Orang di Balik Transfer-transfer Apik Chelsea itu Memutuskan Mundur

Munafik jika menampik tonggak awal kekuatan Chelsea adalah akuisisi Roman Abramovich pada 2003 silam. Dana berjibun yang digelontorkan untuk menggaet pemain bintang bak magnet yang juga kemudian mendatangkan rentetan gelar prestisius bagi The Blues.
Total 16 titel, termasuk lima mahkota Premier League serta masing-masing trofi Liga Champions dan Liga Europa, berhasil diraih dalam kurun waktu tersebut. Tentu uang saja tak cukup, dibutuhkan juga kejelian dalam pembelian pemain.
Untuk hal yang satu itu, ada satu orang yang bertanggung jawab, namanya Michael Emenalo. Pria berpaspor Nigeria tu merupakan salah satu orang kepercayaan Abramovich dan oleh karenanya, ia diberikan jabatan sebagai direktur teknik.
Sayangnya, cerita manis Abramovich (baca: Chelsea) dan Emenalo baru saja berakhir. Tepat pada hari Senin (6/11) kemarin, Emenalo memutuskan untuk mengundurkan diri setelah satu dekade mengabdi di Stamford Bridge.
"Ini sepenuhnya keputusan saya dan alasannya sederhana. Saya butuh kesempatan untuk melihat anak-anak saya tumbuh dan juga untuk melangkah mundur dan merenungi pekerjaan yang telah saya lakukan di sini," kata Emenalo kepada Chelsea TV.
Memang, Emenalo mengatakan jika keputusannnya untuk mundur bukan sebuah keputusan spontan karena telah dipikirkan matang-matang dengan orang-orang terdekatnya. Kendati begitu, sulit untuk tidak mengkambinghitamkan Emeanldo dari kegagalan transfer Chelsea di awal musim ini setelah mereka kehilangan mangsa-mangsa pentingnya.
Ya, meski di masa lalu sukses mendatangkan sederet pemain top macam Eden Hazard, Cesar Azpilicueta, dan Pedro Rodriguez, ada sedikit nila dalam rekam jejak Emenalo pada musim panas kemarin.
Romelu Lukaku, Leonardo Bonucci, Alex Sandro, Ross Barkley, Fernando Llorente, dan Alex Oxlade-Chamberlain luput dari buruan The Blues di musim ini. Dan tak dapat ditampik lagi, sebagai direktur teknik, Emenaldo yang menanggung hal tersebut.
Sebagai direktur teknik, Emenalo juga bertugas untuk memantau pencarian bakat dan akademi Chelsea. Dirinya bekerja di bawah naungan Marina Granovskaia, wanita jenius yang menjabat sebagai direktur klub.
Granovskaia sendiri bukan orang sembarangan. Wanita keturunan Rusia-Kanada itu telah bekerja bersama Abramovich selama 20 tahun.
Granvoskaia adalah sosok yang paling bertanggung jawab untuk penandatanganan dan perpanjangan kontrak pemain. Well, sampai di sini, porsi Emenalo dalam manuver transfer Chelsea memang tak sebesar Granovskaia.
Alih-alih sibuk dalam negosiasi yang cenderung formal, pria berusia 52 tahun itu kerap blusukan ke tempat latihan Chelsea. Sejatinya, Emenalo-lah yang paling vital dalam keputusan transfer mereka. Dia yang menilai kelayakan target transfer Chelsea dan memberikan pertimbangan sebelum akhirnya keputusan dibuat.
Emenalo sendiri mengawali kariernya sebagai pemandu bakat di rezim Avram Grant. Setelah sempat menjabat sebagai asisten pelatih seusai kepergian Ray Wilkins, baru pada 2013 dia menduduki kursi direktur olahraga The Blues.
Hazard, Thibaut Courtouis, Azpilicueta adalah hasil dari kinerja nyata Emenalo. Atau jika ingin hasil paling aktual, tengok saja Tammy Abraham dan Ruben Loftus-Cheek yang dipilih Gareth Southgate untuk masuk ke dalam skuat Timnas Nasional Inggris.
Sebenarnya Chelsea sendiri masih memiliki pemuda berbakat macam Nathan Ake dan Nathaniel Chalobah, tapi penyakit mereka untuk menjual pemain muda kembali kumat. Kita tahu, Stamford Bridge sempat mempunyai bakat-bakat hebat macam Romelu Lukaku dan Kevin De Bruyne yang justru bersinar bersama rival mereka di Premier League.

Emenalo dan Granovskaia menginginkan mereka untuk tetap bertahan, tetapi kedua pemain tersebut tak masuk dalam proyek Conte.
Nah, di sinilah masalahnya. Terlepas dari kesuksesannya sebagai seorang pelatih, Conte adalah sosok yang keras kepala. Atau lebih gampang menyebut Conte memiliki hasrat tersendiri untuk merekrut pemain yang benar-benar dia inginkan.
Oke, mungkin Conte boleh jemawa --selain dengan C.V kepelatihannya-- dia juga merupakan seorang mantan pemain yang cukup berpengaruh di Juventus dan Tim Nasional Italia.
Kendati begitu, Emenalo juga bukan sekadar direktur teknik biasa. Dia merupakan salah satu penggawa Nigeria pada Piala Dunia 1994.
Bila Jay-Jay Okocha, Finidi George, dan Daniel Amokachi adalah para kreator serangan "Elang Lagos", Emenalo adalah sosok yang bertanggung jawab di lini pertahanan. Ekspemain Maccabi Tel Aviv sukses mengantar Nigeria lolos sebagai juara grup, menggungguli Bulgaria dan Argentina.
Apes nasib mereka karena mesti berhadapan dengan Italia di fase gugur. Sempat unggul lebih dulu, Gli Azzurri kemudian behasil mencetak gol balasan lewat brace Roberto Baggio.
Guratan takdir seakan mempertemukan Emenalo dengan pria Italia. Mungkin kebetulan, tapi perlu diketahui jika dalam kebijakan transfer Chelsea, Conte dipersilakan untuk turut serta dalam pembicaraan dengan pemain incaran setelah kesepakatan harga tercapai.
So, sebenarnya bukan langkah yang tepat juga untuk menyalahkan Emenalo yang terhitung gagal di bursa transfer musim panas lalu.
