker yang kami miliki," imbuh Lampard.

Selebrasi pemain Chelsea Olivier Giroud usai mencetak gol ke gawang Liverpool pada pertandingan Piala Super Eropa di Vodafone Arena, Istanbul, Turki. Foto: REUTERS / John Sibley

Finishing adalah persoalan mendasar Chelsea di lini depan. Saat kalah dari United misalnya, mereka sebenarnya tak tampil buruk karena lebih sering menuai ancaman. 7 tembakan tepat sasaran berhasil dilepaskan Chelsea, 2 shoot lebih banyak ketimbang tuan rumah. Itu belum dihitung dengan dua upaya Abraham dan Emerson Palmieri yang membentur tiang gawang.

Begitu pula dengan keberhasilan Chelsea saat unggul catatan shoot on target dari Leicester. Sayangnya, The Foxes lebih efektif dalam mengonversi peluang dan mengakhiri laga dengan skor sama kuat, 1-1.

Kekalahan dari Liverpool di ajang Community Shield juga disebabkan dari penyelesaian akhir yang buruk. Toh, Chelsea sukses melepaskan 21 tembakan sepanjang laga, kalah tipis dari Mohamed Salah cs. yang mengukir 22.

"Jika kami lebih klinis di depan gawang dalam tiga pertandingan terakhir ini saya pikir kami sudah memiliki tiga kemenangan, termasuk Piala Super," lanjut Lampard.

Perayaan gol Chelsea ke gawang Leicester City. Foto: REUTERS/Eddie Keogh

Laga melawan Norwich nanti bisa menjadi momentum bagi Batshuayi untuk menjawab tantangan Lampard. Terlebih, lini pertahanan mereka tak bagus-bagus amat lantaran rata-rata kebobolan 2 gol per laga sejauh ini.

Selain itu Chelsea juga punya rekam jejak termutakhir yang meyakinkan saat menyambangi Carrow Road di pentas liga, dengan tiga kemenangan beruntun. So, sudah siap untuk menanti aksi Batshuayi?